Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

UTM Merealisasi Belanja E-book Sebesar 248 Juta Rupiah

Kamis, 24 Agustus 2023 | 09.32.00 WIB Last Updated 2024-04-02T18:14:05Z
WKUTM — Unit Pelayanan Terpadu (UPT) perpustakaan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menerima anggaran belanja sebesar Rp248.583.935 berdasarkan Laporan Kinerja (Lakin) UTM pada tahun 2022. Adapun anggaran tersebut dialokasikan untuk langganan E-book dalam satu tahun sebesar Rp149.406.000 dan pengadaan E-book lokal yang disebut Kubuku sebesar Rp99.177.935. Kendati demikian, sejumlah mahasiswa masih mengeluhkan terkait kurangnya informasi dan sosialisasi E-book UPT perpustakaan.

Seperti halnya Lisha Nur Cahyani mahasiswa Program Studi (Prodi) Agroteknologi, menuturkan ihwal sosialisasi perpustakaan yang mereka ketahui sebatas tata cara registrasi aplikasi E-library UTM. Bahkan hal tersebut juga mengalami kendala karena proses registrasi yang mereka lakukan tidak dikonfirmasi hingga saat ini.

"Itu aplikasinya tidak bisa diakses karena belum dikonfirmasi oleh admin perpustakaan, lebih tepatnya terlambat konfirmasi. Karena itu kita jadi tidak mengetahui isi di dalam program itu apa saja, layanannya apa saja," tegas Lisha (21/08).

Keluhan lain juga disampaikan oleh Rosyidah mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) angkatan 2019, ia menuturkan bahwa saat dirinya masih menjadi mahasiswa baru dahulu hanya disosialisasikan cara meminjam dan mengembalikan buku saja. Ia mengaku baru mengetahui ada E-Book yang disediakan UPT perpustakaan dari rekannya.

Terkait keluhan tersebut, Iriani selaku kepala UPT perpustakaan menegaskan bahwasanya pihaknya sering mengadakan sosialisasi terkait perpustakaan. Iriani menambahkan, salah satu sosialisasi UPT perpustakaan terbaru, yakni pendidikan pemustaka yang dilaksanakan dari tanggal 21 Agustus - 01 September 2023. Ia menyebutkan semua informasi sudah ada di situs UPT perpustakaan.

Sedangkan perihal anggaran belanja E-book, Desi selaku Koordinator Perpustakaan, membenarkan adanya pembelian E-book yang dimiliki UPT perpustakaan, yang berkisar 3800 file. Desi mengungkapkan bahwasanya dari keseluruhan file tersebut, terbagi menjadi kurang lebih 1800 E-book berbahasa Indonesia dan 2000 E-book berbahasa asing dari berbagai penerbit yang dinaungi Kubuku, seperti Graha Ilmu, dan untuk berbahasa asing yakni, MIT press, dan IG Group.

E-book lokal berbahasa Indonesia seperti Kubuku tadi, sedangkan E-book berbahasa Inggris seperti dari MIT Press dan IG Group,” ungkapnya (23/08).

Dirinya menjelaskan bahwasanya pembelian E-book tersebut bersistem langganan per tahun. Desi berujar bahwa sudah banyak pengakses E-book UTM, terlebih pada file lokal. Adapun alasan pembelanjaan tersebut adalah untuk memenuhi program akreditasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas), yang salah satu syaratnya harus memiliki 2500 koleksi judul E-Book.

“Kita ada program akreditasi dari Perpusnas, jadi salah satu syaratnya harus punya 2500 koleksi judul E-Book dan jangan sampai turun dari jumlah koleksi tersebut. Caranya dengan kita terus berlangganan E-Book tersebut,” jelasnya (23/08).

Saat ditemui, Ari Basuki, selaku Wakil Rektor (Warek) II Bidang Umum dan Keuangan mengungkapkan tidak dapat mengonfirmasi anggaran yang disebutkan dengan alasan tidak memegang data laporan dan sudah diserahkan kepada penanggung jawabnya masing-masing. Akan tetapi, dirinya senang dengan perkembangan fasilitas UPT perpustakaan. Ari berharap dari adanya anggaran yang digelontorkan untuk E-book tersebut, dapat membantu UTM dalam mencapai misi World Class University.

“Untuk bisa menjadi World Class University, salah satu indikkatornya adalah publikasi yang memerlukan literatur. Nanti dari E-book tersebut bisa mendukung kegiatan ilmiah mahasiswa,” tandasnya (21/08).

Begitu pun Desi, berharap dengan adanya E-book ini dapat lebih banyak lagi koleksi E-book yang dimiliki, terutama untuk E-book Kubuku karena dapat berlangganan dengan batas yang tidak ditentukan.

"Semoga kedepannya bisa lebih banyak lagi (red: E-Book), terutama Kubuku karena kalau Kubuku itu tidak putus berlangganan. Berbeda dengan E-Book internasional yang hanya satu tahun langganan," imbuhnya (23/08). (LRS/Ahr)

×
Berita Terbaru Update