WKUTM- Universitas Trunojoyo Madura (UTM)
menjadi salah satu Panitia Lokal (Panlok) untuk Seleksi Bersama
Masuk Perguruan Tinggi Negeri, Ujian Tulis Berbasis Komputer (SBMPTN UTBK) 2019
dengan kode 384. Kepala Sub Bagian Kerjasama dan Humas, Taufiqurrahman
Hasbullah, mengungkapkan bahwa kampus sudah siap menjadi panlok penerapan UTBK
yang akan digelar pada pertengahan April mendatang.
Menurut Taufiq, UTM
mempunyai kapasitas menampung 6.600
pendaftar calon peserta UTBK. Sedangkan menurut informasi terakhir (19/03) sudah
tercatat 1.847 pendaftar. Selain bertempat di UTM, ia pun menjelaskan bahwa
titik pelaksanaan UTBK juga akan dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Bangkalan.
Guna mendukung pelaksanaan UTBK SBMPTN 2019,
UTM telah menyediakan komputer 170 unit, uji coba terkait
kesiapan ruangan, serta jaminan keamanan sebagai upaya
antisipasi dalam menghadapi permasalahan teknis.
”Kami juga sudah
bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mengantisipasi jika ada pemadamam listrik” ujar Taufiq.
Lebih lanjut, Taufiq menjelaskan bahwa tidak
ada perbedaan antara tempat satu dan lainnya. Kualitas soal diolah oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan
Tinggi (LTMPT) selaku penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar
di Indonesia. Sehingga antara tempat satu dengan yang lainnya sama.
Hal ini terjadi karena basis data dari para calon pendaftar berasal dari pusat.
”Kita hanya menghubungkan dari sana dan tidak
mungkin dapat ditunda. Jadi, pelaksanaan akan dilakukan secara bersamaan,” jelasnya.
Berbicara terkait materi soal yang akan
diujikan, diungkapkan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti
apakah ada persamaan soal antara tes UTBK gelombang pertama maupun gelombang
kedua karena masih menjadi rahasia LTMP. Namun Taufiq menerangkan bahwa
meskipun ada perbedaan tes sekarang dengan yang lalu, bobot soal tidak akan
jauh berbeda.
”Mungkin berbeda
karena ada dua macem tes, yakni tes akademik dan tes skolastik. Tes skolastik
akan melihat kemampuan siswa apakah mampu atau tidak menyelesaikan jenjang
perguruan tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Taufiq menekankan kepada para
calon mahasiswa untuk segera mendaftar. Terlebih lagi, informasi terakhir dari LTMPT dipaparkan bahwa
pengumuman SNMPTN dimajukan. Seharusnya, pengumuman
SNMPTN tanggal 23 Maret namun
dimajukan menjadi tanggal 22
Maret. ”Adanya
perubahan tersebut tentunya
memberikan kesempatan untuk yang tidak lolos SNMPTN untuk bisa segera mendaftar UPTK
SBMPTN,” pungkas
Taufiq. (Ben/Wuk)

