Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menyiasati Rendahnya Minat Baca dan Kunjungan di Perpustakaan

Jumat, 04 Oktober 2019 | 23.08.00 WIB Last Updated 2019-10-05T06:08:00Z


WKUTM - Pengetahuan e-jurnal dan minat baca pengunjung perpustakaan UTM dinilai masih rendah. Sebagaimana yang diungkapkan Deasy Indrianingtyas, Pustakawan Ahli Pertama, untuk pengunjung repository saja, rata-rata hanya mahasiswa yang hendak membuat skripsi.

Padahal perpustakaan UTM sudah berlangganan springer sebagai rujukan mendapat elektronik buku (e-book), dan jurnal tinjauan sejawat di terbitan-terbitan sains, teknik, dan medis (STM) yang bisa di akses oleh mahasiswa . Biaya langganan yang harus dikeluarkan pertahunnya sekitar 200-250 juta. Meskipun begitu pengetahun e-jurnal dan minat baca pengunjung masih juga tergolong rendah.

Terkait hal tersebut, tahun ini perpustakaan UTM mencoba menyiasati minimnya pengetahuan mahasiswa tentang e-jurnal dengan salah satu program kerja baru dari perpustakaan. Dimana setiap 2 minggu atau 1 bulan sekali, rencananya akan diadakan pelatihan-pelatihan guna mempertajam pengetahuan mahasiswa mengenai e-jurnal.

Menurut Deasy, rendahnya minat baca, khususnya jurnal dilatarbelakangi oleh kendala  bahasa. Kehadiran aplikasi Kubuku, seyogyanya bertujuan untuk mempermudah mahasiswa mencari jurnal dengan basis bahasa Indonesia.

”Kalau e-jurnal, kan, menggunakan bahasa Inggris. Untuk mengatasinya, aplikasi Kubuku mempermudah mahasiswa mencari jurnal dengan basis Bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Melihat kondisi yang demikian, untuk tahun ini perpustakaan berusaha lebih aktif menyampaikan program-programnya pada mahasiswa. Dimana salah satunya adalah pameran  buku yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober. Di lain sisi perpustakaan juga akan melakukan renovasi guna menghadapi akreditasi. Tata letak mabel akan diganti dan diatur ulang dengan harapan dapat memberi suasana baru yang lebih nyaman saat berada di perpustakaan.

Perpustakaan juga akan menyadiakan cinema room, dimana mahasiswa dapat melihat film yang disediakan oleh perpustakaan sesuai permintaan yang ditentukan. ”Dengan semua program ini, diharap perpustakaan tidak hanya menjadi tempat belajar, namum sekaligus tempat rekreasi atau mencari hiburan,” pungkas Deasy. (HIY/S)

×
Berita Terbaru Update