Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Persiapan Perkuliahan Daring Semester Ganjil

Sabtu, 26 September 2020 | 06.06.00 WIB Last Updated 2020-09-26T13:06:30Z

 


WKUTM – Perkuliahan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tahun akademik 2020/2021 dilakukan secara dalam jaringan (daring). Hal ini sesuai dengan  Surat Pengantar Keputusan Rektor nomor : B/1459/UN.46.2/HK.01/2020 Pasal 1 Ayat 3. Terkait hal ini, Deni Setya Bagus Yuherawan, selaku Wakil Rektor l  bidang akademik belum memberikan keterangan. 


Mengenai silabus pembelajaran semester ganjil yang dilakukan secara daring, dosen diharuskan merombak kembali. Hal ini diungkapkan oleh Tolib Effendi, dosen Fakultas Hukum, pihaknya mengatakan bahwa perombakan silabus perlu dilakukan agar pembelajaran daring berjalan efektif. 


”Sebelum adanya pandemi, ada beberapa mata kuliah yang harus  terjun ke lapangan. Mengingat saat ini masih pandemi, maka sistem ini harus diganti dengan penugasan lain yang harus dirancang ulang, agar capaian pembelajaran tetap dapat diukur,” ungkapnya (24/09).


Lain halnya dengan Achmad Ubaidillah, Wakil Dekan I Fakultas Teknik (FT) tersebut menjelaskan bahwa silabus pembelajaran di FT tidak mengalami perubahan, karena menurutnya silabus dan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) merupakan pakem.


”Saya rasa dosen tidak perlu merubah silabus, karena itu sudah menjadi pakem dan rancangannya sudah ada, jauh sebelum pandemi,” ungkapnya.


Perihal kesiapan pembelajaran daring, Pria asal Pamekasan tersebut mengaku siap melaksanakan perkuliahan daring. Mengingat, FT memang berkecimpung dalam bidang teknologi.


”Bicara tentang persiapan dan kesiapan dalam menghadapi kuliah daring, saya sangat percaya diri bahwa FT sudah siap," imbuhnya.


Terkait kegiatan praktikum, Ubaidillah mengatakan bahwa praktikum akan dilakukan secara hybrid dan dilakukan di laboratorium dengan mematuhi protokol kesehatan.

”Mengenai praktikum tetap dilakukan di laboratorium dengan protokol kesehatan yang ketat, sedangkan laporan serta penilaiannya dilakukan secara daring,” ujarnya.


Usaha menyambut perkuliahan daring juga dilakukan Teti Sugiarti, Wakil Dekan I  Fakultas Pertanian (FP). Di FP telah dilakukan beberapa pelatihan  tenaga pengajar guna mempersiapkan dan meningkatkan proses perkuliahan daring. 


”Dalam menghadapi perkuliahan daring, FP bertekad untuk terus meningkatkan kualitas. Pelatihan yang digelar bagi dosen yakni mengenai penggunaan aplikasi pembelajaran, metode pemberian materi, hingga penyusunan RPS," ungkapnya.


Menanggapi kegiatan kuliah yang dilakukan secara daring, Infitarul Maghfirah, mahasiswa baru Program Studi (prodi) Sastra Inggris mengaku bahwa perlu adanya persiapan seperti kuota internet dalam menghadapi kuliah pertama secara daring. 


”Dalam menghadapi kuliah daring yang pertama ini, mungkin keperluan yang perlu disiapkan antara lain kuota data internet, serta gadget yang sudah terinstal aplikasi pembelajaran," tuturnya.


Kendati telah menyiapkan segala keperluan untuk kuliah daring, mahasiswa asal Lamongan tersebut masih mencemaskan kondisi sinyal provider di daerahnya. Ia khawatir akan tertinggal materi apabila sinyal tiba-tiba menghilang.


”Saya masih mencemaskan kondisi sinyal di daerah saya. Takutnya ketika dipakai kuliah, sinyal hilang secara tiba-tiba sehingga takut tertinggal materi,” ujarnya. 


Kendala lain juga dikhawatirkan oleh Abdus Shomad Sugianto, mahasiswa baru Ekonomi Syari'ah tersebut khawatir jika terjadi pemadaman listrik  yang dapat menghambat kuliah daring. 


”Selain stabilitas sinyal, listrik yang bisa padam kapan saja juga membuat khawatir," tuturnya.  (Yu/Meng/Wid) 


×
Berita Terbaru Update