WKUTM - Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Perpustakaan
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengadakan bedah buku di Graha Utama lantai
10 pada (24/02). Kepala UPT Perpustakaan UTM, Iriani Ismail, dalam sambutannya
mengatakan bahwa acara ini sebagai upaya meningkatkan fungsi Perpustakaan dalam
kegiatan bertajuk literasi. Perpustakaan UTM bekerja sama dengan Intrans
Publising untuk mendiskusikan buku Tindak Pidana Internasional yang ditulis
dosen Fakultas Hukum (FH) UTM, Tolib Effendi.
”Acara bedah buku ini sebagai upaya Perpustakaan UTM
untuk meningkatkan budaya literasi, untuk memberi pengetahuan baru bagi kita
semua dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat luas,”
pungkas Iriani dalam sambutannya.
Acara yang sempat mundur dari jadwal yang ditentukan
ini lebih fokus pada presentasi buku kesembilan dari Tolib Effendi, kemudian
dikomentari oleh dosen FH, Aris Hardinanto. Tolib sendiri mengaku bahwa, buku
yang idenya muncul dari kamar mandi ini tantangannya lebih banyak dari
buku-buku yang telah ditulis sebelumnya.
”Buku kesembilan ini bukan berarti mudah, tapi
prosesnya cukup lama , yakni dua tahun,” ucap Tolib.
Pihaknya juga mengatakan bahwa buku yang dibedah kali
ini adalah penyempurnaan ketiga kalinya. Walaupun demikian, terkait isi dirinya
mengatakan bahwa 70% referensi baru, sedangkan sisanya diambil dari buku lama.
”Buku remake ketiga kali ini saya tulis dari
tahun 2017-2019, walaupun seperti itu data dan referensi buku ini dominan baru,
beberapa mengambil dari buku lama yang masih relevan,” tambahnya.
Terkait kendala yang dialami semasa penulisan,
pihaknya mengatakan bahwa harus membagi waktu dengan kegiatan akademik. Selain
itu, pihaknya berharap bukunya bisa menjadi rujukan dan manfaat bagi
membutuhkan.
”Tantangannya sih lebih pada bagaimana harus
membagi waktu, pagi ke fakultas dan masih banyak urusan lain. Kadang ide-ide
baru juga bermunculan, seperti saat diskusi tadi. Saya berharap dapat
memberikan manfaat kepada siapapun,” pungkas pria kelahiran Jombang ketika
diwawancara.
Di sisi lain, Aris Hardinanto, menyoroti tiga hal
dalam buku Tolib. Menurutnya, sisi historis, kasus ataupun fenomena pidana
internasional kurang ditampilkan.
”Saya menyoroti tiga hal dalam buku ini, yaitu
historis, yuridis, dan praktis. Namun, dari sejarah adanya hukum pidana
internasional kurang dibahas mendalam. Selain itu, lebih baik kasus ataupun
fenomena yang berkaitan dengan pidana internasional juga disertakan,” papar
dosen FH tersebut.
Sementara itu Mahasiswa FH UTM, Arlanda Kurnia,
mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Perpustakaan UTM guna meningkatkan
minat baca dengan cara yang menarik.
”Apresiasi sekali bagi perpustakaan yang mengadakan
bedah buku hari ini, hal ini sekaligus menjadi wujud kepedulian perpustakaan
guna meningkatkan literasi. Saya berharap kedepannya acara seperti ini terus
ada, karena selain menambah wawasan baru juga dapat menumbuhkan kesadaran
literasi, bagi generasi milenial khususnya,” harap mahasiswa asal Gresik
tersebut. (tim/wuk)
