WKUTM- Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga
Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (BEM-KM UTM) kabinet Bara Muda mengadakan
kegiatan aksi moral mahasiswa ‘UTM Bebas Sampah’, sebagai bentuk partisipasi
dalam hari Peduli Sampah Nasional (21/02).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 –
11.00 WIB tersebut diawali dengan berkumpul di depan Gedung Pertemuan (GP), selanjutnya
membersihkan jalan sepanjang depan GP hingga lampu merah pertigaan kampus.
Mussayir, selaku Menteri Lingkungan Hidup &
Kepemudaan menjelaskan jika kegiatan tersebut sehubungan dengan intruksi Bupati
Bangkalan dalam surat edaran Nomor 522 tahun 2020 tentang Aksi Moral Masyarakat
Bangkalan Memiliki Kepedulian Bergerak Bersama Untuk Mewujudkan Bangkalan Bebas
Sampah.
”Kegiatan tersebut sebagai upaya partisipasi
atas surat edaran tersebut. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan saluran irigasi sebagai
upaya untuk mengurangi banjir yang sering terjadi di jalan depan kampus,”
ungkap mahasiswa asal Sampang tersebut.
Pihaknya menambahkan jika kegiatan dilakukan
secara berkala termasuk pembagian peralatan yang harus dibawa dan wilayah yang
dibersihkan. Sebab BEM mendapat surat tersebut semalam sebelumnya. Sehingga,
beberapa mahasiswa yang ikut berpartisipasi terhalang dengan jam kuliah.
”Kami menerima informasi dari pihak Bangkalan
secara dadakan, kami menginformasikan kepada seluruh mahasiswa lewat sosial
media kami,” tambah mahasiswa dari prodi Teknik Informatika tersebut.
Ahmad Fakhrurozy, mahasiswa Fakultas Hukum mengaku kurang adanya informasi dari BEM, ia baru mengetahuinya saat kegiatan sedang dilaksanakan. Dirinya berharap
jika kegiatan bersih lingkungan tersebut terus berlanjut setidaknya dua kali
dalam seminggu.
”Untuk kedepan, kegiatan semacam itu jangan
diinformasikan secara mendadak, kalau misalkan secara mendadak seperti itu kita sebagai mahasiswa kurang tahu,”paparnya.
Selanjutnya, pihak BEM berencana membuat
program kerja dengan mengadakan tong sampah dari jalan depan kampus hingga
pertigaan lampu merah. Namun, ia belum berencana menjadikan kegiatan bersih
lingkungan tersebut menjadi kegiatan rutin.
”Kalau menjadikan kegiatan rutinan kita belum
tahu,”ungkapnya.
Mussayir juga mengungkapkan bahwa pihaknya
berharap seluruh mahasiswa UTM lebih menjaga lingkungan dengan membuang sampah
pada tempatnya. (SRP/wuk)

