Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Minimnya Partisipan Pemilihan Umum Mahasiswa UTM

Selasa, 19 November 2019 | 04.35.00 WIB Last Updated 2019-11-19T12:35:33Z

Pelaksanaan Pemilihan Umum Mahasiswa UTM. Foto : Maa

WKUTM – Pemilihan presiden dan wakil presiden mahasiswa periode 2019-2020 telah berlangsung hari ini, Selasa (19/11). Pemilihan ini diikuti oleh dua kandidat, Ainur Rizky – Nisa Desiana sebagai kandidat nomor urut satu dan Khairul Amin – Najib Mutamam sebagai kandidat nomor dua.

Pihak Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (KPUM-KM UTM)menyediakan empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan pembagian seperti berikut; Fakultas Hukum(FH)  – Fakultas Keislaman (FKIS), Fakultas Pertanian – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), Fakultas Teknik (FT) – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) satu TPS.

Salah satu panitia di TPS FIP – FT, Ahmad Nur Fahri, memaparkan bahwa syarat untuk mengikuti pencoblosan adalah membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau kartu perpustakaan. Lebih lanjut Fahri mengatakan bagi mahasiswa baru yang belum memiliki KTM bisa melampirkan Kartu Rencana Studi dengan menambahkan identitas lain seperti kartu pelajar, Kartu Tanda Penduduk atau Surat Izin Mengemudi.

Fahri juga menuturkan bahwa, mahasiswa yang  mendatangi TPS tergolong banyak, yaitu sekitar 500 mahasiswa. Lebih lanjut menurutnya partisipan yang mendominasi TPS yaitu dari mahasiswa FIP.
”Lumayan banyak, terutama dari FIP yang mana  salah satu calon presma  sendiri adalah mahasiswa pendidikan,” ungkap mahasiswa asal Bangkalan tersebut.

Hal berbeda diungkapkan oleh panitia TPS FEB, Hanifan. Pihaknya mengungkapkan  minimnya partisipan dan tertib administrasi mahasiswa yang hendak mencoblos. Lebih dari 700 mahasiswa belum bisa dikatakan baik. Hafinan juga menyoroti kuota mahasiswa baru yang meningkat tiap tahun, namun untuk urusan mencoblos masih kurang. Bahkan pihaknya mengatakan partisipan selalu turun setiap tahunnya.

Selain itu,  pihaknya juga memaparkan kemungkinan terjadinya margin error. Kendati demikian setiap koordinator sudah mengantisipasi dengan akumulasi jika Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak melebihi 10 suara maka tidak dilakukan pemilihan ulang. Lebih lanjut ketika ditanya perihal kendala Hafinan berdalih tidak ada, namun sebatas minimnya partisipan saja yang harus dikaji agar tidak terulang pada periode selanjutnya.

”Sampai saat ini tidak ada kendala, tapi terkait  minimnya partisipan dari mahasiswa entah itu salahnya panitia yang kurang sosialisasi atau dari mahasiswanya sendiri,” ungkapnya.

Kendala lain seperti adanya indikasi kecurangan, panitia dari TPS FH – FKIS, Sofyan, mengatakan akan memperketat pada DPT dan KPUM sendiri. Sofyan juga menambahkan bahwa rekapitulasi suara akan telat karena waktu pencoblosan sempat molor dari jadwal sebelumnya.

”Awalnya itu mulai dari pukul delapan pagi sampai tiga sore, berhubung tadi sempat apel akhirnya jadwa berubah, yaitu mulai dari jam sembilan sampai empat sore,” terangnya.

Mahasiswa prodi Pendidikan IPA yang ikut mencoblos, Putri Ayu Hasanah, berharap siapapun nanti yang terpilih menjadi pasangan resmi presiden dan wakil presiden mahasiswa mampu amanah dan mendengar aspirasi dari mahasiswa. ”Ya saya berharap siapapun yang terpilih semoga bisa mengemban amanah dan mau menampung aspirasi setiap mahasiswa,” harap mahasiswa asal Mojokerto tersebut.  (Ham/Tim/Wuk)

×
Berita Terbaru Update