| Pengumuman hasil rekapitulasi suara. Foto: Sur |
WKUTM – Penghitungan hasil pemungutan
suara presiden mahasiswa (presma) dan wakil presiden mahasiswa (wapresma) Universitas
Trunojoyo Madura (UTM) periode 2019-2020 digelar, Selasa (29/11) pukul 18:00 WIB.
Penghitungan dilaksanakan
di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisinis, Fakultas Hukum, Fakultas Keislaman dan
Laboratorium Sosial sesuai dengan
Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ditetapkan. Dari hasil penghitungan, diketahui pasangan calon (paslon) nomor urut satu, Ainur Riski – Nisa Desiana, mendapat total suara sebanyak
1020, sedang paslon nomor urut dua, Khorul Amin – Najib Mutamam, sebanyak 2301 suara.
Perihal teknis pemungutan suara, Ketua
Komisi Pemilihan Umum
Mahasiswa, Moh. Bakir,
mengakui adanya
keterlambatan waktu pemungutan suara. Rencananya pemungutan suara dimulai pukul 08:00 WIB sampai pukul 15:00 WIB, namun molor hingga
satu jam. Pemungutan suara
baru dimulai pukul 09:00 WIB hingga pukul 16:00 WIB. Dari penjelasan Bakir, keterlambatan itu disebabkan pihak panitia
yang belum siap.
”Saat pemungutan suara sempat
molor satu jam karena dari pihak panitia ada yang menunggu anggota panitia lainnya. Beberapa juga mengeluh kelelahan,” ungkap
mahasiswa asal Sampang
tersebut.
Ia menambahkan jika saat
penghitungan suara, terjadi kesalahpahaman antara saksi dengan panitia KPUM, namun kejadian tersebut
dapat diselesaikan.
”Waktu pembacaan surat suara, ada
surat suara yang berlubang dua di salah satu paslon, namun setelah dijelaskan aturannya
para saksi menerima,” tambah mahasiswa Prodi Teknik Industri itu.
Terhitung 40 panitia KPUM terlibat
langsung pemilihan umum tahun
ini. Panitia tersebut diisi oleh anggota Dewan Perwkilan Mahasiswa (DPM) dan
28 anggota hasil recruitment.
Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa, Nuruddin, menyebutkan hasil dari tiap-tiap TPS. Pasangan
nomor urut satu di Fakultas Hukum dan Fakultas Keislaman memperoleh suara
sebanyak 176 suara dan pasangan calon nomor urut dua sebanyak 586 suara. Di
fakultas Pertanian dan Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya paslon nomor urut satu
memperoleh suara sebanyak 263 sedangkan paslon nomor urut dua sebanyak 507
suara. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Teknik paslon nomor urut satu dan
dua memperoleh hasil yang sama yaitu sebanyak 466 suara. Sedang di fakultas Ekonomi dan Bisnis, paslon nomor urut satu
memperoleh suara sebanyak 115 suara dan nomor urut dua memperoleh 742 suara.
Dari pelaksanaan pemilu tahun ini, menurut
Nuruddin masih perlu banyak dilakukan evaluasi. Ia mengungkapkan jika dari
sekitar 15.000 mahasiswa, terhitung hanya sekitar 5.000 saja yang mengikuti
pemilu.
”Yang masih dievaluasi dari
pemilu presma kali ini kurangnya keterlibatan dan ketertarikan mahasiswa untuk
ikut andil dalam pemilu, karena sejatinya demokrasi ini juga ditangan
mahasiswa,” ungkap mahasiswa asal sampang tersebut.
Wakil Rektor III, Agung Ali Fahmi, berpesan
kemenangan dalam pemilu ini adalah kemenangan semua pihak. Walaupun hasil pemilu secara angka
dimenangkan oleh salah satu pihak, namun kedua calon tersebut telah
mengalahkan ego masing-masing untuk membangun kegiatan kemahasiswaan yang lebih
baik.
”Pemenang sesungguhnya adalah mahasiswa
yang mendukung terselenggaranya pemilu yang aktif tertib dan aman,” kata pria kelahiran Surabaya itu. (SRP/S)
