WKUTM — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah menutup rangkaian acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Sakera di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer, Rabu (09/08). Adapun pelaksanaan acara hari ketiga tersebut berlangsung dari pukul 08.15 hingga 14.30 WIB, diawali dengan penampilan dua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), lalu dilanjut dengan Edu Entertainment dan materi "Urgensi Peran Mahasiswa sebagai Tonggak Penyebaran dan Implementasi Empat Pilar Kebangsaan di Era Digital".
Khoirul Umam, selaku pengusaha tembakau dari Madura, mengawali materi pertama dengan menyampaikan kisah perjalanan hidupnya hingga meraih kesuksesan, yang mana semasa kuliah telah memulai usaha dengan berjualan guna membayar kuliah. Pria asal Pamekasan tersebut juga memaparkan sejumlah tips untum menjadi pengusaha yang sukses, serta memberikan penekanan jika seseorang ingin menjadi pengusaha yang sukses tentu harus berusaha dengan sungguh-sungguh. Selain itu, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi kesuksesan dalam usaha. Hal-hal tersebut di antaranya yaitu menghargai orang tua dan guru serta diimbangi dengan berdoa kepada Tuhan.
"Tidak ada orang sukses yang tidak menghargai orang tua dan guru, orang sukses pasti menghargai orang tua dan guru mereka," tuturnya (09/08).
Khoirul menambahkan, dari segi teknis, seseorang yang ingin sukses harus memiliki cita-cita yang tidak banyak dipikirkan oleh orang kebanyakan. Seperti cita-cita membuka peluang kerja kepada orang lain, alih-alih sebaliknya. Menurutnya, orang yang sukses itu tidak banyak gaya namun banyak usaha.
"Dari segi teknis, kita harus punya cita-cita bagaimana kita itu menciptakan lowongan pekerjaan. Bukan kita berpikir bahwa kita akan kerja kepada orang lain. Karena orang sukses itu merupakan orang-orang yang berani mengambil langkah," tegasnya (09/08).
Ia juga menyampaikan pesan kepada generasi muda, terlebih mahasiswa untuk tidak mudah gengsi dalam mengambil langkah. Hal tersebut dilakukan agar di masa depan nanti tidak menyesal karena dahulu tidak mencoba untuk berusaha karena terlanjur merasa gengsi. Agar ke depannya mahasiswa dapat berguna untuk orang lain.
"Harapannya bisa berguna bagi orang lain, karena prinsipnya orang hidup itu bisa berguna untuk orang lain," tegasnya (09/08).
Selain Khoirul, Nakhlah Vadaq pemateri lainnya yang merupakan second runner up Putri Indonesia menyampaikan materi dengan judul "Tumbuh dan Merekah di Manapun Kamu Ditanam". Dalam materi tersebut menyatakan bahwa apapun hasil dari usaha yang sudah dilakukan, harus terus diiringi rasa syukur dan menjalani semua hasil dari usaha dan kehendak Tuhan dengan menerima dengan ikhlas. Nakhlah juga berpesan kepada mahasiswa agar jangan mudah menyerah dengan keadaan, salah satunya melalui menjalani semua hal yang sulit dengan mengingat mengapa kita memulai hal tersebut.
"Jika kita mendapatkan apa yang kita inginkan itu kehendak Tuhan, jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan itu merupakan perlindungan Tuhan," imbuhnya (09/08).
Nakhlah juga mengungkapkan alasannya membawakan materi tersebut karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang jarang dibahas oleh orang kebanyakan. Karena biasanya pemateri akan membahas mengenai akademik atau bagaimana cara mengatur waktu di perkuliahan. Hal tersebut yang memotivasi wanita kelahiran Yogyakarta itu dalam membawakan materi tersebut.
"Hal itu sebenarnya sangat dekat dengan kita, hanya saja jarang sekali untuk dibahas," tegasnya (09/08).
Materi terakhir disampaikan oleh Syafiuddin, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terkait empat pilar kebangsaan di era digital, yang di antaranya merupakan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945), Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai pedoman untuk berbangsa dan bernegara. Dalam materi tersebut Ia maengajak mahasiswa merawat empat pilar tersebut.
"Mari kita rawat empat pilar kebangsaan ini menjadi sebuah kesatuan supaya negara tetap ada," tegasnya (09/08). (LRS/AND)
