Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

UTM Lakukan Vaksinasi Gelombang Pertama

Senin, 08 Maret 2021 | 10.09.00 WIB Last Updated 2021-03-08T18:09:15Z

Vaksinasi Gelombang I. Foto : Khum


WKUTM – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah melakukan vaksinasi massal kepada 1.044 orang, yang meliputi 835 karyawan dan dosen, 70 security, dan 139 cleaning service. Vaksinasi ini dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga selesai yang dilaksanakan pada tiga tempat yaitu di Gedung Pertemuan, Gedung Cakra, dan Gedung Graha Utama(07/03).

 

Ningwar selaku, Ketua Satuan Tugas penanganan corona virus disease 2019 (Satgas Covid-19) UTM, menjelaskan bahwa vaksin tersebut dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang ditujukan kepada dosen, karyawan, security, dan cleaning service.

 

”Rencana mau meminta vaksinasi, tapi Bupati Bangkalan sudah mendata orang yang ada di UTM baik dosen, karyawan maupun security serta cleaning service.” jelasnya.

 

Selanjutnya, ia memaparkan bahwa akan dilakukan vaksin kedua, yaitu pada tanggal 22 Maret 2021.

 

”Nanti ada lagi, yaitu  tanggal 22 Maret 2021 mendatang”, paparnya.

 

Ningwar juga menambahkan bahwa, belum ada informasi jatah vaksin untuk mahasiswa. Menurutnya, hal ini karena lokasi mahasiswa menyebar, sehingga kemungkinan akan diberikan vaksin lewat pemerintah di daerah asalnya.

 

”Belum ada untuk mahasiswa, karena mahasiswa itu menyebar. Mungkin nanti, lewat kampungnya, atau pemerintah daerah tempat tinggal”, tambahnya.

 

Trisia Fajrini, selaku salah satu dokter yang memberikan vaksin menjelaskan jika

setelah pemberian dosis vaksin pertama ini, ada pemberian dosis vaksin kedua. Waktu pemberian vaksin kedua setelah 14 hari kemudian untuk pasien non lanjut usia (lansia), namun untuk pasien lansia akan diberikan 14 sampai 28 hari. Perbedaan waktu pemberian tersebut karena respon imun yang muncul dari pasien non lansia dan lansia berbeda.

 

”14 hari kemudian untuk non lansia, sedangkan lansia 28 hari lagi. Perbedaan ini karena respon imun yang muncul untuk lansia 28 hari, tapi kalau orang biasa yang non lansia 14 hari,” jelasnya.

 

Dokter asal Bangkalan tersebut juga memaparkan bahwa ada beberapa efek setelah vaksinasi yang dilaporkan sering terjadi, efek yang paling banyak yaitu mengantuk dan agak lapar. Tapi untuk sampai efek dengan gejala yang parah belum ada laporan.

 

”Efek yang paling banyak dilaporkan setelah vaksin yaitu mengantuk dan agak lapar, namun untuk laporan efek sampai dengan gejala yang parah belum ada laporan,” paparnya.

 

Dirinya menambahkan, untuk efek mengantuk dan agak lapar tidak bisa dihindari karena merupakan sistem tubuh. Namun, untuk efek lokal setelah divaksin seperti pada daerah yang dikenakan injeksi terasa sedikit nyeri, maka bisa dihindari dengan dikompres.

 

Samsul Gunawan, selaku Staf Akademik Prodi Ilmu Komunikasi, menjelaskan bahwa, sebelum divaksin terdapat pengecekan kesehatan. Yaitu, ditanyai perihal riwayat kesehatannya, kemudian didata oleh petugas kesehatan dan pengecekan kesehatan secara umum.

 

”Diberikan pertanyaan sama dokter riwayat-riwayat sakit, terus punya keluhan apa sebelum divaksin itu. Didata dulu sama dokter, sebelum vaksinasi dicari data riwayat penyakitnya terus ditensi dilihat tekanan darahnya,” jelasnya.

 

Ia berharap dengan adanya vaksin dari pemerintah ini dapat lebih baik lagi dalam menangani pandemi Covid-19.

 

”Harapannya ketika sudah divaksin nanti, bisa lebih baik untuk menghadapi pandemi Covid-19”, harapnya. (Aml/Cha).
×
Berita Terbaru Update