| Proses Perawatan Jalan Kembar UTM. Foto: Xin |
WKUTM - Dilansir dari laman Sistem Informasi
Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SiRUP LKPP), Universitas Trunojoyo Madura (UTM)
telah melakukan proses perawatan paving jalan kembar dan gedung softskill.
Adapun total dana untuk kedua proyek tersebut mencapai total Rp. 400.000.000,-
(empat ratus juta rupiah).
Amrin Rozali, selaku Unit Layanan
Pembangunan, mengungkapkan jika pihaknya sempat menilik proses perawatan pada
gedung softskill tersebut dan mengungkapkan jika proses perawatan yang
dilakukan hanyalah pengecatan ulang tembok, genting, penggantian plafon dan
jurai.
”Karena catnya sudah mengelupas, jurai
dan plafonnya keropos, maka dilakukan perawatan,” ungkap pria asal Bangkalan
tersebut.
Senada dengan Amrin, Adi, selaku Kepala
Kontraktor, menyatakan bahwa UTM hanya melakukan perawatan dengan penggantian
bagian jurai, plafon, pengecatan tembok, dan genting. Sedangakan untuk dana
yang disediakan, Adi menjelaskan hanya mencakup untuk bagian luar saja. Dana
yang turun juga dipangkas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan
(PPh).
"Kebetulan dananya hanya mencakup
untuk luarnya saja. Jadi seperti genteng yang bocor, terus pengecatan. (dananya)
Lebih besar di pengecatan, sama perbaikan plafon dan genting. Karena dananya hanya mencukupi itu,"
jelas pria alumni UTM tersebut.
Perihal paving jalan kembar, Amrin
menuturkan jika UTM juga melakukan perawatan dengan alasan bahwa kondisi
kerusakan jalan kembar tersebut sudah
parah.
”Karena kerusakan paving di jalan
kembar sudah parah, maka kami lebih memprioritaskan lokasi tersebut untuk
dilakukan perawatan,” tuturnya.
Amrin menambahkan perawatan paving
yang dilakukan kurang lebih sepanjang 100 meter, dimulai dari gerbang utama
pintu masuk hingga pertigaan. Pengisian ulang pasir diperkirakan akan selesai
kurang dari 2 bulan, namun juga bisa menjadi lebih cepat.
“Tergantung keadaan di lapangannya,
apakah ada kendala ataupun pekerjanya lebih banyak. Yang pasti cepat, kurang
dari 2 bulan,” ujarnya.
Jalan kembar tersebut tidak dilakukan
perawatan sampai dua sisi jalan. Hal itu dikarenakan jalan tersebut merupakan gerbang
utama untuk masuk ke UTM. Jadi, untuk yang dilakukan perawatan hanya bagian
barat saja.
“Jika direnovasi dua-duanya sepertinya
tidak memungkinkan, karena akan menutup dua sisi jalan, jadi paving yang
diperbaiki hanya
yang berada di bagian barat saja,” sambungnya.
Prasetyo Nugroho, selaku Ketua
Perencanaan Anggaran menjelaskan jika dana pelaksanaan bisa saja tidak mencapai
pagu anggaran yang ditetapkan. Karena itu, jika dana masih tersisa rencananya
akan dimasukkan ke dalam proyek lain yang lebih diprioritaskan oleh rektor jika
masih mencukupi.
”Bisa saja dananya tidak sampai menghabiskan dua ratus juta rupiah, karena itu memang hanya pagu,”ujarnya. (Xin/J2).
