WKUTM - Dalam rangka menyambut Dies Natalis yang ke 22, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Nanggala menggelar acara Trunojoyo Art Carnival pada (14/08). Acara yang bertemakan “Berpadu Karya Membangun Konektivitas Budaya Menuju Nanggala Amerta” tersebut dihadiri oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Kesenian UTM serta beberapa tamu undangan bertempat di Gedung Student Center (GSC).
Acara yang dimulai pada pukul 20.00 WIB ini dibuka dengan Live Musik, penampilan Tari Muang Sangkal, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars UTM serta sambutan-sambutan. Setelah itu dilanjutkan dengan acara inti, yakni penampilan Tari Suramadu, Tari Gandrung, Musik Kolaborasi Banyuwangi – Madura dan Teater.
Adapun alasan kolaborasi dipadukannya musik Banyuwangi dan Madura, karena memiliki laras yang sama, sehingga saat perpindahan antara kedua musik tersebut tidak terlalu jauh, selain itu dinamika nya juga pas membuat mewah suasana.
“Sinkronisasi musik Banyuwangi dan madura itu larasnya sama, makanya tadi saat perpindahan intonasi tidak begitu terasa,” ungkap Farhan selaku Ketua Umum (Ketum) Seni Nanggala (14/08).
Tak hanya itu pihaknya juga mengungkapkan, alasan dari kolaborasi antara UKM Seni Nanggala dengan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) karena memiliki jurusan karawitan yang sudah mahir dengan beberapa genre. Salah satunya Jawa, Banyuwangi, dan Madura.
“Ingin membawa warna baru, karena kebetulan dari STKW juga baru pertamakali kolaborasi musik Banyuwangi dengan musik Madura,” ungkapnya (14/08).
Lebih lanjut ia menjelaskan keterkaitan antara tema dengan penampilan hanya berhenti sampai penampilan Kolaborasi saja. Sedangkan untuk penampilan teater, UKM Seni Nanggala memiliki tema berbeda, yakni tentang pengamatan sosial kehidupan manusia. Penampilan tersebut mengisahkan kehidupan para buruh yang bekerja dengan keras namun seringkali mendapatkan intimidasi dari lingkungan sekitar. WN/J2
