WKUTM – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka sekaligus Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-24 UTM. Acara tersebut mengundang Fathan Subchi, anggota VI Badan Pemeriksa Keungan Republik Indonesia (BPK RI) sebagai narasumber orasi ilmiah dengan tema “Kemajuan Teknologi dalam Mendukung Pendidikan Berkualitas dan Perguruan Tinggi Berdampak dan Berkelanjutan” di Gedung Pertemuan R. P. Mohammad Noer, Kamis (24/7).
Dalam orasinya, Fathan menyampaikan urgensi universitas dalam beradaptasi atas perkembangan teknologi saat ini. Penggunaan teknologi yang efektif akan mampu membantu penggunakan metode belajar yang lebih maksimal.
”Kita tidak bisa hanya mengandalkan metode yang kuno, kita harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Universitas pun harus ikut adaptif terhadap perkembangan zaman,” tutur pria kelahiran Demak tersebut.
Lebih lanjut, Fathan memaparkan empat pondasi dasar yang harus dimiliki sistem pendidikan agar tetap relevan dan berdampak.
1. Availability
Ini adalah hal yang paling dasar, bahwa fasilitas pendidikan, sarana dan prasarana, tenaga pengajar yang kompeten, serta sumber belajar yang relevan, harus tersedia dengan memadai.
2. Aksebilitas
Pendidikan yang berkualitas tidak harus menjadi hal istimewa bagi segelintir orang saja. Semua individu memiliki peluang yang sama untuk mengakses layanan pendidikan.
3. Keberterimaan
Pendidikan harus diterima dan dirasakan manfaatnya oleh peserta didik dan masyarakat luas, serta bernilai dan berguna.
4. Adaptabilitas
Sistem pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, kebutuhan peserta didik, serta tantangan lokal dan global, baik dalam konteks teknologi, lingkungan, bahkan dalam situasi krisis seperti pandemi.
Selanjutnya, Fathan juga menyampaikan perihal capaian penting bagi Universitas Trunojoyo Madura. Salah satu di antaranya ialah upaya menjadi Green Campus, yakni kampus yang mengedepankan lingkungan sehat dan udara bersih di kawasan kampus.
”Lalu ada beberapa langkah agar mencapai visi UTM, yaitu pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi, riset dosen dan mahasiswa, serta upaya menjadi green campus,” ujarnya.
Orasi ilmiah ini berlangsung selama sekitar 30 menit. Di akhir penyampaian, Fathan turut menyinggung peran strategis BPK RI dalam mendukung tata kelola keuangan negara, termasuk di bidang pendidikan.
”Harapan BPK, membantu universitas untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan bahwa pembangunan dan pengembangan di dunia pendidikan berjalan sesuai harapan dan tujuan bersama,” pungkasnya. (nra/stv)
