Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menilik Pembangunan Lahan Parkir Bersama UTM

Senin, 08 Februari 2021 | 06.11.00 WIB Last Updated 2021-02-08T14:11:46Z

 

Lahan parkir bersama UTM. Foto : Why


WKUTM- Pembangunan lahan parkir bersama Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang dimulai sejak awal tahun 2020, belum sepenuhnya rampung. Setelah pemasangan batu paving usai dilakukan, selanjutnya  akan dipasangi atap penutup. Pembangunan tersebut ditangani oleh CV. WARU MAS sebagai pemenang tender proyek pengurukan dan CV. DEMIRA JAYA sebagai pemenang tender proyek pengerjaan konstruksi.

 

Dilansir dari laman resmi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) total biaya yang dikeluarkan dalam proses tersebut mencapai Rp. 683.376.907,-. Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Amrin Rozali, selaku staf Unit Layanan Pengadaan (ULP) UTM membenarkan jika total biaya yang dikeluarkan dalam proyek pembangunan lahan parkir ini berkisar antara 700-800 juta rupiah.

 

"Seingat saya, jika biaya pengurukan dan pemasangan paving tadi digabung menjadi satu, biayanya tidak sampai satu miliyar, hanya berkisar antara 700-800 jutaan," ujar pria asal Bangkalan tersebut.

 

Amrin juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan pembangunan ini belum selesai dan masih ada tahap selanjutnya. Namun, saat dikonfirmasi perihal waktu pengerjaan atap penutupnya, pihaknya belum bisa memastikan.

 

"Terkait hal itu, tentu akan dilakukan secara bertahap sesuai besaran anggaran yang ada," ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp (08/02).

 

Saat dikonfirmasi perihal pemasangan kanopi dan penanaman pohon sebagai tempat berteduh, Amrin juga mengaku belum tahu kapan hal itu akan direalisasikan. Pihaknya  menegaskan bahwa, tidak ada target khusus terkait waktu penyelesaian. Namun, Amrin berharap, jika pembangunan lahan parkir bersama ini dapat diselesaikan sesegera mungkin.

 

"Secara keseluruhan, tidak ada target khusus harus selesai tahun berapa. Saya berharap pembangunan lahan parkir bersama ini dapat segera di selesaikan, " tukasnya.

Senada dengan pendapat Amrin, Edi Suprapto selalu mantan Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Barang Milik Negara (BMN) UTM juga menegaskan bahwa pembangunan lahan parkir belum sepenuhnya selesai dilakukan. Kedepannya, lahan parkir tersebut akan diperluas lagi.

 

"Sementara, pengerjaan lahan parkir bersama tersebut baru dapat diselesaikan sampai tahap yang ada di lapangan. Untuk kedepannya, rencana lahan parkir tersebut akan lebih diperluas lagi hingga ke sisi utara samping Gedung Moutcourt dan sisi barat sampai depan Gedung Fakultas Hukum (FH) lama. Rencananya, akses pintu masuk parkir, akan di atur dalam bentuk one way atau satu pintu," Ujarnya saat ditemui diruang ULP UTM.

 

"Sebenarnya dulu saya menginginkan bahwa lahan parkir Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan lahan parkir yang baru ini agar disatukan, sehingga akan memudahkan akses keluar masuknya kendaraan, akan tetapi niat itu urung diwujudkan, mengingat ada keberatan dari pihak FEB," Tambahnya

 

Saat disinggung perihal kelanjutan pemasangan kanopi serta penanaman pohon sebagai sarana berteduh, dirinya belum dapat memutuskan kapan akan dilanjutkan. Alasannya karena dirinya bukan lagi menjadi Kasubbag BMN UTM.

 

"Terkait hal itu, kembali lagi, bukan kewenangan saya untuk memutuskan. Karena saat ini saya tidak lagi menjabat sebagai Kasubbag BMN UTM. Saat ini saya menjabat sebagai analis keuangan APBN UTM , " Pungkasnya (Why/Ulya).

×
Berita Terbaru Update