Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perawatan Gedung Softskill dan Jalan Kembar Habiskan 400 Juta Rupiah

Kamis, 08 April 2021 | 23.51.00 WIB Last Updated 2021-04-09T06:51:47Z

 

Proses Perawatan Jalan Kembar UTM. Foto: Xin

WKUTM - Dilansir dari laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SiRUP LKPP), Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah melakukan proses perawatan paving jalan kembar dan gedung softskill. Adapun total dana untuk kedua proyek tersebut mencapai total Rp. 400.000.000,- (empat ratus juta rupiah).

 

Amrin Rozali, selaku Unit Layanan Pembangunan, mengungkapkan jika pihaknya sempat menilik proses perawatan pada gedung softskill tersebut dan mengungkapkan jika proses perawatan yang dilakukan hanyalah pengecatan ulang tembok, genting, penggantian plafon dan jurai.

 

”Karena catnya sudah mengelupas, jurai dan plafonnya keropos, maka dilakukan perawatan,” ungkap pria asal Bangkalan tersebut.

 

Senada dengan Amrin, Adi, selaku Kepala Kontraktor, menyatakan bahwa UTM hanya melakukan perawatan dengan penggantian bagian jurai, plafon, pengecatan tembok, dan genting. Sedangakan untuk dana yang disediakan, Adi menjelaskan hanya mencakup untuk bagian luar saja. Dana yang turun juga dipangkas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh).

 

"Kebetulan dananya hanya mencakup untuk luarnya saja. Jadi seperti genteng yang bocor, terus pengecatan. (dananya) Lebih besar di pengecatan, sama perbaikan plafon dan genting. Karena dananya hanya mencukupi itu," jelas pria alumni UTM tersebut.

 

Perihal paving jalan kembar, Amrin menuturkan jika UTM juga melakukan perawatan dengan alasan bahwa kondisi kerusakan jalan kembar  tersebut sudah parah.

 

”Karena kerusakan paving di jalan kembar sudah parah, maka kami lebih memprioritaskan lokasi tersebut untuk dilakukan perawatan,” tuturnya.

 

Amrin menambahkan perawatan paving yang dilakukan kurang lebih sepanjang 100 meter, dimulai dari gerbang utama pintu masuk hingga pertigaan. Pengisian ulang pasir diperkirakan akan selesai kurang dari 2 bulan, namun juga bisa menjadi lebih cepat.

 

“Tergantung keadaan di lapangannya, apakah ada kendala ataupun pekerjanya lebih banyak. Yang pasti cepat, kurang dari 2 bulan,” ujarnya.

 

Jalan kembar tersebut tidak dilakukan perawatan sampai dua sisi jalan. Hal itu dikarenakan jalan tersebut merupakan gerbang utama untuk masuk ke UTM. Jadi, untuk yang dilakukan perawatan hanya bagian barat saja.

 

“Jika direnovasi dua-duanya sepertinya tidak memungkinkan, karena akan menutup dua sisi jalan, jadi paving yang diperbaiki hanya yang berada di bagian barat saja,” sambungnya.

 

Prasetyo Nugroho, selaku Ketua Perencanaan Anggaran menjelaskan jika dana pelaksanaan bisa saja tidak mencapai pagu anggaran yang ditetapkan. Karena itu, jika dana masih tersisa rencananya akan dimasukkan ke dalam proyek lain yang lebih diprioritaskan oleh rektor jika masih mencukupi.

 

”Bisa saja dananya tidak sampai menghabiskan dua ratus juta rupiah, karena itu memang hanya pagu,”ujarnya. (Xin/J2).

×
Berita Terbaru Update