WKUTM – Universitas Trunojoyo Madura
(UTM) mengalami penurunan pengeluaran tagihan
listrik
dan air. Di sisi lain tagihan internet justru melonjak naik. Hal ini
disebabkan tidak adanya aktivitas
belajar di kampus secara offline (27/10).
Adapun
pada tahun 2020 penurunan listrik sebesar Rp. 486.504.620,- sedangkan air sebesar Rp. 39.611.150,- ,
selama bulan Januari
hingga September. Hal tersebut membuat tagihan biaya listrik sebesar Rp. 1.666.728.940,- dan biaya air pada
tahun 2020 sejumlah Rp. 85.143.600,-. Berbeda dengan tahun 2019 jumlah biaya untuk
listrik adalah Rp. 2.153.233.560,- dan air sebesar Rp. 124.754.740,-.
Adapun
kenaikan biaya
pengeluaran internet, hanya sebesar Rp. 288,00-. Pada tahun 2020 jumlah biaya untuk
pengeluaran internet sebesar Rp. 749.999.988,- sedangkan pada tahun 2019 sebesar Rp.
749.999.700,-.
Mudassir,
selaku Kepala Subbagian (Kasubag) Keuangan
Biro Umum Keuangan (BUK), mengungkapkan jika seluruh penurunan dana yang
digunakan untuk biaya listrik dan air dikarenakan masa pandemi, sehingga pada
bulan tersebut mahasiswa tidak memiliki kegiatan belajar di kampus.
”Penurunan
ini disebabkan tidak adanya kegiatan belajar bagi mahasiswa secara offline
di kampus selama pandemi,” ungkapnya.
Pihaknya juga mengatakan bahwa seluruh dana yang digunakan untuk
listrik dan air berasal dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN). Terkait pengelolahan sisa anggaran
sebab penurunan pengeluaran biaya listrik sendiri akan kembali kepada negara.
Di sisi lain, Amrin Rozali, sekalu
Staf Unit Layanan Pengadaan (ULP), mengatakan bahwa tidak adanya aktivitas pembelajaran didalam
kampus, namun tetap mengadakan perbaikan rutin dengan total biaya sejumlah Rp.
200.000.000,-. Dilansir dari Sirup.lkpp.go.id untuk perawatan jaringan air
bersih di lingkungan UTM menghabiskan dana sebesar Rp. 100.000.000,-
”Perinciannya tedapat pada situs
sirkup LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). InsyaAllah
perincian yang ada di situ sudah benar,” ungkap pria asal bangkalan tersebut.
Sementara itu, Prasetyo Nugroho, selaku ketua tim perencanaan UTM
menginformasikan bahwa beberapa waktu yang lalu UTM menjadi pelanggan PLN
premium. Hal ini mengakibatkan
pemadaman di wilayah sekitar telang. Ia juga menjelaskan, keuntungan menjadi
pelanggan premium yaitu jika terjadi pemadaman di wilayah tersebut maka pelanggan
premium tidak akan terdampak pemadaman listrik.
”Yang kemarin mati lampu itu dalam
rangka menjadi pelanggan premium,” pungkasnya via whatsapp . (Cha/Mid)

