Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rendah Minat Literasi, UTM Bentuk Komunitas Literasi Raya

Jumat, 19 Maret 2021 | 03.38.00 WIB Last Updated 2021-03-22T07:46:23Z

Gedung Cakra. Foto : Ro

 WKUTM – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah meresmikan Komunitas Literasi Sejarah dan Budaya (Raya) sejak 20 Februari 2021 lalu melalui web seminar (Webinar) untuk mengembangkan gerakan literasi di lingkup luar dan dalam kampus. Adapun komunitas ini diinisiasi oleh pihak perpustakaan UTM yang beranggotakan lima orang.

 

Iriani Ismail, selaku Pembina komunitas Literasi Raya, mengungkapkan alasan dibentuknya komunitas tersebut adalah untuk memperoleh jaringan pojok baca. Selain itu, keberadaan komunitas tersebut dirasa penting untuk pengembangan gerakan literasi kedepannya.

 

”Kami rasa keberadaan komunitas ini penting untuk pengembangan gerakan literasi kedepan,” ungkapnya.

 

Pihaknya menyayangkan, bahwa saat ini minat baca di UTM masih tergolong rendah dan menegaskan mahasiswa harus mampu mempunyai kesadaran sendiri terkait minat baca. Ia pun berharap jika kesadaran literasi itu hadir atas motivasi dan kemauan pribadi, tidak sekedar menyelesaikan tugas, baik dari literatur fisik atau online maupun informasi dari orang lain. Sehingga masyarakat umum turut dapat tergerak untuk meningkatan kualitas hidupnya sendiri.

 

”Kita ingin mahasiswa tetap membaca meskipun tidak ada yang meminta dan tidak terdapat tugas,” harapnya.

 

Senada dengan Iriani, Gita Millenia Prameswari, selaku Sekretaris Umum Komunitas Literasi Raya menilai jika minat literasi mahasiswa masih rendah dan belum ada komunitas yang membimbing pada aspek literasi. Gita memaparkan terdapat penurunan pengunjung perpustakaan saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) offline juga KBM online.

 

Dilihat dari sudut pandang saya pribadi, mahasiswa ketika berkunjung ke perpustakaan baik saat masih KBM offline tidak terlalu banyak dan cenderung ke perpustakaan ketika terdapat tugas saja, lalu ketika KBM online justru semakin menurun. Berangkat dari hal tersebut, saya dan kawan-kawan membentuk komunitas literasi di tingkat kampus, selain mengingat juga belum terdapat komunitas yang menggandeng aspek literasi ini,” papar mahasiswa asal Sumedang tersebut.


Miftahul Janah, selaku Mahasiwa Program Studi (Prodi) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berharap dengan adanya Komunitas Literasi Raya dapat membantu meningkatkan literasi, terutama di lingkungan UTM.

 

”Semoga dengan adanya komunitas itu bisa membantu meningkatkan literasi, terutama di lingkungan UTM,” harap mahasiswa asal Gresik tersebut.

 

Sementara itu, Uzair Asyakir, selaku Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi mengaku belum mengetahui adanya Komunitas Literasi Raya.

”Tidak tahu,” ungkapnya. (Mel/Ahr)
×
Berita Terbaru Update