Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dua Minggu Perpustakaan Lama UTM Ditutup, Tindak Lanjut Masih Belum Jelas

Jumat, 06 Maret 2020 | 07.58.00 WIB Last Updated 2020-03-06T16:01:46Z


WKUTM- Gedung perpustakaan lama Universitas Trunojoyo Madura (UTM), resmi ditutup pada 21 Februari lalu. Gedung yang sebelumnya difungsikan sebagian Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai sekretariat tersebut, kini disegel oleh pihak rektorium.

Menurut Agung Ali Fahmi,  selaku Wakil Rektor (Warek) III, gedung tersebut ditutup karena alasan keamanan dan keselamatan. Mengingat usia dari gedung tersebut sudah hampir tiga puluh tahun, dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa roboh.

”Alasan utama kami menutup gedung tersebut, murni karena faktor keamanan dan keselamatan,” ujar pria kelahiran Surabaya tersebut.

Agung juga menuturkan, setiap UKM di UTM, sudah memiliki sekretariat masing-masing. Dia mengatakan bahwa beberapa UKM yang menjadikan perpustakaan lama sebagai sekretariat tidak memiliki izin yang resmi.

”Izin itu kan harus tertulis, dari sekian banyak, mereka tidak ada yang mempunyai izin,” ungkapnya.

Senada dengan yang disampaikan  Agung, Rizal Zulkarnain selaku Kasubag Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Sistem Informasi (BAAKPSI) UTM juga turut berkomentar. Saat ditemui di ruangannya, pihaknya mengatakan bahwa penutupan perpustakaan lama yang dilakukan secara sepihak, tidak menjadi masalah. Dan legal ketika menurunkan putusan tanpa persetujuan UKM, karena mereka tidak mempunyai izin resmi untuk menempatinya.

”Kalau kita kembalikan lagi pada prosedural resmi menempati sebuah gedung, pastinya penyegelan yang kami lakukan bisa dibilang sah, karena mereka (red: UKM yang menempati perpustakaan lama) tidak mengantongi izin resmi dari kami,” ujar Rizal.

Lantas mengenai berbagai properti yang ditempatkan oleh beberapa UKM di sana, Rizal menambahkan bahwa yang dibutuhkan saat ini sebenarnya gudang penyimpanan. Supriyanto, Kepala Bagian BAAKPSI, mengatakan hal senada bahwa yang diperlukan saat ini adalah gudang penyimpanan bukan sekretariat baru.

”Sebenarnya semua UKM sudah mempunyai sekretariat, jadi yang sedang dicarikan penggantinya saat ini adalah sebuah gudang penyimpanan,” tutur pria yang asal Nganjuk tersebut.

Perihal kapan dan dimana tempat relokasi, Agung Ali Fahmi masih belum bisa memastikannya.

”Pastinya bertempat di UTM, bukan di Wonokromo, Bangkalan, atau Surabaya. Sedangkan mengenai waktu, kami juga belum bisa memutuskan, karena dengan dicarikannya gedung lain, juga harus menimbang kelayakan dari tempat tersebut,” terangnya.

Menanggapi hal tetrsebut, Mario salah satu anggota UKM Musik B-Sing yang menggunakan perpustakaan lama, dirinya menungkapkan rasa keberatan. Sebelumnya perpustakaan lama selain digunakan sebagai gudang penyimpanan, juga difungsikan sebagai tempat pertemuan dan rapat, mengingat anggota mereka yang banyak dan tidak memungkinkan untuk dilakukan di area sekretariat bersaman (sekber).

”Ya gimana ya, seperti yang kita tahu, selain peralatan, anggota kami juga banyak, jika mau melakukan rapat biasanya juga di situ, maka kami sedikit keberatan jika tempat relokasi yang baru nanti hanya digunakan sebagai gudang penyimpanan saja,” keluhnya.

Mario juga menambahkan bahwa segala peralatan masih tersimpan rapi di sana. Banyaknya peralatan dirasa tidak mungkin jika harus dipindahkan di sekber.

Karena belum jelas tempat dan juga jumlahnya yang banyak jadi tidak memungkinkan untuk dipindahkan ke sekber,” ungkapnya.

Selanjutnya, Supriyanto menjelaskan bahwa perpustakaan lama yang saat ini masih disegel, selanjutnya masih belum jelas diputuskan. ”Untuk ke depan kami belum bisa memutuskan, apakah gedung tersebut akan dibangun ulang atau hanya sekadar diperbaiki, karena biaya yang dibutuhkan antara keduannya hampir sama,” terangnya.  (Ahr/Why/Eq/S/Wuk)

×
Berita Terbaru Update