| Universitas Trunojoyo Madura. Foto : Rar |
WKUTM
– Fasilitas beberapa Fakultas di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) banyak yang
mengalami kerusakan. Selain itu, adanya sistem pengaduan juga yang tidak banyak
diketahui, sehingga banyak fasilitas yang belum diperbaiki.
Seperti
yang disampaikan Muhammad Ali Hisyam,
selaku Wakil Dekan
(Wadek) II Fakultas Keislaman (FKis), ia memaklumi adanya kerusakan sebab gedung Fkis merupakan gedung
tertua diantara fakultas lainnya.
Namun, dirinya mengeluhkan belum adanya ruang untuk sekretariat sekretariat
bersama (sekber) Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas
(UKMF), padahal itu
yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan mahasiswa. Ali Hisyam mengungkapkan jika sudah melaporkan
ke pusat, namun
hingga saat ini belum ada tindak lanjut
dari pihak rektorat.
”Hingga saat ini kita
belum mempunyai Sekber yang sangat dibutuhkan
bagi UKMF, ini keluhan kami namun hingga saat ini masih belum ditindaklanjuti
oleh pusat,” keluhnya .
Ali Hisyam menilai jika selama ini lambatnya penindaklanjutan
keluhan disebabkan kendala di bidang administrasi maupun birokrasi. Dirinya berharap jika pihak
rektorat cepat menanggapi dan menindaklanjuti keluhan-keluhan yang ada di fakultas.
Keluhan lain juga diungkapkan Akh. Lutfi, selaku Kepala Bagian
(Kabag) Aset Fakultas Pertanian (FP),
dirinya mengungkapkan jika perbaikan fasilitas masih terkendala oleh anggaran.
Anggaran perbaikan dan
perawatan sarana prasaran (sarpras) yang diberikan oleh pihak rektorat sebesar
Rp. 30.000.000,- tidak mencukupi.
”Kita
sudah ada perencanaan anggaran,
namun dana itu tidak bisa diakses dan tidak dapat dicairkan, akibatnya sampai sekarang
kita belum ada anggaran apapun secara resmi. Untuk beli alat tulis kantor juga belum ada, akhirnya kita pinjem atau kita
cari dana talangan, tapi dana tersebut sesuai dengan perencanaan yang kita susun
di Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA),” Ungkap pria asal Sumenep tersebut.
Dirinya juga menambahkan
jika telah mengirim surat berisi permintaan pengadaan parkir, pengecatan
lapangan Persatuan Olahraga Fakultas Pertanian. Meskipun demikian hingga saat belum ada keputusan yang pasti dari pihak
rektorat.
Hal berbeda diungkapkan Yunin
Hidayati, selaku Wadek II
Fakutas Ilmu Pendidikan (FIP), pihaknya menyatakan bahwa
untuk anggaran di FIP
sendiri selama ini selalu terserap dengan baik, namun pihaknya
mengaku menemui kesulitan jika terdapat kebutuhan
yang berada di luar rencana anggaran.
”Kendalanya jika terdapat
anggaran itu di luar rencana dan harus megecek anggaran yang tersedia. Namun
jika terdapat kerusakan parah di Ruang Kuliah Bersama kita
menunggu dari pusat,” ungkapnya.
Ayu
Isna Hadiroh,
salah satu mahasiswa
Fakultas Teknik menyampaikan keluhannya tentang kamar mandi
yang tidak segera dibenahi. Ia
mengaku jika selama ini ia belum pernah menggunakan toilet di fakultas disebabkan air yang tidak mengalir.
”Seperti kamar mandi dan musala masih kotor, kamar mandinya
sering mati airnya . selama 4 tahun saya tidak pernah memakai toilet di gedung ini,” ujarmahasiswi asal
Mojokerto tersebut.
Terkait
pengaduan, Adel salah satu mahasiswa FP
belum mengetahui sistem pengaduan baru yang dikeluarkan oleh pihak fakultasnya.
”Terkait pengaduan fasilitas yang rusak, saya
belum mengetahuinya,” ucap Adel prodi Teknologi Industri Pertanian.
(Mel/Lul/Uya/Wuk)
