Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

New Normal, Kesiapan UTM Dipertanyakan

Jumat, 05 Juni 2020 | 00.07.00 WIB Last Updated 2020-06-05T07:07:42Z

WKUTM - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) akan menerapkan New Normal di lingkungan perguruan tinggi. Namun, terkait kesiapan kampus dalam menjalankan protokol kesehatan, Ningwar selaku Kepala Satuan Tugas Covid -19 mengakui masih banyak kendala yang dihadapi, salah satunya adalah sarana dan prasarana.

”Secara umum infrastrukturnya mungkin belum siap sempurna, karena masih baru. Oleh karena itu selama tiga bulan ini masih ada kendala,” ungkapnya.

Supriyanto selaku kabag BAAKPSI bidang kemahasiswaan, mengatakan baru saja diadakan rapat pembahasan oleh pimpinan, mengenai rencana penerapan New Normal di lingkungan UTM, Selasa (2/6). Sepenuturan Supriyanto, rapat akan digelar kembali sembari menunggu masukan dari setiap fakultas.

Saat disinggung mengenai hasil rapat, dirinya berujar bahwa ada beberapa poin yang sedang digodok, salah satunya mengenai pengadaan fasilitas kebersihan, yang sesuai dengan aturan protokol kesehatan.

”Rapat menghasilkan beberapa poin, seperti penerapan protokol kesehatan berupa pengadaan alat-alat kebersihan di setiap fakultas, rencananya dalam bentuk tempat cuci tangan. Mengenai hasil rapat lanjutan, akan kami kabarkan setelahnya,” kata pria kelahiran Nganjuk itu.

Staff Bagian Umum Unit Layanan Pengadaan (ULP), Amrin Rozali, untuk saat ini masih belum bisa memberikan banyak keterangan terkait hal tersebut. Untuk sekarang, pihaknya masih menunggu instruksi dari pimpinan. Amrin hanya membenarkan rencana penambahan fasilitas tempat cuci tangan di lingkungan kampus.


”Mungkin pimpinan sudah melakukan rapat akan tetapi hasilnya belum kami terima. Perihal wastafel kan sudah ada di setiap fakultas, dan insyaallah akan ada penambahan tempat cuci tangan lagi di lingkungan kampus,” kata Amrin.

Menanggapi kebijkan new normal tersebut, Nadjib Mutammam, selaku Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) UTM menyatakan setuju dengan penerapan kebijakan tersebut. Namun, ia juga berharap agar kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak kampus lebih matang untuk menghindari kesalahpahaman di kalangan mahasiswa.

“Secara garis besar setuju dengan kebijakan new normal. Ketika kebijakan ini diterapkan di lingkungan kampus, kebijakan harus matang dan detail agar mahasiswa tidak gagal paham,” ujar mahasiswa asal Tuban itu.

Di sisi lain, Rulli Aprilia wagub BEM FISIB mengatakan, bahwa penerapan kebijakan New Normal di lingkungan kampus masih butuh pengkajian lebih mendalam. Karena ada beberapa faktor yang menurutnya perlu dipertimbangkan.

”Mengigat UTM terletak di wilayah Bangkalan, dan merupakan wilayah dengan positif Covid-19 terbesar di Pulau Madura, ditambah juga mahasiswa UTM yang berasal dari berbagai tempat,  mengharuskan diadakan kajian lebih mendalam perihal itu. Jangan sampai mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah membawa virus di dalam tubuhnya, yang kemudian dapat membahayakan yang lain.” ujar mahasiswa Ilmu Komunikasi tersebut.

Kebijakan new normal dari pihak UTM menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa. Beberapa dari mereka meragukan keseriusan pihak kampus pada kebijakannya di masa pandemi ini. Sebagaimana yang diungkap Devi, mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi itu menyatakan tidak setuju jika UTM menerapkan kebijakan new normal jika pihak kampus masih belum siap memfasilitasi sarana dan prasarana untuk melakukan protokol kesehatan.

“Tidak setuju, karena akan banyak menambah kasus, dan pastinya kampus akan gelagapan karena harus menerapkan protokol kesehatan, yang mana kelas hanya berisi setengah dari biasanya,” ujar mahasiswa asal Mojokerto tersebut.

Senada dengan Devi, Nor Lutfiyah, mahasiswa Prodi Pendidikan IPA itu berharap  pihak kampus dapat menjamin semua fasilitas penunjang protokol kesehatan.

”Jika kampus menerapkan kebijakan new normal, maka mereka harus menyiapkan semua, entah antisipasi yang kuat, sarana prasarana yang sesuai dengan kebijakan, atau apapun yang menyangkut itu,” ungkapnya. (Roh/Bud/S)

×
Berita Terbaru Update