![]() |
| Donor Darah KSR PMI UTM. Foto : Jie |
WKUTM -
Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Universitas Trunojoyo Madura
(UTM) menyelenggarakan kegiatan donor darah pada rabu (17/03) pukul 07.00 WIB. Kegiatan yang diselenggarakan di warung Kandang
Kopi ini
dihadiri oleh 16 personil
Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bangkalan dan 20 anggota KSR PMI UTM. Adapun tema
yang diusung dalam kegiatan ini adalah “My Blood Saved You”, total terkumpul sebanyak 65 kantong darah.
Rosidatus Sofia, selaku Penanggung
Jawab kegiatan donor darah mengaku jika pada awalnya pihak KSR UTM
diminta oleh pihak UTD PMI Kabupaten Bangkalan untuk mengadakan kegiatan donor
darah, karena semenjak tahun lalu, persediaan darah PMI Kabupaten Bangkalan
mengalami penurunan yang drastis.
”Kegiatan ini sebenarnya tidak
masuk dalam program kerja (proker), akan tetapi persediaan darah UTD PMI
Kabupaten Bangkalan menurun, sehingga kami diminta untuk menggelar agenda ini,”
ungkap mahasiswa asal Jepara tersebut.
Rosidatus menjelaskan, faktor yang menyebabkan penurunan persediaan darah
UTD PMI Kabupaten Bangkalan adalah sangat sedikitnya jumlah pendonor darah selama
pandemi.
”Semenjak pandemi ini, segala kegiatan dibatasi, bahkan untuk donor darah
pada tahun 2020 kemarin, harus dilakukan secara langsung di UTD PMI Kabupaten Bangkalan.
Kami tidak diperbolehkan menggelar kegiatan donor darah seperti ini, karena ditakutkan akan menimbulkan
kerumunan. Namun untuk saat ini KSR PMI dapat melaksanakan kegiatan
donor darah kembali,” jelas mahasiswi Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah tersebut.
Selain itu, dia menambahkan penurunan persediaan darah ini juga disebabkan
terbatasnya jumlah anggota KSR PMI UTM, yang mana karena hal tersebut, membuat KSR
PMI UTM tidak bisa mengelar kegiatan donor darah secara rutin.
”UTM melalui KSR PMI menjadi pemasok darah terbesar UTD PMI Kabupaten
Bangkalan, akan tetapi karena proses perkuliahan di UTM ini dilaksanakan secara
dalam jaringan (daring), membuat banyak anggota kami yang memilih untuk pulang kampung,
alhasil kami mengalami keterbatasan anggota untuk menggelar kegiatan donor
darah,” lanjutnya.
Terkait tempat pelaksanaan, Ia berpendapat alasannya memilih warung Kandang
Kopi daripada area dalam kampus, salah satunya adalah sebagai upaya untuk menarik
minat masyarakat guna mendonorkan darahnya, mengingat jika digelar di area kampus
ditakutkan akan sedikit pendonor yang datang.
”kami memilih Kandang Kopi karena lokanya yang di pinggir jalan, sehingga
semua orang bisa tahu kalau di sini ada kegiatan donor darah. Kami takusit
kalau acaranya digelar di area kampus, malah sepi pendonor,” ungkapnya.
Rosidatus berharap, semoga kegiatan donor darah ini terus dapat digelar
secara rutin, karena kegiatan ini berguna untuk meminimalisir menurunnya persediaan
darah UTD PMI Kabupaten Bangkalan.
”Harapan kedepannya, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan, karena
selain berguna untuk meminimalisir turunnya persediaan darah UTD PMI Kabupaten
Bangkalan, kegiatan ini juga bisa menjadi sarana membantu sesama,” harapnya.
Faisol Ilham, selaku Petugas Aftap yang bertugas menjelaskan jika personil
aftap didominasi oleh perawat ataupun lulusan Prodi Teknologi Transfusi Darah. Adapun
idealnya seseorang melakukan donor darah,
ia menuturkan sekurang-kurangnya dua sampai dua setengah bulan sekali.
”Untuk pendonor perempuan, idealnya dua bulan setengah sekali, sedangkan
kalau laki-laki dua bulan sekali,” tutur pria asal Madiun tersebut.
Faisol mengungkapkan jika darah yang sudah diambil dari pendonor akan
ditampung oleh petugas UTD PMI Kabupaten Bangkalan akan diperiksa lebih lanjut
di laboratorium, guna memastikan darah yang tersedia adalah darah yang terbebas
dari penyakit menular.
”Setelah dilakukan proses pengambilan darah, akan dilanjutkan dengan proses
pemeriksaan pada terhadap sampel darah yang sudah diambil, jika terindikasi
memiliki penyakit yang menular, kami akan segera menghubungi pendonor yang
bersangkutan,” ungkapnya.
Faisol berharap, jika UTM melalui KSR PMI-nya akan dapat terus membantu
UTD PMI Kabupaten Bangkalan sebagai penyuplai stok darah.
Nurlila Mamluah, salah satu pendonor mengungkapkan motivasi dirinya
mendonorkan darah adalah karena alasan kemanusiaan dan kesehatan.
”Karena, selain lebih sehat, kegiatan donor darah ini dapat membantu
mereka yang membutuhkan,” ungkap mahasiswi asal Tuban tersebut.
Nurlila berharap, jika kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan, karena
secara tidak langsung dapat menyadarkan betapa pentingnya kegiatan donor darah.
”Saya berharap agar kegiatan ini dapat terus dilakukan, mengingat dengan dilakukannya kegiatan tersebut, dapat mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya donor darah,”(Jie/Mbrk).

