WKUTM—Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka sekaligus Orasi Ilmiah dalam rangka Dies Natalis UTM ke-22. Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara Golden dan pemutaran cuplikan video ucapan Dies Natalis dari berbagai pihak untuk UTM. Acara tersebut mengundang Mahfud Mahmodin (Mahfud MD), Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) sebagai narasumber orasi ilmiah dengan tema “Semangati Kebangsaan, Eratkan Persatuan, Menyongsong Pemilu 2024 Jujur dan Adil” di gedung pertemuan R.P. Mohammad Noer pada Jumat (07/07). Adapun dalam orasinya, Mahfud MD membahas terkait politik demokrasi dan peresmian masjid UTM KH. Abdurrahman Wahid.
Dalam kesempatan ini, Mahfud MD berorasi terkait demokrasi dari pandangan Plato. Mahfud MD menjelaskan bahwa demokrasi Plato dinilai berbahaya, lantaran kebijakan diberikan penuh pada masyarakat yang rawan disalahgunakan. Beliau menambahkan bahwa demokrasi itu tidak bagus jika diisi dengan narsistik orang yang menampakkan baliho-baliho pemimpin yang berprestasi.
“Demokrasi itu tidak bagus jika diisi dengan narsistik orang yang menampakkan baliho-baliho pemimpin yang paling berprestasi. Pemimpin ini sudah membangun stadion, pemimpin ini paling bagus mengentaskan kemiskinan dan lain sebagainya, Itu narsis dengan catatan mendapatkan suara rakyat," imbuh pria kelahiran Sampang tersebut (07/07).
Selanjutnya, Mahfud MD juga menuturkan terkait perbandingan dengan sistem pemerintahan islam pada masa pemerintahan Rasulullah SAW beserta pemimpin penerus setelah rasul wafat. Salah satu tokoh yang disinggung oleh Mahfud MD yaitu pada masa kepemimpinan Abu Bakar Ash Siddiq. Pada masa pemerintahannya, Abu Bakar rela mengerahkan seluruh harta bendanya demi membela golongan lemah dan orang-orang yang tidak punya. Serta rela hidup biasa saja dan berpenampilan sederhana demi rakyat tanpa pamrih. Hal ini jelas berbeda dengan gambaran pemimpin narsis guna mendapatkan suara rakyat seperti yang disinggung oleh Mahfud MD.
Selain berorasi ilmiah, Mahfud MD juga mendapat mandat dari Safi’ selaku Rektor UTM untuk meresmikan dan menandatangani masjid KH. Abdurrahman Wahid. Pada usia ke-22 UTM ini, Mahfud berharap semoga UTM akan semakin eksis, dapat terus meningkatkan peran serta menampakkan kiprahnya dalam bidang keilmuan dan eksistensinya bagi masyarakat. Beliau juga berharap UTM dapat terus mengembangkan riset yang membantu kemanfaatan untuk kepentingan bersama.
”Saya berharap semoga UTM semakin eksis, serta dapat terus meningkatkan peran dan kiprahnya dalam bidang keilmuan dan eksistensinya bagi masyarakat,” ungkapnya (07/07).
Surokim, selaku ketua pelaksana pada acara ini berharap agar ke depannya UTM dapat meningkatkan semangat kolaborasi, semangat kebersamaan, dan semangat untuk saling menguatkan guna menghadapi tantangan di masa mendatang setelah menjadi Badan Layanan Umum (BLU).
“Diharapkan bisa saling menguatkan mulai dari civitas academica, mulai dari pendiri maupun pengurus karena sekarang UTM sudah menjadi BLU," pungkasnya (07/07).
Adapun acara tersebut ditutup pada pukul 11.00 WIB, dengan Mahfud MD melaksanakan agenda lanjutannya di masjid Agung Bangkalan. (LRS/HI)
