WKUTM - Pengetahuan e-jurnal dan minat baca pengunjung
perpustakaan UTM dinilai masih rendah. Sebagaimana yang diungkapkan Deasy
Indrianingtyas, Pustakawan Ahli Pertama, untuk pengunjung repository saja, rata-rata hanya mahasiswa yang hendak membuat
skripsi.
Padahal perpustakaan UTM sudah berlangganan springer sebagai rujukan mendapat
elektronik buku (e-book), dan jurnal
tinjauan sejawat di terbitan-terbitan sains, teknik, dan medis (STM) yang bisa
di akses oleh mahasiswa . Biaya langganan yang harus dikeluarkan pertahunnya
sekitar 200-250 juta. Meskipun begitu pengetahun e-jurnal dan minat baca pengunjung
masih juga tergolong rendah.
Terkait hal tersebut, tahun ini perpustakaan UTM
mencoba menyiasati minimnya pengetahuan mahasiswa tentang e-jurnal dengan salah
satu program kerja baru dari perpustakaan. Dimana setiap 2 minggu atau 1 bulan sekali,
rencananya akan diadakan pelatihan-pelatihan guna mempertajam pengetahuan mahasiswa
mengenai e-jurnal.
Menurut Deasy, rendahnya minat baca, khususnya jurnal dilatarbelakangi
oleh kendala bahasa. Kehadiran aplikasi Kubuku,
seyogyanya bertujuan untuk mempermudah mahasiswa mencari jurnal dengan basis
bahasa Indonesia.
”Kalau e-jurnal, kan, menggunakan bahasa Inggris. Untuk
mengatasinya, aplikasi Kubuku mempermudah mahasiswa mencari jurnal dengan basis
Bahasa Indonesia,” ungkapnya.
Melihat kondisi yang demikian, untuk tahun ini perpustakaan
berusaha lebih aktif menyampaikan program-programnya pada mahasiswa. Dimana
salah satunya adalah pameran buku yang
akan dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober. Di lain sisi perpustakaan juga akan
melakukan renovasi guna menghadapi akreditasi. Tata letak mabel akan diganti
dan diatur ulang dengan harapan dapat memberi suasana baru yang lebih nyaman
saat berada di perpustakaan.
Perpustakaan juga akan menyadiakan cinema room, dimana mahasiswa dapat
melihat film yang disediakan oleh perpustakaan sesuai permintaan yang
ditentukan. ”Dengan semua program ini, diharap perpustakaan tidak hanya menjadi
tempat belajar, namum sekaligus tempat rekreasi atau mencari hiburan,” pungkas
Deasy. (HIY/S)

