Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Masih Proses Akreditasi, Halal Center UTM Belum Bisa Beroperasi

Kamis, 14 April 2022 | 05.40.00 WIB Last Updated 2022-04-17T22:25:03Z
WKUTM - Halal Center Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah diresmikan oleh K.H. Ma’ruf Amin selaku Wakil Presiden Republik Indonesia pada 13 Januari 2022. Namun, lantaran Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) sebagai pengujian masih terkendala pada akreditasi, Halal Center UTM belum bisa digunakan untuk mengajukan sertifikasi Halal kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Muhammad Ersya Faraby, Ketua LPH UTM, membenarkan jikalau LPH masih dalam proses akreditasi yang telah diajukan semenjak dua bulan lalu melalui website Halal.go.id. Ersya menjelaskan bahwa kemoloran tersebut disebabkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal  (BPJPH) belum memberikan akreditasi Halal Center UTM. 

”LPH saat ini sedang proses akreditasi dari BPJPH, jadi sudah kita kirim berkas-berkasnya sebagai syarat pengajuan akreditasi ke BPJPH melalui website yang sudah tersedia. Jika belum ada akreditasi, LPH tidak bisa melakukan aktivitas terkait pengujian,” jelasnya  (13/04). 

Terkait UMKM, Ersya memaparkan sudah ada yang mendaftar kurang lebih 200 usaha dan tarif yang dikenakan untuk setiap pengajuan sertifikasi halal UMKM adalah gratis. Selain itu, Ersya menjelaskan LPH UTM akan divisitasi setelah hari raya idul fitri 2022. Namun, pihaknya belum bisa memastikan kapan akan dilakukan.

“Kemarin ada kabar bahwa akan divisitasi setelah lebaran, namun kapan bulannya, masih belum tahu,” paparnya.

Eni Sri Rahayuningtyas, selaku divisi Sumber Daya Manusia (SDM) LPH, menuturkan bahwa Halal Center UTM masih bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB), Malang. Dia berpendapat, alasan kerja sama ini lantaran UB satu-satunya yang sudah memenuhi akreditasi di Jawa Timur.

”Jadi selama labolatoriumnya UTM belum mendapat akreditasi maka kalau ada pengujian, kita mengujinya di labolatorium UB,” tutur perempuan asal Madiun tersebut (12/04).

Lebih lanjut, Eni mengungkapkan bahwa proses akreditasi LPH membutuhkan waktu yang lama. Dirinya membandingkan dengan UB yang membutuhkan waktu empat tahun.

”UB saja butuh waktu empat tahun untuk difinalisasi akreditasinya,” ungkapnya.

Muhammad Ersya Faraby berharap supaya LPH UTM segera mendapat akreditasi dari BPJPH, agar segera beroperasional. Dia juga menginginkan pelaku usaha untuk melakukan pemeriksaan halal.
 
”LPH segera terakreditasi supaya segera beroperasional, dan bekerja. Yang pastinya pelaku usaha harus lebih memahami terhadap pemeriksaan halal produknya,” harapnya. (SHA/AHR).

×
Berita Terbaru Update