![]() |
| Gedung Cakra. Foto : Ro |
WKUTM – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah meresmikan Komunitas Literasi Sejarah dan Budaya (Raya) sejak 20 Februari 2021 lalu melalui web seminar (Webinar) untuk mengembangkan gerakan literasi di lingkup luar dan dalam kampus. Adapun komunitas ini diinisiasi oleh pihak perpustakaan UTM yang beranggotakan lima orang.
Iriani Ismail,
selaku Pembina komunitas Literasi Raya, mengungkapkan alasan dibentuknya
komunitas tersebut adalah untuk memperoleh jaringan pojok baca. Selain itu,
keberadaan komunitas tersebut dirasa penting untuk pengembangan gerakan
literasi kedepannya.
”Kami rasa
keberadaan komunitas ini penting untuk pengembangan gerakan literasi kedepan,” ungkapnya.
Pihaknya menyayangkan,
bahwa saat ini minat baca di UTM masih tergolong rendah dan menegaskan
mahasiswa harus mampu mempunyai kesadaran sendiri terkait minat baca. Ia pun
berharap jika kesadaran literasi itu hadir atas motivasi dan kemauan pribadi,
tidak sekedar menyelesaikan tugas, baik dari literatur fisik atau online
maupun informasi dari orang lain. Sehingga masyarakat umum turut dapat tergerak
untuk meningkatan kualitas hidupnya sendiri.
”Kita ingin mahasiswa
tetap membaca meskipun tidak ada yang meminta dan tidak terdapat tugas,”
harapnya.
Senada dengan
Iriani, Gita Millenia Prameswari, selaku Sekretaris Umum Komunitas Literasi
Raya menilai jika minat literasi mahasiswa masih rendah dan belum ada komunitas
yang membimbing pada aspek literasi. Gita memaparkan terdapat penurunan
pengunjung perpustakaan saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) offline juga
KBM online.
”Dilihat dari sudut pandang saya
pribadi, mahasiswa ketika
berkunjung ke perpustakaan
baik saat masih KBM offline tidak terlalu banyak dan cenderung ke perpustakaan ketika terdapat
tugas saja, lalu ketika KBM online justru
semakin menurun. Berangkat dari hal tersebut,
saya dan kawan-kawan membentuk
komunitas literasi di tingkat kampus, selain mengingat juga belum
terdapat komunitas yang menggandeng aspek
literasi ini,” papar mahasiswa asal Sumedang tersebut.
Miftahul Janah, selaku Mahasiwa Program Studi
(Prodi) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berharap dengan adanya Komunitas Literasi Raya dapat
membantu meningkatkan literasi, terutama di lingkungan UTM.
”Semoga dengan adanya komunitas itu bisa membantu meningkatkan literasi,
terutama di lingkungan UTM,” harap mahasiswa asal Gresik tersebut.
Sementara itu, Uzair
Asyakir, selaku Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi mengaku belum mengetahui adanya
Komunitas Literasi Raya.

