![]() |
| Media Pembelajaran Daring. Foto: Gi |
WKUTM - Dalam rangka memfasilitasi pembelajaran Dalam Jaringan
(Daring), Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengadakan kerja sama dengan pihak
google. Namun, beberapa mahasiswa dan dosen menilai penggunaan zoom
lebih baik daripada google meet sebagai media pembelajaran online
dikarenakan memiliki bebarapa fitur yang tidak dimiliki oleh google meet.
Fajar Fatha Romadhan,
selaku mahasiswa prodi Teknik Informatika mengaku bahwa dirinya lebih menyukai zoom
sebagai media pembelajaran daripada google meet dikarenakan fitur –fitur
yang dimiliki oleh zoom lebih banyak dan lengkap.
”Saya lebih menyukai zoom,
lantaran saat share screen materi, layar bisa dilihat secara full
di laptop, participant juga mudah jika ingin on off microphone, bisa menggunakan navigasinya tanpa perlu
bolak-balik layar share-plattform,” ucap mahasiswa asal ngawi tersebut.
Senada dengan Fajar,
Sefi Damayanti mengungkapkan bahwa dirinya lebih menyukai zoom daripada google
meet dikarenakan platform tersebut memungkinkan penggunanya untuk
dapat mengetahui siapa saja yang sedang on
camera. Namun yang disayangkan, beberapa dosen masih belum menggunakan zoom
premium sehingga sering gonta-ganti link ketika sudah mencapai batas
limit yaitu 40 menit.
”Tapi kalau aku lihat
kampus lain itu mungkin zoomnya yang premium ya, pakai zoom
kampus,’’ ungkap mahasiswa prodi Ekonomi Pembangunan tersebut.
Sedangkan dari pihak
dosen, Resti Prastika Destiarni, selaku salah satu dosen Agribisnis
mengungkapkan dalam satu tahun terakhir ini
lebih banyak meggunakan zoom daripada media pembelajaran
sinkronus lain karena lebih memudahkan dalam penggunaannya dan memiliki fitur yang lebih banyak. Salah
satunya bisa merekam dan hasilnya bisa langsung tersimpan pada laptop atau
Komputer. dia pun mengaku berlangganan zoom secara pribadi.
”Selain zoom bisa
digunakan untuk merekam, zoom juga terdapat fitur breakout room,” ungkap dosen asal Pamekasan tersebut.
Selain itu, dia berpendapat
penggunaan zoom dipilih karena penggunaan google meet dinilai
tidak efisien, hal ini disebabkan ketika memakai google meet, recording
terekam di Google Drive sehingga untuk memutarnya harus online
atau harus mendownload ulang.
Firmansyah Adiputra, selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK) mengungkapkan bahwa saat ini UTM memang berlangganan zoom namun hanya berjumlah 110 akun saja. Lantaran, zoom ini awalnya diperuntukkan untuk kegiatan kedinasan, bukan kegiatan pembelajaran.
“Zoom berlangganan ini memang awalnya digunakan untuk kegiatan kedinasan. Selain itu kami juga belum berencana menambah akun zoom berlangganan, sebab membutuhkan dana yang cukup banyak,” ungkapnya.
Cholil Amrullah, selaku
Staf UPT TIK menuturkan bahwa saat ini UTM berlangganan Zoom versi Pro
dengan kapasitas maksimal 500 peserta dengan total pendanaan sejumlah Rp
176.000.000,-. Adapun akun zoom ini dibagikan secara merata untuk rektor,
wakil rektor, kepala program studi dan kepala jurusan.
”Kapasitas maksimal 500
peserta dengan harga setiap akunnya berkisar satu juta rupiah,” tutur pria asal
Bangkalan.
Cholil berpendapat
setiap dosen yang mengajar seharusnya memiliki satu akun untuk dapat digunakan
sebagai media pembelajaran.
”Untuk dapat digunakan sebagai media pembelajaran paling tidak semua dosen harus memiliki akun zoom agar penggunaannya dapat merata untuk semua dosen yang mengajar,” ungkapnya. (Ang/Cha)

