Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KSR PMI UTM Gelar Donor Darah

Rabu, 17 Maret 2021 | 06.52.00 WIB Last Updated 2021-03-22T07:45:28Z

 

Donor Darah KSR PMI UTM. Foto : Jie

WKUTM - Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyelenggarakan kegiatan donor darah  pada rabu (17/03) pukul 07.00 WIB. Kegiatan yang diselenggarakan di warung Kandang Kopi ini dihadiri oleh 16 personil Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bangkalan dan 20 anggota KSR PMI UTM. Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “My Blood Saved You”, total terkumpul sebanyak 65 kantong darah.

 

Rosidatus Sofia, selaku Penanggung  Jawab kegiatan donor darah mengaku jika pada awalnya pihak KSR UTM diminta oleh pihak UTD PMI Kabupaten Bangkalan untuk mengadakan kegiatan donor darah, karena semenjak tahun lalu, persediaan darah PMI Kabupaten Bangkalan mengalami penurunan yang drastis.

 

”Kegiatan ini  sebenarnya tidak masuk dalam program kerja (proker), akan tetapi persediaan darah UTD PMI Kabupaten Bangkalan menurun, sehingga kami diminta untuk menggelar agenda ini,” ungkap mahasiswa asal Jepara tersebut.

 

Rosidatus menjelaskan, faktor yang menyebabkan penurunan persediaan darah UTD PMI Kabupaten Bangkalan adalah sangat sedikitnya jumlah pendonor darah selama pandemi.

 

”Semenjak pandemi ini, segala kegiatan dibatasi, bahkan untuk donor darah pada tahun 2020 kemarin, harus dilakukan secara langsung di UTD PMI Kabupaten Bangkalan. Kami tidak diperbolehkan menggelar kegiatan donor darah seperti ini, karena ditakutkan akan menimbulkan kerumunan. Namun untuk saat ini KSR PMI dapat melaksanakan kegiatan donor darah kembali,” jelas mahasiswi Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah tersebut.

 

Selain itu, dia menambahkan penurunan persediaan darah ini juga disebabkan terbatasnya jumlah anggota KSR PMI UTM, yang mana karena hal tersebut, membuat KSR PMI UTM tidak bisa mengelar kegiatan donor darah secara rutin.

 

”UTM melalui KSR PMI menjadi pemasok darah terbesar UTD PMI Kabupaten Bangkalan, akan tetapi karena proses perkuliahan di UTM ini dilaksanakan secara dalam jaringan (daring), membuat banyak anggota kami yang memilih untuk pulang kampung, alhasil kami mengalami keterbatasan anggota untuk menggelar kegiatan donor darah,” lanjutnya.

 

Terkait tempat pelaksanaan, Ia berpendapat alasannya memilih warung Kandang Kopi daripada area dalam kampus, salah satunya adalah sebagai upaya untuk menarik minat masyarakat guna mendonorkan darahnya, mengingat jika digelar di area kampus ditakutkan akan sedikit pendonor yang datang.

 

”kami memilih Kandang Kopi karena lokanya yang di pinggir jalan, sehingga semua orang bisa tahu kalau di sini ada kegiatan donor darah. Kami takusit kalau acaranya digelar di area kampus, malah sepi pendonor,” ungkapnya.

 

Rosidatus berharap, semoga kegiatan donor darah ini terus dapat digelar secara rutin, karena kegiatan ini berguna untuk meminimalisir menurunnya persediaan darah UTD PMI Kabupaten Bangkalan.

 

Harapan kedepannya, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan, karena selain berguna untuk meminimalisir turunnya persediaan darah UTD PMI Kabupaten Bangkalan, kegiatan ini juga bisa menjadi sarana membantu sesama,” harapnya.

 

Faisol Ilham, selaku Petugas Aftap yang bertugas menjelaskan jika personil aftap didominasi oleh perawat ataupun lulusan Prodi Teknologi Transfusi Darah. Adapun  idealnya seseorang melakukan donor darah, ia menuturkan sekurang-kurangnya dua sampai dua setengah bulan sekali.

 

”Untuk pendonor perempuan, idealnya dua bulan setengah sekali, sedangkan kalau laki-laki dua bulan sekali,” tutur pria asal Madiun tersebut.

 

Faisol mengungkapkan jika darah yang sudah diambil dari pendonor akan ditampung oleh petugas UTD PMI Kabupaten Bangkalan akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium, guna memastikan darah yang tersedia adalah darah yang terbebas dari penyakit menular.

 

”Setelah dilakukan proses pengambilan darah, akan dilanjutkan dengan proses pemeriksaan pada terhadap sampel darah yang sudah diambil, jika terindikasi memiliki penyakit yang menular, kami akan segera menghubungi pendonor yang bersangkutan,” ungkapnya.

 

Faisol berharap, jika UTM melalui KSR PMI-nya akan dapat terus membantu UTD PMI Kabupaten Bangkalan sebagai penyuplai stok darah.

 

Nurlila Mamluah, salah satu pendonor mengungkapkan motivasi dirinya mendonorkan darah adalah karena alasan kemanusiaan dan kesehatan.

 

”Karena, selain lebih sehat, kegiatan donor darah ini dapat membantu mereka yang membutuhkan,” ungkap mahasiswi asal Tuban tersebut.

 

Nurlila berharap, jika kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan, karena secara tidak langsung dapat menyadarkan betapa pentingnya kegiatan donor darah.

 

”Saya berharap agar kegiatan ini dapat terus dilakukan, mengingat dengan dilakukannya kegiatan tersebut, dapat mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya donor darah,”(Jie/Mbrk).

×
Berita Terbaru Update