WKUTM—Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), pada Selasa lalu (16/05) telah menginstruksikan pada seluruh Ketua Umum (Ketum) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) melalui grup WhatsApp (WA), agar mengirimkan satu anggotanya ke dalam kepanitiaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) sebagai delegasi dari UKM tersebut. Akan tetapi, dalam penerapannya seluruh anggota UKM yang didelegasikan untuk menjadi panitia ditempatkan di satu Seksi (Sie) yang sama sebagai Sie Perlengkapan dan ada juga beberapa yang tidak lolos seleksi kepanitiaan. Alhasil, kebijakan ini pun menuai kritik dari beberapa UKM.
Maulana Totty Hidayat, selaku delegasi dari UKM Mahasiswa Pencinta Alam (MPA) Gunung, Hutan, Bahari, Tebing, Rawa dan Sosial (Ghubatras), merasa kecewa karena ia mendapat Sie kepanitiaan yang tidak sesuai dengan Sie yang dipilihnya. Pihaknya mengungkapkan saat mendaftar memilih Sie Liaison Officer (LO) dan Komisi Penegak Kedisiplinan (KPK). Alasan memilih keduanya karena berdasarkan basic pengalaman yang dimiliki dalam Ghubatras pihaknya menjadi penghubung informasi antara peserta dan panitia. Akan tetapi, dirinya masuk dalam Sie Perlengkapan.
”Pilihan pertama LO, kedua memilih KPK, itu karena berdasarkan basic pengalaman yang saya peroleh di organisasi akan tetapi kenapa bisa masuk ke dalam Sie Perlengkapan, padahal lebih berpengalaman di Sie yang lainnya,” ungkapnya ketika ditemui di Sekretariat Ghubatras (06/06).
Pria yang kerap disapa Alan tersebut menuturkan bahwa dirinya sudah memenuhi syarat dan ketentuan dari panitia PKKMB, mulai dari pengisian pranala pendaftaran hingga mengikuti proses wawancara. Pihaknya menambahkan, saat melakukan proses wawancara merasa terdapat kejanggalan dari pihak panitia, bahwa terdapat peserta yang membawa berkas administrasi tidak lengkap tetap diperolehkan masuk ke dalam proses wawancara.
”Masalah pendaftaran lengkap semua sesuai arahan dari panitia, dan melakukan wawancara sesuai jadwal. Tetapi, ada sedikit kerancuan yang saya lihat misalnya peserta yang baru datang langsung diperbolehkan masuk dan ada peserta yang membawa administrasi tidak lengkap tetap diperbolehkan masuk ruang wawancara,” tutur mahasiswa asal Gresik tersebut.
Senada dengan Alan, salah satu delegasi UKM yang berinisial Y juga mengungkapkan hal yang sama bahwa dirinya sudah mengisi pranala pendaftaran di website tepat waktu dan mengikuti proses wawancara.
”Saya memenuhi dari semua syarat yang ada, semua berkas saya lengkapi sesuai format yang ada dan ikut wawancara,” ungkapnya melalui WA (05/06).
Menanggapi terkait peserta delegasi, Ahla Nurus Saada selaku ketupel PKKMB Sakera 2023 menuturkan agar peserta delegasi tidak mengentengkan persyaratan panitia. Pihaknya mengantisipasi agar tidak menjadi bumerang bagi panitia, karena adanya hak istimewa yang dimiliki oleh delegasi UKM.
''Saya minta dari delegasi UKM agar tidak mengentengkan persyaratan dari panitia. Takutnya nanti jadi serangan untuk panitia karena hak istimewa kebebasan yang dimiliki oleh peserta delegasi," jelas Mahasiswa Ilmu Hukum tersebut (06/06).
Muhammad Muntoha selaku delegasi dari Creative Computer Club (Triple-C), mengaku tidak lolos seleksi panitia PKKMB, sebab pihaknya tidak ikut seleksi wawancara. Pada saat itu, dirinya sedang berada di luar kota. Pihaknya juga sudah melakukan konfirmasi terkait perubahan jadwal, tetapi tetap tidak diperbolehkan. Sebelumnya Muntoha beranggapan bahwa peserta delegasi dapat langsung diterima tanpa harus mengikuti proses wawancara.
”Saya rasa sistem delegasi itu seperti langsung diterima tapi ternyata harus mengikuti proses wawancara,” jelasnya melalui WA (05/06).
Hal serupa dialami oleh Muhammad Ansari selaku delegasi dari UKM Seni Nanggala yang tidak diterima dalam panitia PKKMB karena baru saja mendapat informasi dari Ketum untuk mengisi pranala pendaftaran dan wawancara.
”Baru mendapat informasi untuk mengisi pranala pendaftaran dan wawancara,” ujarnya (06/06).
Nasib berbeda dialami oleh Riski Asrul Ananda selaku delegasi dari Paduan Suara (PS) Golden, pasalnya dirinya tidak masuk dalam kepanitiaan PKKMB meskipun sudah mengikuti proses wawancara dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan panitia PKKMB. Adapun Riski menaruh pilihan pertama dan kedua adalah bagian Information and Techonology (IT), pilihan tersebut disandarkan pada pengalamannya di organisasi.
”Pilihan pertama IT, pilihan kedua IT juga. Saat wawancara kemarin ketika ditanya jika dimasukkan ke dalam Sie yang lain, saya menjawab ‘tidak menerima, karena itu sudah merupakan bidang saya’ begitu,” tanggapnya (06/06)
Mengenai pengalaman yang dimaksud oleh Riski adalah pihaknya menjadi Community Organizer (CO) Publikasi, Dekorasi dan Dokumentasi (PDD) saat Dies Natalis Himpunan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Riski menambahkan, terkait pendaftaran antara peserta delegasi dengan peserta reguler sudah sesuai prosedur. Namun Riski mengaku mendapat informasi jika dirinya dinyatakan tidak mengisi pranala pendaftaran dan tidak hadir saat proses wawancara. Hal ini lantas membuat dirinya kebingungan karena merasa sudah melalui seluruh proses yang disyaratkan.
”Setahu saya itu kata delegasi selalu diterima, entah itu dimasukan ke Sie lain seperti itu. Saya punya teman anak BEM juga katanya nama saya tidak terdaftar di online dan tidak hadir ketika wawancara, bilangnya seperti itu. Tapi untuk lebih jelasnya saya kurang tahu,” bebernya.
Menanggapi banyaknya keluhan dari pihak UKM, Ahla mengungkapkan untuk pertimbangan menetapkan delegasi ke dalam Sie perlengkapan sudah berdasarkan indikator penilaian masing-masing CO yang mewawancarainya pada saat itu. Pihaknya menambahkan, peserta yang memilih Sie perlengkapan hanya dua orang, sehingga saat wawancara di pos dua, Ahla mempertanyakan kesiapan peserta lainnya untuk dipindahkan ke Sie lain, menunjukkan kesiapan. Hal tersebut yang menjadikan bahan pertimbangan tambahan dari panitia.
”Teman-teman CO yang mewawancarai memiliki penilaiannya masing-masing, itu menjadi pertimbangannya. Kemudian saya lihat di Sie Perlengkapan ini memang sedikit peminatnya, jadi ketika saya wawancarai di pos dua mengenai kesiapannya untuk dipindah ke Sie yang lain, mengatakan siap,” jelas Mahasiswa asal Bangkalan tersebut (06/06).
Perihal tindak lanjut dari keluhan teman-teman delegasi UKM, Ahla akan menyampaikan di rapat yang akan diadakan Rabu (07/06) dengan Ketupel dan panitia dosen.
”Jika pada rapat besok disetujui oleh Ketupel dosen terkait delegasi UKM yang belum masuk, akan saya masukkan dan akan saya sampaikan keluhan-keluhan dari teman-teman sekalian,” ungkapnya.
Wanita yang kerap disapa Ahla tersebut juga meminta maaf apabila hal tersebut menjadi bentuk kekecewaan dari teman-teman UKM, karena hal tersebut memang sudah sesuai dengan pertimbangan yang ada. Adapun Ahla menjelaskan alasan yang membuat dirinya tidak sadar kenapa delegasi UKM masuk perlengkapan karena dalam berkas tersebut tidak mengatas namakan nama UKM tetapi atas nama fakultas.
”Semisal itu adalah bentuk kekecewaan dari teman-teman UKM saya minta maaf, karena itu sudah sesuai degan penilaian teman-teman CO sudah dipertimbangkan, yang kami tidak sadar kenapa di Sie Perlengkapan adalah karena pada data itu tidak atas nama UKM melainkan atas nama fakultas,” ujarnya.
Harapan muncul dari delegasi PS Golden yaitu lebih terbuka dari pihak panitia PKKMB. Pasalnya jika melihat dari kata delegasi seharusnya pasti diterima. Jika tidak melalui anggota yang di delegasikan mungkin bisa melalui ketua umumnya.
"Harapan saya, panitianya lebih transparan dalam memberikan pengumuman kepada delegasi UKM. Untuk alasan tidak diterimanya mungkin bisa disampaikan kepada saya atau melalui ketumnya," harapnya.
Harapan lain hadir dari Muhammad Ansari selaku delegasi dari UKM Seni Nanggala agar dilaksanakan wawancara susulan.
"Saya berharap akan ada wawancara susulan, supaya dapat masuk ke dalam panitia PKKMB," ujarnya. (SHA/J2)
