Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kebijakan Wisuda UTM Semester Ganjil Belum Ditetapkan

Senin, 01 Maret 2021 | 08.22.00 WIB Last Updated 2021-03-03T04:13:37Z


Wisuda XXVI. Foto : Wdy

WKUTM –  Universitas Trunojoyo Madura (UTM) belum memastikan
sistem pelaksanaan wisuda ganjil yang akan dilaksanakan pada 27 Maret 2021 mendatang. Adapun keputusan pelaksanaan wisuda secara luar jaringan (luring) atau dalam jaringan (daring) dipertimbangkan dari rapat pihak rektorium dan audiensi bersama calon wisudawan (01/03).

 

Mengenai hal tersebut, Supriyanto, selaku Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAKPSI) mengungkapkan jika pihaknya masih belum bisa memberikan informasi lebih lanjut, karena dari pihak kampus sendiri masih melakukan rapat perihal pelaksanaan wisuda tersebut.

 

”Belum tahu saya, kan masih dirapatkan,” ungkap Supriyanto.

Sebagai Ketua Pelaksana wisuda tahun ini, Supriyanto juga mengungkapkan jika pihaknya bertugas untuk menyukseskan acara, adapun segala kebijakan wisuda nanti ditentukan oleh pimpinan.

 

”Tugas saya yaitu melaksanakan suksesnya wisuda, penentu kebijakan itu dari pimpinan. Saya hanya pelaksana kebijakan pimpinan. Sudah rapat atau belum pimpinan ini kan belum tahu, karena ini permasalahan pimpinan”, ungkap pria asal Nganjuk tersebut.

 

Mengenai tuntutan audiensi dari mahasiswa, Supriyanto menjelaskan jika audiensi merupakan permintaan mahasiswa dan pihak kampus masih melakukan koordinasi untuk menimbang baik dan buruknya.

 

”Mengenai audiensi itu permintaan mahasiswa, sedangkan kami masih merapatkan sehingga kita mengetahui seperti apa plus dan minusnya dari keputusan yang akan diambil nanti. Selain itu, jika antara kami dan mahasiswa memiliki keinginan yang berbeda, tentu kami akan mencari solusi yang tepat sehingga tidak ada klaster di UTM,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan jika pertimbangan dari pelaksanaan wisuda ini juga berasal dari kebijakan satuan tugas corona virus disease 2019 (satgas Covid-19) Bangkalan, dan saat ini pihak kampus telah mengirimkan surat izin, namun belum ada keputusan akan luring atau daring.

 

”Sudah mengirim surat namun tidak ada balasan, perkara nanti luring atau daring itu gampang. Yang penting izinnya dulu. Semisal nanti luring boleh ataupun tidak, tergantung dari satgas covid 19 Bangkalan,” jelasnya.

 

Saat ditanya mengenai evaluasi yang telah dilakukan UTM terkait wisuda luring sebelumnya. Supriyanto mengungkapkan jika wisuda luring tidak efektif, karena memiliki sesi yang cukup banyak, sehingga  menjadikan senat merasa kelelahan.

 

”Jadi sesi-sesi sepertinya tidak efektif karena ternyata capek, terutama senatnya,” ungkapnya.

 

Rizky Eka Suci Ramadhani selaku calon wisudawan dari Fakultas Hukum (FH), mengungkapkan bahwa ia ingin wisuda kali ini bisa dilaksanakan dengan prosesi tatap muka seperti biasa.

 

“Kalau keinginan dan harapan wisuda kali ini sebenarnya seperti halnya wisuda pada umumnya dengan prosesi seperti biasanya dan bisa tatap muka.  Tetapi tidak bisa dipungkiri juga dengan keadaan pandemi saat inipun tidak bisa memaksakan juga harus wisuda secara langsung,”ungkapnya.

 

Lailul selaku calon wisudawan FH juga berharap agar wisuda kali dapat diadakan offline, dengan pihak UTM dapat memperketat protokol kesehatan. Serta jika harus online, ia berharap tidak ada hal-hal yang mempersulit jalannya wisuda.

 

”Kalaupun jadi offline hanya berharap protokol kesehatan diterapkan lebih ketat. Jika online diharap tidak ada hal yang dapat mempersulit wisudawan untuk bergabung di link, karena kondisi jaringan setiap orang tidak sama,” harapnya. (Mel/Cha)

×
Berita Terbaru Update