Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Persiapan Perkuliahan Daring Semester Genap

Rabu, 03 Februari 2021 | 22.07.00 WIB Last Updated 2021-02-04T06:07:29Z

 


WKUTM – Berdasarkan Peraturan Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Nomor 2/UN46/HK.01/2021, tentang pedoman pelaksanaan belajar mengajar semeseter genap tahun akademik 2020/2021, proses perkuliahan pada semester genap akan tetap dilaksanakan secara dalam jaringan (daring). Sementara itu, Deni Setya Bagus Yuherawan, selaku Wakil Rektor I bidang akademik, saat dikonfirmasi terkait hal itu tidak dapat memberikan keterangan.


Supriyanto, selaku Kepala Biro Administrasi, Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI) membenarkan adanya terbitan peraturan rektor tersebut. Hal ini dikarenakan pandemi  Coronavirus Disease 19 (Covid-19) di Kabupaten Bangkalan yang belum mereda. 

 

Dilansir dari laman Bangkalan.go.id, bahwa per tanggal (02/02) mayoritas kawasan di Kabupaten Bangkalan masih berada pada zona resiko sedang dengan berwarnya oranye, serta tercatat jumlah penderita Covid-19 terkonfirmasi sebanyak 1468 jiwa.


”Kami telah berkoordinasi dengan pihak Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Bangkalan dan dihasilkan sebuah keputusan mengenai proses perkuliahan di UTM yang harus tetap dilaksanakan secara daring, .” Ujar pria asal Nganjuk tersebut (03/02).


Perihal waktu dimulainya perkuliahan tersebut pihaknya mengatakan bahwa hal itu mengacu pada Keputusan Rektor Nomor 297/UN46/HK.02/2021 tanggal 28 Agustus 2020, tentang perubahan kedua Keputusan Rektor UTM Nomor 233/UN46/HK.02/2020 tentang Kalender Akademik, menyebutkan bahwa awal dimulainya perkuliahan pada semester genap tahun akademik 2020/2021 adalah pada tanggal 15 Februari mendatang.


”Terkait tanggal dimulainya perkuliahan semester genap, tetap akan mengacu pada Kalender Akademik yang terbit bersamaan dengan Keputusan Rektor UTM Nomor 297/UN46/HK.02/2020, yakni pada tanggal 15 Februari 2021 mendatang,” imbuhnya. 


Menanggapi kebijakan tersebut, Teti Sugiarti, selaku Wakil Dekan (Wadek) I Fakultas Pertanian (FP) mengatakan bahwa pihaknya telah siap menghadapi perkuliahan daring pada semester genap tahun akademik 2020/2021.


”Sejak tahun 2020 kemarin, FP telah berupaya untuk membuat sebuah program tentang peningkatan kompetensi dosen dalam hal pembelajaran berbasis daring. Selain itu, Fakultas Pertanian juga telah menyiapkan sarana smart studio yang mana dapat digunakan oleh dosen untuk mempersiapkan dan menyampaikan materi,” Ujarnya.


Terkait proses perkuliahan pada mata kuliah yang bersifat praktikum, Teti menambahkan bahwa hal tersebut tetap dapat dilaksanakan secara Luar Jaringan (Luring), akan tetapi tetap dengan memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

 

”Sesuai keputusan rektor, seluruh kegiatan praktikum mahasiswa akan dilaksanakan pada  akhir semeseter, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang ketat,” ujar perempuan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut.


Teti juga berharap, agar pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir dan proses perkuliahan dapat segera dilaksanakan secara tatap muka kembali.


”semoga semua pihak tetap dapat serius dalam menghadapi kuliah daring ini, dan pandemi dapat segera berakhir agar kegiatan kembali dapat berjalan dengan normal, tak terkecuali dengan kegiatan perkuliahan,” imbuhnya. 


Berbeda dengan Teti Sugiarti, Rachmad Hidayat, selaku Dekan Fakultas Teknik menyatakan bahwa pihaknya  keberatan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Rektor  yang mengatur tentang proses perkuliahan semester genap yang tetap dilaksanakan secara daring tersebut.


”Secara pribadi saya berharap tetap dapat melaksanakan perkuliahan secara luar jaringan (luring), terlebih FT pastinya identik dengan praktikum. Kalau daring begini jadi kurang maksimal,” ujarnya saat di temui di ruangan.


Terkait jalannya proses perkuliahan pada mata kuliah praktikum, Rachmad menambahkan bahwa pihaknya hanya akan mendatangkan mahasiswa untuk praktikum di area kampus sebanyak satu kali saja.


”Perihal praktikum, mahasiswa hanya akan diperbolehkan untuk datang dan menyelesaikan praktikumnya dalam kurun waktu satu hari saja, setelah itu mahasiswa tidak diperkenankan datang lagi ke area kampus, guna melakukan praktikum,” imbuh pria asal Sumenep tersebut.


Perihal persiapan perkuliahan Daring, Rachmad menjelaskan bahwa Fakultas Teknik tidak lagi berkutat pada permasalahan perkuliahan daring, mengingat pembelajaran daring ini telah memasuki tahun kedua. Namun saat ini, FT lebih fokus untuk mempersiapkan Kurikulum Kampus Merdeka dan tidak lagi terfokus pada kuliah daring, mengingat kuliah daring ini telah memasuki periode kedua.


Ahmad Syafikri Hilmi, Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Informatika mengeluhkan bahwa ia menemui beberapa kendala dalam perkuliahan daring, salah satunya adalah sinyal provider yang tidak stabil.


”Sinyal provider di daerah saya tidak menentu. Terkadang lancar terkadang juga hilang. Belum lagi penggunaan aplikasi video conference, seperti Google Meet secara terus menerus juga akan berdampak pada borosnya penggunaan kuota internet,” keluh mahasiswa asal Mojokerto tersebut.


Mahasiswa angkatan 2018 tersebut juga menambahkan bahwa, karena kondisi sinyal yang tidak memungkinkan, tak jarang ia terpaksa memilih berkuliah di warung kopi. Meski hal tersebut beresiko besar membuat dirinya terpapar Covid-19. Ia mengaku tidak ada pilihan lain terkait hal itu.


”Karena kondisi sinyal yang tidak memungkinkan membuat saya lebih memilih untuk melangsungkan perkuliahan di warung kopi yang menyediakan fasilitas Wireless Fidelity (Wi-Fi). Meskipun hal itu meningkatkan resiko potensi diri saya  terpapar Covid-19. Namun, tidak ada pilihan lain bagi diri saya,” ujarnya saat dihubungi via WhatsApp.


Berbeda dengan Syafikri, Revanelly, yang juga merupakan mahasiswa prodi Teknik Informatika mengaku tidak masalah dengan kondisi perkuliahan secara daring. Akan tetapi ia tetap berharap, para dosen dapat lebih variatif lagi dalam menyampaikan bahan ajarnya.


”Secara pribadi, saya merasa bahwa perkuliahan daring di tengah pandemi merupakan sebuah pilihan yang tepat. Akan tetapi, saya berharap agar para dosen lebih dapat variatif lagi dalam hal mengajar. seperti halnya dengan memberikan penjelasan melalui video,” Ungkap mahasiswa asal Jakarta tersebut. (Pam/Cim/Uya)

×
Berita Terbaru Update