![]() |
| Lahan parkir bersama UTM. Foto : Why |
WKUTM-
Pembangunan lahan parkir bersama Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang
dimulai sejak awal tahun 2020, belum sepenuhnya rampung. Setelah pemasangan
batu paving usai dilakukan, selanjutnya
akan dipasangi atap penutup. Pembangunan tersebut ditangani oleh CV.
WARU MAS sebagai pemenang tender proyek pengurukan dan CV. DEMIRA JAYA sebagai
pemenang tender proyek pengerjaan konstruksi.
Dilansir
dari laman resmi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)
total biaya yang dikeluarkan dalam proses tersebut mencapai Rp. 683.376.907,-. Saat
dikonfirmasi terkait hal tersebut, Amrin Rozali, selaku staf Unit Layanan
Pengadaan (ULP) UTM membenarkan jika total biaya yang dikeluarkan dalam proyek pembangunan
lahan parkir ini berkisar antara 700-800 juta rupiah.
"Seingat
saya, jika biaya pengurukan dan pemasangan paving tadi digabung menjadi satu,
biayanya tidak sampai satu miliyar, hanya berkisar antara 700-800 jutaan,"
ujar pria asal Bangkalan tersebut.
Amrin
juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan pembangunan ini belum selesai dan
masih ada tahap selanjutnya. Namun, saat dikonfirmasi perihal waktu pengerjaan
atap penutupnya, pihaknya belum bisa memastikan.
"Terkait
hal itu, tentu akan dilakukan secara bertahap sesuai besaran anggaran yang ada,"
ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp
(08/02).
Saat
dikonfirmasi perihal pemasangan kanopi dan penanaman pohon sebagai tempat
berteduh, Amrin juga mengaku belum tahu kapan hal itu akan direalisasikan. Pihaknya
menegaskan bahwa, tidak ada target khusus
terkait waktu penyelesaian. Namun, Amrin berharap, jika pembangunan lahan
parkir bersama ini dapat diselesaikan sesegera mungkin.
"Secara
keseluruhan, tidak ada target khusus harus selesai tahun berapa. Saya berharap
pembangunan lahan parkir bersama ini dapat segera di selesaikan, " tukasnya.
Senada
dengan pendapat Amrin, Edi Suprapto selalu mantan Kepala Sub Bagian (Kasubbag)
Barang Milik Negara (BMN) UTM juga menegaskan bahwa pembangunan lahan parkir
belum sepenuhnya selesai dilakukan. Kedepannya, lahan parkir tersebut akan
diperluas lagi.
"Sementara,
pengerjaan lahan parkir bersama tersebut baru dapat diselesaikan sampai tahap
yang ada di lapangan. Untuk kedepannya, rencana lahan parkir tersebut akan
lebih diperluas lagi hingga ke sisi utara samping Gedung Moutcourt dan sisi barat sampai depan Gedung Fakultas Hukum (FH)
lama. Rencananya, akses pintu masuk parkir, akan di atur dalam bentuk one way atau satu pintu," Ujarnya
saat ditemui diruang ULP UTM.
"Sebenarnya
dulu saya menginginkan bahwa lahan parkir Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
dengan lahan parkir yang baru ini agar disatukan, sehingga akan memudahkan
akses keluar masuknya kendaraan, akan tetapi niat itu urung diwujudkan,
mengingat ada keberatan dari pihak FEB," Tambahnya
Saat
disinggung perihal kelanjutan pemasangan kanopi serta penanaman pohon sebagai
sarana berteduh, dirinya belum dapat memutuskan kapan akan dilanjutkan.
Alasannya karena dirinya bukan lagi menjadi Kasubbag BMN UTM.
"Terkait
hal itu, kembali lagi, bukan kewenangan saya untuk memutuskan. Karena saat ini
saya tidak lagi menjabat sebagai Kasubbag BMN UTM. Saat ini saya menjabat
sebagai analis keuangan APBN UTM , " Pungkasnya (Why/Ulya).

