Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tumbuhkan Budaya Literasi, Perpustakaan UTM Adakan Bedah Buku

Senin, 24 Februari 2020 | 03.24.00 WIB Last Updated 2020-02-27T03:06:50Z



WKUTM - Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Perpustakaan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengadakan bedah buku di Graha Utama lantai 10 pada (24/02). Kepala UPT Perpustakaan UTM, Iriani Ismail, dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini sebagai upaya meningkatkan fungsi Perpustakaan dalam kegiatan bertajuk literasi. Perpustakaan UTM bekerja sama dengan Intrans Publising untuk mendiskusikan buku Tindak Pidana Internasional yang ditulis dosen Fakultas Hukum (FH) UTM, Tolib Effendi.

”Acara bedah buku ini sebagai upaya Perpustakaan UTM untuk meningkatkan budaya literasi, untuk memberi pengetahuan baru bagi kita semua dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat luas,” pungkas Iriani dalam sambutannya.

Acara yang sempat mundur dari jadwal yang ditentukan ini lebih fokus pada presentasi buku kesembilan dari Tolib Effendi, kemudian dikomentari oleh dosen FH, Aris Hardinanto. Tolib sendiri mengaku bahwa, buku yang idenya muncul dari kamar mandi ini tantangannya lebih banyak dari buku-buku yang telah ditulis sebelumnya.

”Buku kesembilan ini bukan berarti mudah, tapi prosesnya cukup lama , yakni dua tahun,” ucap Tolib.

Pihaknya juga mengatakan bahwa buku yang dibedah kali ini adalah penyempurnaan ketiga kalinya. Walaupun demikian, terkait isi dirinya mengatakan bahwa 70% referensi baru, sedangkan sisanya diambil dari buku lama.

”Buku remake ketiga kali ini saya tulis dari tahun 2017-2019, walaupun seperti itu data dan referensi buku ini dominan baru, beberapa mengambil dari buku lama yang masih relevan,” tambahnya.

Terkait kendala yang dialami semasa penulisan, pihaknya mengatakan bahwa harus membagi waktu dengan kegiatan akademik. Selain itu, pihaknya berharap bukunya bisa menjadi rujukan dan manfaat bagi membutuhkan.

”Tantangannya sih lebih pada bagaimana harus membagi waktu, pagi ke fakultas dan masih banyak urusan lain. Kadang ide-ide baru juga bermunculan, seperti saat diskusi tadi. Saya berharap dapat memberikan manfaat kepada siapapun,” pungkas pria kelahiran Jombang ketika diwawancara.

Di sisi lain, Aris Hardinanto, menyoroti tiga hal dalam buku Tolib. Menurutnya, sisi historis, kasus ataupun fenomena pidana internasional kurang ditampilkan.

”Saya menyoroti tiga hal dalam buku ini, yaitu historis, yuridis, dan praktis. Namun, dari sejarah adanya hukum pidana internasional kurang dibahas mendalam. Selain itu, lebih baik kasus ataupun fenomena yang berkaitan dengan pidana internasional juga disertakan,” papar dosen FH tersebut.

Sementara itu Mahasiswa FH UTM, Arlanda Kurnia, mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Perpustakaan UTM guna meningkatkan minat baca dengan cara yang menarik.

”Apresiasi sekali bagi perpustakaan yang mengadakan bedah buku hari ini, hal ini sekaligus menjadi wujud kepedulian perpustakaan guna meningkatkan literasi. Saya berharap kedepannya acara seperti ini terus ada, karena selain menambah wawasan baru juga dapat menumbuhkan kesadaran literasi, bagi generasi milenial khususnya,” harap mahasiswa asal Gresik tersebut. (tim/wuk)

×
Berita Terbaru Update