Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemilu UTM: Dari Molornya Pelaksanaan hingga Hasil Rekapitulasi Suara

Selasa, 19 November 2019 | 10.28.00 WIB Last Updated 2019-11-19T18:28:48Z
Pengumuman hasil rekapitulasi suara. Foto: Sur


WKUTM – Penghitungan hasil pemungutan suara presiden mahasiswa (presma) dan wakil presiden mahasiswa (wapresma) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) periode 2019-2020 digelar, Selasa (29/11) pukul 18:00 WIB. Penghitungan dilaksanakan di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisinis, Fakultas Hukum, Fakultas Keislaman dan Laboratorium Sosial sesuai dengan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ditetapkan. Dari hasil penghitungan, diketahui pasangan calon (paslon) nomor urut satu, Ainur Riski – Nisa Desiana, mendapat total suara sebanyak 1020, sedang paslon nomor urut  dua, Khorul Amin – Najib Mutamam, sebanyak 2301 suara.

Perihal teknis pemungutan suara, Ketua Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa, Moh. Bakir, mengakui adanya keterlambatan waktu pemungutan suara. Rencananya pemungutan suara dimulai pukul 08:00 WIB sampai pukul 15:00 WIB, namun molor hingga satu jam. Pemungutan suara baru dimulai pukul 09:00 WIB hingga pukul 16:00 WIB. Dari penjelasan Bakir, keterlambatan itu disebabkan pihak panitia yang belum siap.

”Saat pemungutan suara sempat molor satu jam karena dari pihak panitia ada yang menunggu anggota panitia lainnya. Beberapa juga mengeluh kelelahan,” ungkap mahasiswa asal Sampang tersebut.

Ia menambahkan jika saat penghitungan suara, terjadi kesalahpahaman antara saksi dengan panitia KPUM, namun kejadian tersebut dapat diselesaikan.

”Waktu pembacaan surat suara, ada surat suara yang berlubang dua di salah satu paslon, namun setelah dijelaskan aturannya para saksi menerima,” tambah mahasiswa Prodi Teknik Industri itu.

Terhitung 40 panitia KPUM terlibat langsung pemilihan umum tahun ini. Panitia tersebut diisi oleh anggota Dewan Perwkilan Mahasiswa (DPM) dan 28 anggota hasil recruitment.

Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa, Nuruddin, menyebutkan hasil dari tiap-tiap TPS. Pasangan nomor urut satu di Fakultas Hukum dan Fakultas Keislaman memperoleh suara sebanyak 176 suara dan pasangan calon nomor urut dua sebanyak 586 suara. Di fakultas Pertanian dan Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya paslon nomor urut satu memperoleh suara sebanyak 263 sedangkan paslon nomor urut dua sebanyak 507 suara. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Teknik paslon nomor urut satu dan dua memperoleh hasil yang sama yaitu sebanyak 466 suara. Sedang  di fakultas Ekonomi dan Bisnis, paslon nomor urut satu memperoleh suara sebanyak 115 suara dan nomor urut dua memperoleh 742 suara.

Dari pelaksanaan pemilu tahun ini, menurut Nuruddin masih perlu banyak dilakukan evaluasi. Ia mengungkapkan jika dari sekitar 15.000 mahasiswa, terhitung hanya sekitar 5.000 saja yang mengikuti pemilu.

”Yang masih dievaluasi dari pemilu presma kali ini kurangnya keterlibatan dan ketertarikan mahasiswa untuk ikut andil dalam pemilu, karena sejatinya demokrasi ini juga ditangan mahasiswa,” ungkap mahasiswa asal sampang tersebut.

Wakil Rektor III, Agung Ali Fahmi, berpesan kemenangan dalam pemilu ini adalah kemenangan semua pihak. Walaupun hasil pemilu secara angka dimenangkan oleh salah satu pihak, namun kedua calon tersebut telah mengalahkan ego masing-masing untuk membangun kegiatan kemahasiswaan yang lebih baik.

Pemenang sesungguhnya adalah mahasiswa yang mendukung terselenggaranya pemilu yang aktif tertib dan aman,” kata pria kelahiran Surabaya itu. (SRP/S)

×
Berita Terbaru Update