WKUTM - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) belum memastikan metode perkuliahan perkuliahan untuk semester genap tahun akademik 2021/2022. Wakil rektor I, Deni Setya Bagus Yuherawan, mengatakan UTM hanya akan mengikuti kebijakan pusat untuk keputusan pembelajaran semester genap.
Ningwar, selaku Ketua Satgas Covid-19, merasa UTM belum siap jika melaksanakan pembelajaran secara langsung karena status Bangkalan yang masih di zona merah. Menurutnya, akan lebih baik jika UTM menerapkan pembelajaran secara daring meskipun nantinya mengikuti kebijakan bidang akademik.
”Belum siap melaksanakan pembelajaran tatap muka disebabkan karena Bangkalan masih termasuk zone merah,” katanya.
Ningwar menambahkan, jika pembelajaran dilaksanakan secara luring, maka pegawai, mahasiswa, dan tamu harus mengikuti protokol kesehatan.
”Diwajibkan pakai masker, cuci tangan ditempat yang disediakan, ukur suhu tubuh, dan jaga jarak.” Katanya.
Meski demikian, Kurniyati Indahsari, Kepala Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP3MP), menerangkan UTM saat ini telah mempersiapkan teknis metode pembelajaran luring, seperti ruang kelas yang hanya akan diisi maksimal 25 orang. Selain itu, kombinasi hybrid antara luring dan daring juga telah disiapkan, mata kuliah yang bersifat teori dilakukan secara daring, sedang praktikum dilaksanakan secara langsung di laboratorium kampus.
Adapun nantinya mahasiswa diberi pilihan untuk pelaksanaan pembelajaran berupa surat pernyataan mengenai ketersediaan melakukan pembelajaran luring atau tidak, dan surat pernyataan dari orang tua atau wali yang bersedia mengizinkan. (Lit/Ma)
