Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Naik Turunnya Tagihan Penggunaan Fasilitas Kampus Kala Pandemi

Sabtu, 31 Oktober 2020 | 01.25.00 WIB Last Updated 2020-10-31T08:25:32Z

 


WKUTM – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengalami penurunan pengeluaran  tagihan listrik dan air. Di sisi lain tagihan internet justru melonjak naik. Hal ini disebabkan  tidak adanya aktivitas belajar di kampus secara offline (27/10).


Adapun pada tahun 2020 penurunan listrik sebesar Rp. 486.504.620,- sedangkan air sebesar Rp. 39.611.150,- , selama bulan Januari hingga September. Hal tersebut membuat tagihan biaya listrik sebesar Rp. 1.666.728.940,- dan biaya air pada tahun 2020 sejumlah Rp. 85.143.600,-. Berbeda dengan tahun 2019 jumlah biaya untuk listrik adalah Rp. 2.153.233.560,- dan air sebesar Rp. 124.754.740,-.

 

Adapun kenaikan biaya pengeluaran internet, hanya sebesar Rp. 288,00-. Pada tahun 2020 jumlah biaya untuk pengeluaran internet sebesar Rp. 749.999.988,- sedangkan pada tahun 2019 sebesar Rp. 749.999.700,-.

 

Mudassir, selaku Kepala Subbagian (Kasubag) Keuangan  Biro Umum Keuangan (BUK), mengungkapkan jika seluruh penurunan dana yang digunakan untuk biaya listrik dan air dikarenakan masa pandemi, sehingga pada bulan tersebut mahasiswa tidak memiliki kegiatan belajar di kampus.

 

”Penurunan ini disebabkan tidak adanya kegiatan belajar bagi mahasiswa secara offline di kampus selama pandemi,” ungkapnya.

 

Pihaknya juga mengatakan bahwa seluruh dana yang digunakan untuk listrik dan air berasal dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN). Terkait pengelolahan sisa anggaran sebab penurunan pengeluaran biaya listrik sendiri akan kembali kepada negara.

 

 

Di sisi lain, Amrin Rozali, sekalu Staf Unit Layanan Pengadaan (ULP), mengatakan bahwa  tidak adanya aktivitas pembelajaran didalam kampus, namun tetap mengadakan perbaikan rutin dengan total biaya sejumlah Rp. 200.000.000,-. Dilansir dari Sirup.lkpp.go.id untuk perawatan jaringan air bersih di lingkungan UTM menghabiskan dana sebesar Rp. 100.000.000,-

 

”Perinciannya tedapat pada situs sirkup LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). InsyaAllah perincian yang ada di situ sudah benar,” ungkap pria asal bangkalan tersebut.

 

Sementara itu, Prasetyo Nugroho, selaku ketua tim perencanaan UTM menginformasikan bahwa beberapa waktu yang lalu UTM menjadi pelanggan PLN premium. Hal ini   mengakibatkan pemadaman di wilayah sekitar telang. Ia juga menjelaskan, keuntungan menjadi pelanggan premium yaitu jika terjadi pemadaman di wilayah tersebut maka pelanggan premium tidak akan terdampak pemadaman listrik.

 

”Yang kemarin mati lampu itu dalam rangka menjadi pelanggan premium,” pungkasnya via whatsapp . (Cha/Mid)

 

×
Berita Terbaru Update