Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menilik Media Pembelajaran Daring UTM

Kamis, 15 April 2021 | 11.48.00 WIB Last Updated 2021-04-15T18:53:31Z

 

Media Pembelajaran Daring. Foto: Gi

WKUTM - Dalam rangka memfasilitasi pembelajaran Dalam Jaringan (Daring), Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengadakan kerja sama dengan pihak google. Namun, beberapa mahasiswa dan dosen menilai penggunaan zoom lebih baik daripada google meet sebagai media pembelajaran online dikarenakan memiliki bebarapa fitur yang tidak dimiliki oleh google meet.

 

Fajar Fatha Romadhan, selaku mahasiswa prodi Teknik Informatika mengaku bahwa dirinya lebih menyukai zoom sebagai media pembelajaran daripada google meet dikarenakan fitur –fitur yang dimiliki oleh zoom lebih banyak dan lengkap.

 

”Saya lebih menyukai zoom, lantaran saat share screen materi, layar bisa dilihat secara full di laptop, participant juga mudah jika ingin on off microphone, bisa menggunakan navigasinya tanpa perlu bolak-balik layar share-plattform,” ucap mahasiswa asal ngawi tersebut.

 

Senada dengan Fajar, Sefi Damayanti mengungkapkan bahwa dirinya lebih menyukai zoom daripada google meet dikarenakan platform tersebut memungkinkan penggunanya untuk dapat mengetahui siapa saja yang sedang on camera. Namun yang disayangkan, beberapa dosen masih belum menggunakan zoom premium sehingga sering gonta-ganti link ketika sudah mencapai batas limit yaitu 40 menit.

 

”Tapi kalau aku lihat kampus lain itu mungkin zoomnya yang premium ya, pakai zoom kampus,’’ ungkap mahasiswa prodi Ekonomi Pembangunan tersebut.

 

Sedangkan dari pihak dosen, Resti Prastika Destiarni, selaku salah satu dosen Agribisnis mengungkapkan dalam satu tahun terakhir ini  lebih banyak meggunakan zoom daripada media pembelajaran sinkronus lain karena lebih memudahkan dalam penggunaannya dan  memiliki fitur yang lebih banyak. Salah satunya bisa merekam dan hasilnya bisa langsung tersimpan pada laptop atau Komputer. dia pun mengaku berlangganan zoom secara pribadi.

 

”Selain zoom bisa digunakan untuk merekam, zoom juga terdapat fitur breakout room,” ungkap dosen asal Pamekasan tersebut.

 

Selain itu, dia berpendapat penggunaan zoom dipilih karena penggunaan google meet dinilai tidak efisien, hal ini disebabkan ketika memakai google meet, recording terekam di Google Drive sehingga untuk memutarnya harus online atau harus mendownload ulang.

 

Firmansyah Adiputra, selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis  Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK) mengungkapkan bahwa saat ini UTM memang berlangganan zoom namun hanya berjumlah 110 akun saja. Lantaran, zoom ini awalnya diperuntukkan untuk kegiatan kedinasan, bukan kegiatan pembelajaran.


Zoom berlangganan ini memang awalnya digunakan untuk kegiatan kedinasan. Selain itu kami juga belum berencana menambah akun zoom berlangganan, sebab membutuhkan dana yang cukup banyak,” ungkapnya.

 

Cholil Amrullah, selaku Staf UPT TIK menuturkan bahwa saat ini UTM berlangganan Zoom versi Pro dengan kapasitas maksimal 500 peserta dengan total pendanaan sejumlah Rp 176.000.000,-. Adapun akun zoom ini dibagikan secara merata untuk rektor, wakil rektor, kepala program studi dan kepala jurusan.


”Kapasitas maksimal 500 peserta dengan harga setiap akunnya berkisar satu juta rupiah,” tutur pria asal Bangkalan.

 

Cholil berpendapat setiap dosen yang mengajar seharusnya memiliki satu akun untuk dapat digunakan sebagai media pembelajaran.

 

”Untuk dapat digunakan sebagai media pembelajaran paling tidak semua dosen harus memiliki akun zoom agar penggunaannya dapat merata untuk semua dosen yang mengajar,” ungkapnya. (Ang/Cha)

×
Berita Terbaru Update