WKUTM - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) rencanakan pembukaan Fakultas Kedokteran (FK) pada tahun 2024. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbud) no 36 tahun 2021 tentang fakultas kedokteran dan fakultas kedokteran gigi, bahwa Universitas harus memiliki lahan dengan status hak milik, gedung untuk penyelenggaraan pendidikan dengan standar kualitas, memiliki laboratorium, dan rumah sakit pendidikan. Kendati demikian, hingga kini UTM masih belum memutuskan tata letak gedung dan fasilitas penunjang FK.
Achmad Amzeri, ketua satuan tugas FK mengungkapkan bahwa salah satu upaya UTM dalam memenuhi persyaratan adalah dengan mempersiapkan tata letak fasilitas gedung kelas, laboratorium, dan klinik kesehatan penunjang FK.
”Kita masih diskusikan, rencana memakai gedung auditorium dan gedung-gedung tidak terpakai, tapi kita revitalisasi. Khusus fasilitas kesehatan kita bangun tahun depan," ungkap pria bermukim di Bangkalan tersebut (20/10).
Adapun tujuan pembangunan klinik atau rumah sakit tidak hanya untuk memenuhi persyaratan untuk mendirikan FK, melainkan juga sekaligus sebagai bentuk peningkatan pelayanan kesehatan khususnya bagi Civitas Academica UTM.
”Kita bangun klinik, kalau bisa rumah sakit. Jadi tidak hanya untuk FK, kalau ada masalah kesehatan bisa ke kita daripada ke tempat lain,” jelasnya.
Menanggapi rencana revitalisasi gedung lama alih-alih melakukan pembangunan gedung baru untuk FK, Surokim, Wakil Rektor (Warek) III bidang Kemahasiswaan mengungkapkan hal tersebut dikarenakan UTM masih terkendala dalam lahan yang terbatas.
”Lahan 30 Hektar (Ha) UTM itu penuh semua, makanya kita memaksimalkan gedung yang tidak terpakai,” ungkapnya saat audiensi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Keluarga Mahasiswa (KM) (10/10).
Amrin Rozali, Analis Badan Milik Negara (BMN) mengusulkan penempatan gedung perkuliahan untuk FK pada bangunan lama di area Universitas Bangkalan (Unibang).
”Saya mengusulkan gedung kuliahnya di auditorium, laboratoriumnya di TIP lama, kliniknya di depan auditorium itu ada lahan kosong. Jadi jangkauannya dekat, tapi semua tergantung pimpinan sepakatnya dimana nanti,” jelasnya di gedung Auditorium (16/10).
Terkait tindak lanjut usulan bangunan lama UTM sebagai gedung penunjang FK, Agus Bambang Nugraha, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengungkapkan bahwa sejauh ini masih belum ada rencana terkait lelang revitalisasi gedung fasilitas FK.
”Kalau sekarang saya belum dapat Surat Keputusan (SK) lelang,” ungkapnya di ruangan PPK (16/10).
Amzeri berharap dengan adanya FK, UTM dapat turut menyumbang lulusan mahasiswa kedokteran, sehingga meningkatkan jumlah dokter di Madura.
”Madura memang kekurangan dokter, mudah-mudahan adanya FK dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Madura.” harapnya. (KHA/FRD)
