Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengusung Beragam Topik, PKKMB Sakera Hari Pertama Hadirkan Tiga Pemateri

Senin, 07 Agustus 2023 | 09.30.00 WIB Last Updated 2023-08-07T16:30:46Z

WKUTM - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah menyelenggarakan acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Sakera di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer, Senin (07/08). Acara yang dihadiri sekitar 4.200 mahasiswa baru tersebut mengusung tema “Trunojoyo Madura Berkarya, Dalam Cipta Elaborasi Multidimensi”. PKKMB Sakera 2023 hari pertama tersebut, diisi oleh tiga pemateri meliputi Surokim selaku Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan, budayawan Madura D. Zawawi Imron dan Mayor Edi Tegar. Acara berlangsung dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Terkait materi yang disampaikan, Surokim yang diberi kesempatan menjadi pemateri pertama memaparkan topik dengan judul “Pengenalan Fasilitas, Ruang Belajar, Sumber Daya Universitas Trunojoyo Madura, dan Kebijakan Strategis MBKM”. Surokim menuturkan, mahasiswa harus memiliki tiga komponen untuk menjadi mahasiswa yang sukses. Tiga komponen yang dimaksud oleh Surokim ini meliputi karakter, kompetensi dan literasi.

”Jangan hanya memperhatikan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tapi juga memperhatikan sifat jujur dan berintegritas dengan diiringi kemampuan soft skill dan hard skill.” tutur Surokim (07/08).

Pemateri kedua, D. Zawawi Imron dalam acara ini memulai sesi pada pukul 11.30 WIB. Zawawi dalam kesempatan ini mengangkat topik dengan judul “Keberagaman Budaya Madura sebagai Sumber Inspirasi”. Isi materi yang dibahas oleh Zawawi adalah tentang Pangeran Trunojoyo, sosok pahlawan yang berpihak pada kemerdekaan dan anti penjajahan, khususnya pada masa Vereenigde Oost – Indische Compagnie (VOC). Dirinya menjelaskan sikap kepahlawanan inilah yang menginspirasi pergantian nama dari Universitas Bangkalan (Unibang) menjadi Universitas Trunojoyo Madura.

”Unibang diganti nama menjadi Universitas Trunojoyo Madura untuk mengispirasi para mahasiswa maupun alumninya agar mempunyai jiwa kepahlawanan, menghindari sikap malas dan bodoh,” ungkap Zawawi (07/08).

Lebih lanjut Zawawi juga mengenalkan filosofi terkenal dari Madura yaitu “Abhental ombhek asapok angen”, yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia memiliki arti “Berbantal ombak berselimut angin”. Zawawi juga melengkapi filosofi tersebut dengan filosofi yang berasal dari Imam Syafi’i, di saat ketika kita merasa malas belajar, maka angkatlah tangan sambil bertakbir sebanyak empat kali sebagai pengakuan lambang kematian. Kedua filosofi tersebut diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk tetap giat belajar dan menjauhi kebodohan.

”Bodoh dan malas adalah musuh besarmu, siapa yang mau mengangkat kamu kalau bodoh?” sarkas pria asal Sumenep tersebut.

Materi terakhir disampaikan oleh Mayor Prasetyo Edi Tegar dalam tajuk “Strategi Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Jiwa Patriot untuk Mahasiswa Berkarakter”. Banyak hal yang disorot oleh Edi ketika mengangkat isu ini, termasuk karakter generasi muda yang berbanding jauh dengan generasi sebelumnya dalam menghormati orang tua. Banyak generasi muda yang juga kesadaran terhadap bangsanya masih kurang. Edi sangat meyayangkan orang-orang diluar sana khususnya kaum terpelajar yang tidak mencintai sang saka merah putih dan masih belum hafal dalam membaca sila-sila pancasila yang merupakan simbol penting negara.

”Generasi sekarang ada yang menganggap bendera merah putih haram padahal bendera merah putih sendiri mengandung nilai historis dan menggambarkan perjuangan bangsa-bangsa Indonesia saat masa penjajahan,” tutur Edi (07/08).
Terkait jalannya acara PKKMB Sakera 2023, Muhammad Ersya Faraby selaku Ketua Pelaksana acara PKKMB Sakera mengharapkan dengan terselenggaranya acara ini dapat memberikan pengenalan yang lebih dalam terhadap mahasiswa baru. Terkait kendala, Ersya mengungkapkan bahwa tidak ada kendala yang cukup besar dan hanya meliputi permasalahan kecil seperti sound system.

”Agar mahasiswa lebih mengetahui dan paham dengan adanya acara ini, terkait kendala hampir tidak ada hanya mencakup hal kecil saja”. Pungkasnya saat ditemui secara langsung (07/08).

Tak hanya itu, pihaknya juga berpesan bahwa acara PKKMB kali ini bisa membuat Mahasiswa Baru (Maba) merasa nyaman seperti rumah sendiri dan tidak ada kekerasan, fisik maupun hal-hal yang mem-bully. (TFA/GIE)

×
Berita Terbaru Update