WKUTM - Selama pandemi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah memberikan fasilitas untuk penerapan protokol kesehatan ketika memasuki kampus, seperti penyediaan hand sanitizer dan tempat cuci tangan di berbagai penjuru kampus, thermo guna untuk mengecek suhu tubuh, dan penyemprotan desinfektan secara periodik dua kali seminggu. Selain itu, pihak kampus juga memberikan pembatasan jam aktif masuk kampus.
Agoeng Kurniawan, Selaku sekretaris Satuan Tugas (Satgas) covid UTM, menuturkan bahwa ada peraturan tambahan guna membatasi kegiatan di kampus.
"Mahasiswa yang tidak berkepentingan diharapkan tidak memasuki kampus terlebih dahulu. Jam kegiatan kami batasi sampai pukul 16.00 WIB. Bilamana ada kegiatan yang mengharuskan pertemuan seperti ospek, sebisa mungkin dilaksanakan secara daring," tuturnya.
Taufiqurrahman Hasbullah, Selaku Kepala Subbagian Kerja Sama dan Humas UTM, juga mengatakan bahwa saat ini kampus hanya dapat diakses untuk orang yang benar-benar sehat.
"Bilamana kami mendapati civitas yang kurang enak badan, akan kami arahkan ke klink kampus UTM atau diisolai mandiri nantinya," ucapnya.
Adapun terkait penerapan aturan protokol kesehatan UTM selama ini dinilai kurang maksimal. Hal itu terbukti pada saat satgas covid-19 mengecualikan pihak dosen dan karyawan untuk tidak mengikuti protokol kesehatan seperti, mencuci tangan, menggunakan masker, dan pengecekan suhu tubuh ketika masuk kampus (23/20).
Agoeng berdalih bahwa, penerapan protokol kesehatan UTM sudah sesuai dengan anjuran pemerintah, dan seluruh civitas yang hendak memasuki kampus diwajibkan mencuci tangan terlebih dahulu, selalu memakai masker dan menerapkan social distancing.
Puput, Mahasiswi asal Mojokerto,
mengeluhkan cukup kesal dengan petugas satgas yang dinilai pilih kasih. Ia mengungkapkan bahwa hanya mahasiswa yang diberhentikan untuk mencuci tangan, sedangkan dosen dan karyawan tidak.
"Mereka (baca: dosen dan karyawan) kan juga manusia. Harusnya sama-sama cek suhu dan cuci tangan terlebih dahulu, " keluhnya.
Puput juga menambahkan bahwa petugas satpam yang merupakan garda terdepan dalam satgas covid UTM, terkadang lalai dengan protokol sendiri. Beberapa kali terlihat bahwa mereka tidak mengenakan masker dan tidak menerapkan phsycal distancing.
Menanggapi hal tersebut, Agoeng mengungkapkan bahwa pihaknya akan memberikan teguran.
"Karena mereka adalah panutan. Kalau petugasnya sendiri tidak menerapkan protokol, bagaimana dengan civitas nantinya. Bila mengatahui hal tersebut, dapat dilaporkan secara resmi, nanti akan kami tindak lanjuti," ungkapnya.
Ahmad Fawaid, Mahasiswa semester 5 program studi ilmu komunikasi, mengatakan bahwa dirinya tempo hari lalu pergi ke kampus, merasakan sendiri perbedaannya. Fawaid juga berharap agar penerapan protokol tidak hanya dari aturan, tetapi juga dari diri masing-masing.
"Karena pada dasarnya protokol itu untuk diri kita sendiri nantinya, semoga pandemi covid segera berakhir dan dapat belajar di kampus kembali," harapnya. (Cim/Ma)
