Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Terkendala Anggaran, Toilet UTM Tak Kunjung Diperbaiki

Sabtu, 04 Juni 2022 | 07.24.00 WIB Last Updated 2022-06-04T14:28:53Z



WKUTM- Sejumlah toilet di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali mengalami kerusakan sejak perbaikan yang dilakukan pada perkuliahan hybrid lalu. Menurut keterangan yang diperoleh, saat ini kerusakan tersebut belum sempat diperbaiki lantaran anggaran disinyalir belum ada. Adapun rincian dari lokasi toilet yang mengalami kerusakan adalah pada Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (FISIB), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Keislaman (Fkis), Gedung Cakra, Sekretariat Bersama (Sekber), Laboratorium Sosial (Labsos), serta Gedung Graha Utama.


Hal ini seperti yang diungkapkan salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Psikologi yang tidak ingin disebutkan identitasnya, bahwa toilet pada gedung FISIB mengalami kerusakan. Dirinya menemui keran air yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.


”Ketika saya ke sana ada masalah pada kerannya. Ada tiga wastafel, namun hanya satu yang bisa digunakan,” tuturnya (23/05).


Adapun Rifky Baidhowi, selaku mahasiswa Program Studi (Prodi) Sosiologi, mengungkapkan bahwa fasilitas di toilet FISIB kurang memadai dari segi fasilitas dan kebersihan. Rifky mengaku karena kekurangan tersebut, dirinya memilih menggunakan toilet yang berlokasi cukup jauh dari gedung FISIB yakni di masjid.


”Kemarin saya ke toilet FISIB akan tetapi fasilitas di sana kurang memadai dan kurang bersih,” ungkapnya pada (03/06).


Menanggapi hal tersebut, Ahmad Cholil selaku Wakil Dekan (Wadek) II FISIB memaparkan bahwa sejauh ini pihaknya sudah mengumpulkan data dari beberapa kerusakan pada toilet, salah satunya yakni perihal keran yang tidak bisa menyala. Namun, hal tersebut tidak kunjung mengalami perbaikan dikarenakan anggaran dari pihak universitas belum juga turun ke fakultas.


”Secara keseluruhan saya sudah mendata kerusakan-kerusakan tersebut,” papar  pria asal Surabaya tersebut (02/06).


Lebih lanjut, Cholil mengungkapkan jika sementara pihak fakultas akan memperbaiki kerusakan-kerusakan yang bersifat kecil pada toilet dengan menggunakan dana dari pinjaman pihak ketiga. Menurutnya, peminjaman tersebut harus dilakukan sebab anggaran dari universitas sendiri masih terkunci, dengan pencairan terakhir anggaran yakni di bulan Oktober 2021.


”Anggaran dari universitas kami terima terakhir kali bulan Oktober. Sementara untuk saat ini, jika tidak terlalu besar seperti halnya keran maka akan ditangani oleh fakultas terlebih dahulu,” ungkap pria asal Surabaya tersebut.


Ihwal alasan terkuncinya anggaran, Cholil memaparkan jika pihaknya tidak mengetahui secara jelas alasan di balik tidak cairnya anggaran perbaikan toilet. Pencairan dana merupakan permasalahan dari universitas, meski begitu Cholil tetap melakukan konsultasi dengan bagian keuangan, namun dirinya belum mendapatkan tanggapan lebih lanjut.


”Saya tidak tahu, itu urusannya pusat. Sebelumnya sudah konsultasi ke bagian keuangan, Namun tidak jelas alasannya apa,” paparnya.


Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Firman Farid Munshoni selaku Wadek II FP. Firman menuturkan bahwa sementara waktu, anggaran yang digunakan untuk melakukan perbaikan pada toilet yang rusak berasal dari pihak fakultas sendiri. Hal itu dikarenakan anggaran dari universitas tidak terdapat kejelasan.


”Anggaran dari universitas belum turun. Jadi, sementara kita swadaya dari fakultas dahulu,” tuturnya (30/05).


Menanggapi keluhan yang datang dari mahasiswa dan pihak fakultas, Amrin Rozali, selaku Kepala Barang Milik Negara (BMN) mengungkapkan jika pihaknya telah melakukan survei fasilitas kampus setiap hari. Survei tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Biro Umum dan Keuangan (BUK) dan BUK akan menentukan skala prioritas dari segi urgensinya.  Selain itu, menurut Amrin, anggaran memang belum dicairkan. Namun, saat anggaran tersebut telah cair, maka akan segera dilakukan perbaikan.


”Yang pasti kami belum mendapat dana anggaran, jika sudah pasti akan segera kami perbaiki,” ungkap pria asal Sumenep tersebut (02/06).


Adapun terkait harapan dari masalah toilet ini, Nur Vian Alvi Yunita, selaku anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Gunung, Hutan, Bahari, Tebing, Rawa, dan Sosial (GHUBATRAS)  berkeinginan agar fasilitas yang ada bagi mahasiswa lebih diperhatikan dan pihak kebersihan lebih tanggap dalam merawat toilet yang ada.


”Kondisi di toilet Sekber sekarang tidak nyaman. Jika ada hal urgent maka harus lari ke masjid. Saya berharap untuk pihak kampus lebih memperhatikan fasilitas yang ada,” pungkasnya (30/05). (SHA/RET).

×
Berita Terbaru Update