Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

UTM Belum Pastikan Pelaksanaan Wisuda 2020

Jumat, 25 September 2020 | 08.06.00 WIB Last Updated 2020-09-25T15:06:05Z


WKUTM –  Pelaksanaan wisuda  Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tahun 2020 masih dalam perencanaan. Adapun wisuda belum bisa dipastikan apakah digelar dengan metode dalam jaringan (daring) atau luar jaringan (luring).


Adapun terkait hal ini, Rektor dan Wakil Rektor I UTM, Muh. Syarif dan Deni Setya Bagus, belum bisa ditemui untuk dimintai konfirmasi. Namun, R. Sri Kentjanawati selaku Kepala Subbagian Keuangan Kemahasiswaan (Kasubbag) Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI) menyatakan jika pelaksanaan wisuda tahun 2020 masih dirapatkan dan akan dilaksanakan tahun ini. Wati juga belum mengetahui secara pasti, terkait informasi wisuda akan dilaksanakan secara daring ataupun luring. Mengingat menunggu keputusan dari rapat Rektor dan jajarannya. Wati berasumsi  jika wisuda periode Maret dan September dilaksanakan secara bersamaan, terhitung sekitar 2000 wisudawan/ti UTM yang akan mengikuti wisuda. 


“Baru kemarin, saya dipanggil pak Rektor terkait wisuda ini, dan kemarin juga saya laporan ke  Wakil Rektor I (23/09). Memang akan ada rencana wisuda, tapi saya belum tahu daring atau luring, karena itu belum ada keputusan. Kalau ditotal dari periode Maret, sekitar 2000 orang yang diwisuda nanti,” Jelasnya.


Ustman, selaku Kepala Subbagian BAAKPSI memaparkan jumlah wisudawan pada periode Maret dan September, namun untuk periode September masih belum diketahui jumlahnya karena masih dalam proses penghitungan data. 


”Untuk yang Maret ada 709 orang, dan yang September saya kira sekitar 1300 orang. Pada bulan September ini masih belum bisa ditetapkan, masih checking data,” ujarnya.


Ustman sendiri masih belum mengetahui mekanisme prosesi wisuda. Ia berasumsi jika dilaksanakan secara luring, tergantung dari situasi pandemi. Bila secara daring, tentu ada masalah dalam jaringan internet, dan teknis lainnya.


Difa Ainun, wisudawati Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) UTM, mengaku kesal dan kecewa akan ketidakpastian pelaksanaan wisuda. Ia berharap wisuda UTM tahun 2020 bisa dilakukan secara langsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. 


”Belum ada informasi lebih lanjut mengenai wisuda, itu membuat wisudawan bingung. Menurut saya, wisuda UPI lebih baik, karena bisa dilaksanakan dengan cepat dan memberikan kepastian bagi calon wisudawan untuk dikukuhkan. Mengingat jika terlalu lamanya ditunda, maka akan muncul kendala yang lainnya,” ujar perempuan asal Gresik tersebut.


Adapun Risti Fawziyah, wisudawati Manajemen UTM 2020, mengaku  belum mendapat informasi apapun mengenai wisuda. Ia juga menyayangkan mengapa UTM tidak menyegerakan wisuda padahal  Bangkalan sudah menjadi zona hijau muda.


 ”Saya belum mendapat informasi apa-apa. Pihak adminintrasi Tata Usaha yang mengurus lulusan kali ini juga tidak bisa menjawab. Kemarin,  yudisium juga dadakan pemberitahuannya. Bahkan banyak dari temen-temen yang tidak hadir karena keterlambatan informasi,” jelas wisudawati periode September tersebut.


Sama seperti Difa, Risti juga berharap pelaksanaan wisuda dilaksanakan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan.


 ”Saya harap wisuda offline yang tentu saja mengikuti protokol kesehatan,” harap perempuan asal Pamekasan itu. (Ahr/Ham)

×
Berita Terbaru Update