WKUTM – Setelah Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Muh. Syarif dinyatakan positif Corona pada (29/11), Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 UTM melakukan rapat terbatas dan mengambil beberapa langkah sesuai protokol yang dimulai pada (2/12). Tracing, sterilisasi area kampus, dan tes rapid adalah beberapa langkah yang mulai dilakukan.
Hal ini dibenarkan oleh Ketua Satgas Covid-19 UTM, Ningwar, saat ditemui di ruangannya pada (2/12). Pihaknya mengatakan telah menjalin kerjasama dengan laboratorium guna menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus lebih luas.
”Benar, hari ini dilakukan tracing dan tes rapid kepada seluruh karyawan di lingkungan rektorium, ini guna menghindari penyebaran virus semakin luas. Kami juga menjalin kerjasama dengan laboratorium Kimia Farma Bangkalan sebagai tim penguji,” kata pria asal Bangkalan tersebut.
Terkait prosedur pelaksanaan tes rapid, ia menegaskan bagi yang ingin mengajukan diri untuk melakukan tes rapid, diwajibkan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai ketentuan mengikuti pengetesan. Ningwar juga menambahkan ada biaya untuk melakukan tes yang diambil dari alokasi anggaran Satgas Covid-19 UTM.
”Prosedurnya, kami memakai surat. Jadi, bagi yang ingin melakukan tes rapid, dipersilahkan untuk membawa KTP sebagai pra syarat pengetesan,” terangnya.
”Mereka (baca : partisipan tes rapid) semua biayanya akan kami tanggung atau gratis, dan untuk pendanaan tes rapid ini, kami menggunakan anggaran keuangan yang berasal dari Satgas Covid-19 UTM sendiri,” tambahnya.
Masih dengan Ningwar, saat disinggung perihal jumlah total anggaran, pihaknya belum bisa mengkonfirmasi lebih jauh dikarenakan masih menunggu jumlah partisipan tes cepat tersebut.
”Terkait anggaran biaya, kami belum dapat memastikan berapa totalnya. Yang pasti, biaya tes setiap partisipan adalah sebesar Rp. 50.000,-” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala Subbagian Biro Umum dan Keuangan (Kasubag BUK).
Berbeda dengan Ningwar, Kepala Subbagian Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (Humas) UTM, Taufiqurrahman Hasbullah, mengatakan bahwa kurang lebih seratusan partisipan telah mengikuti tes rapid dan akan terus bertambah hingga (4/12) mendatang.
”Hari ini sudah ada seratusan orang yang melakukan tes rapid, mungkin juga akan mengalami penambahan, mengingat tes rapid masih akan terus berlangsung hingga lusa,” katanya.
Ketika ditanya kinerja karyawan, pelayanan administrasi, dan perkuliahan pihaknya masih belum bisa mengkonfirmasi karena masih menunggu hasil tes rapid.
”Perihal kinerja karyawan dan proses perkuliahan, itu menunggu hasil tes rapid dan keputusan dari Satgas Covid-19 UTM, apakah akan memungkinkan dilakukan secara luring, atau masih tetap dilanjutkan secara daring,” ungkapnya.
Perihal wisuda yang tetap berlangsung ke hari delapan, Ningwar mengaku telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Bangkalan. Selain diperbolehkan tetap berlangsung dan absennya rektor UTM, protokol kesehatan semakin diperketat lagi.
”Satgas Covid-19 UTM telah berkonsultasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Bangkalan, dan menghasilkan bahwa wisuda tetap dilangsungkan secara luring, dengan catatan Muh. Syarif selaku rektor tidak boleh menghadiri prosesi tersebut, dan protokol kesehatan semakin diperketat lagi,” pungkasnya.
Namun berdasarkan pantauan tim Warta UTM di lapangan, penerapan protokol kesehatan masih seperti biasanya dan seolah tidak terjadi apa-apa. Hal ini juga dibenarkan oleh Mahasiswa Ilmu Hukum, Ihya Fathur, pihaknya mengatakan penerapan protokol kesehatan setelah rektor UTM terpapar Covid-19 masih biasa-biasa saja.
”Perasaan biasa saja, seolah tidak terjadi apa-apa,” tegas mahasiswa asal Lamongan tersebut saat ditemui.
Ketua Umum Pramuka UTM, Sri Ratna Aprianti, menambahkan bahwa kondisi di luar gedung prosesi wisuda yang tidak terkontrol. Sedangkan di dalam gedung sudah terkondisikan.
”Kalau di luar kerumunan tidak dikondisikan, kalau di dalam jaraknya banyak. Dan setahu saya semua pakai face shield, begitupun rektornya, dan tidak ada salaman. Setahu saya begitu,” terang mahasiswa Akuntansi tersebut saat dihubungi. (Wah/B)
