WKUTM - Sempat ditunda karena pandemi COVID-19, wisuda Universitas Trunojoyo Madura (UTM) XXVII dan XXVIII digelar berkloter sejak Sabtu (21/11) sampai Kamis (3/12). Prosesi wisuda digelar di Gedung Pertemuan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
R. Sri Kentjanawati, Staff Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI) memaparkan wisudawan tahun 2020 berjumlah 2136 orang. Pada gelaran wisuda yang semulanya dilaksanakan Maret terdapat 701 wisudawan, sedang untuk wisuda sesi genap yang mulanya dilaksakan pada bulan September jumlah wisudawan sebanyak 1435. Kentjanawati menambakan, wisuda digelar sebanyak 24 sesi selama 9 hari.
”Acaranya sih berjalan lancar. Kalau sesi Maret 701, kalau sesi yang genap, September berjumlah 1435, total 2136. Kalau sesinya ada sekitar 24 sesi dan dilaksanakan selama 9 hari,” terang wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Wisuda tahun ini.
Dalam acara tersebut, Deni Bagus Setyawan, Wakil Rektor I, menyampaikan laporan acara. Deni juga berkelakar bahwa prosesi wisuda UTM 2020 adalah wisuda terlama se-dunia. Pada kesempatan itu, Deni juga membacakan puisi kepada wisudawan dan orang tua yang hadir.
Muhammad Syarif, Rektor UTM, bersyukur acara tersebut berjalan lancar serta mendapat dukungan dari Satuan Petugas (Satgas) COVID-19 Bangkalan dan Satgas COVID-19 UTM demi mewujudkan aspirasi wisudawan.
Saat ditemui di ruang Senat Gedung Pertemuan, Syarif menjelaskan, untuk menggelar wisuda ini pihaknya telah melakukan konsultasi serta mengirim surat ke Satgas COVID-19 Bangkalan dan Satgas COVID-19 UTM untuk meminta arahan juga surat rekomendasi. Selebihnya, ia menegaskan bahwa pelaksanaan wisuda ini mesti sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan. Terakhir, dirinya berharap agar wisudawan segera mengimplementasikan ilmunya kepada kepentingan masyarakat.
”Kita berharap agar wisudawan itu segera mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan skill yang diperoleh untuk kesehatan masyarakat juga kepentingan bangsa dan negara,” pungkasnya.
Terkait wisuda yang diadakan ini, Danu Prayogo Laksamana, salah satu peserta wisuda, merasa jika prosesi wisuda terlalu cepat. Ia berharap wisuda selanjutnya diselingi hiburan agar tidak membosankan. Namun demikian, Danu berharap ilmunya bisa bermanfaat kepada masyarakat.
”Proses wisuda terlalu cepat dari biasanya. Kesannya mungkin bisa dikasih hiburan-hiburan biar enggak ngantuk, terlalu cepat soalnya. Tapi, semoga ilmu saya bermanfaat dan bisa berkontribusi banyak bagi masyarakat,” akhir wisudawan asal Gresik itu. (Ahr/S)

