Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wisuda Semester Ganjil Tahun 2020/2021 Dipastikan Luring

Rabu, 10 Maret 2021 | 20.59.00 WIB Last Updated 2021-03-11T04:59:54Z

 

Wisuda XXII UTM. Foto : Rah

WKUTM – Berdasarkan Surat Pengumuman Nomor B/425/UN46/00.00/2021 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) akan menggelar wisuda semester gasal tahun 2020/2021 secara luar jaringan (luring). Rencananya wisuda tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 27 Maret hingga 4 April 2021 mendatang.

 

Terkait hal tersebut, Deni Setya Bagus Yuherawan selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik belum dapat memberikan keterangan. Saat akan ditemui di ruangan (09/02), sekretarisnya mengatakan bahwa saat ini dirinya belum bisa ditemui, karena masih mengikuti rapat terkait proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

 

Adapun Supriyanto, selaku Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI) juga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Pihaknya hanya mengungkapkan bahwa saat ini UTM tinggal menunggu persetujuan dari pihak Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease (Satgas Covid-19) Kabupaten Bangkalan.

 

”Hari Jum’at lalu kami sudah melakukan pertemuan, dan saat ini tinggal menunggu balasan keputusan dari sana (red: Satgas Covid-19 Kabupaten Bangkalan),” ungkapnya.

 

Ningwar, selaku Ketua Satgas Covid-19 UTM menerangkan bahwa perihal izin pelaksanaan wisuda luring UTM sebenarnya hanya perlu memberikan pemberitahuan kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Bangkalan melalui panitia pelaksana. Namun, sampai sekarang panitia pelaksana belum dibentuk, dibuktikan dengan dirinya yang juga belum melakukan persiapan apapun perihal acara tersebut.

 

”Nanti akan dibentuk panitia, ketika sudah terbentuk, panitia tersebut yang akan melaporkan pelaksanaan wisuda luring ini kepada pihak Satgas Covid-19 Kabupaten Bangkalan,” ujarnya.

 

Achmad Ubaidillah, selaku Wakil Dekan I Fakultas Teknik (FT) menanggapi hal ini, dirinya mengaku tidak menjadi masalah apabila kondisi dan keadaannya memungkinkan. Namun, dirinya tetap berharap bahwa pelaksanaan wisuda kali ini dapat dilakukan secara daring, mengingat kondisi pandemi saat ini yang belum mereda. Menurutnya, dengan dilaksanakannya wisuda secara luring, akan banyak protokol yang harus diterapkan, dan akan ada harga mahal yang harus dibayar apabila dalam pelaksanaannya nanti terjadi hal yang tidak diinginkan.

 

"Meski nanti akan mengurangi tingkat kesakralan prosesi wisuda, saya pribadi lebih berharap jika wisuda dapat diadakan secara daring, mengingat selain penerapan protokol kesehatan yang ketat, resiko yang akan dibayar juga sangat mahal jika sampai terjadi apa-apa," ungkapnya.

 

Lindasari, selaku calon wisudawan Fakultas Pertanian (FP) sedikit berbeda, dirinya mengungkapkan bahwa kebijakan penyelenggaraan wisuda secara luring ini dirasa sudah tepat. Ia mengacu pada pelaksanaan wisuda di semester lalu yang mampu dilaksanakan secara luring, meskipun sedang berada di tengah kondisi pandemi.

 

”Tahun kemarin yang jumlah wisudawan lebih banyak, prosesi wisuda dapat digelar secara luring, apalagi saat ini jumlah calon wisudawan yang lebih sedikit, harusnya lebih memungkinkan untuk diselenggarakan secara luring,” ungkapnya. (WM/ARH).

×
Berita Terbaru Update