WKUTM - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah melaksanakan rapat senat tertutup dalam rangka pemilihan calon rektor periode 2022-2026 pada Selasa (15/11) di Gedung Graha Utama Lantai 10. Pelaksanaan pemilihan rektor tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Adapun hasil dari rapat tersebut menetapkan Safi’ sebagai rektor terpilih periode 2022-2026.
Ris Yuwono Yudo Nugroho, selaku ketua panitia pemilihan rektor UTM, menuturkan bahwa rapat senat tertutup dengan tema “Pemilihan Calon Rektor UTM Bersama Menteri” tersebut telah berjalan dengan lancar. Serta berlangsung lebih cepat dari yang awalnya direncanakan pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
”Acara dimulai pukul 10 hingga pukul 11, hanya satu jam saja, karena memang agendanya hanya pemilihan,” tutur pria yang kerap disapa Ris tersebut (15/11).
Ris mengungkapkan bahwa pada agenda pemilihan rektor kali ini turut mengundang pihak kementerian, seperti yang tercantum pada Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri. Terdapat tiga perwakilan dari Kemendikbudristek yang hadir, namun berhak memberi suara hanya satu orang.
”Pihak yang membawa suara menteri ada Bu Sri Gunani Pratiwi yang dulunya juga turut hadir dalam penyampaian visi-misi rektor UTM,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa hasil dari pemungutan suara dimenangkan oleh Safi’ dengan perolehan 30 suara. Sedangkan Nunuk Nuswardani mendapatkan 10 suara dan Mohammad Nizarul Alim memperoleh 7 suara. Pada pemilihannya terdapat 47 suara yang dianggap sah dari total 49 suara. Hal tersebut disebabkan salah satu senat berhalangan hadir dan satu suara lainnya dianggap tidak sah, dikarenakan tidak mencoblos.
”Perolehan terbanyak Pak Safi’ dengan 30 suara, Bu Nunuk 10 suara dan Pak Nizar 7 suara,” jelasnya.
Ihwal proses peralihan jabatan rektor dari Muh. Syarif kepada Safi’ akan dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2022. Dilaksanakan di Jakarta dan bersamaan dengan penetapan rektor terpilih dari kampus lainnya.
”Untuk pelantikannya nanti pada tanggal 20 Desember di Jakarta,” ungkapnya.
Safi’ selaku Rektor terpilih periode 2022-2026 mengungkapkan bahwa merasa biasa saja atas terpilihnya sebagai rektor UTM. Akan tetapi pihaknya merasa mengemban tanggung jawab yang berat karena terpilih menjadi rektor UTM.
”Kalau perasaan saya biasa saja, karena ini bukan suatu kesenangan tetapi lebih untuk mengabdi kepada almamater UTM yang telah membesarkan saya dan harus mampu mengemban tugas ini,” ungkapnya ketika ditemui di Gedung Graha Utama lantai lima (15/11).
Terkait program yang menjadi target ke depannya, Safi’ menuturkan akan sesuai dengan visi-misi yang sudah direncanakannya. Nantinya Safi’ ingin memberikan aspirasi kepada seluruh civitas academica di UTM. Pihaknya juga akan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada agar mampu membawa UTM menjadi lebih baik lagi.
”Saya ingin dalam waktu dekat bisa membawa UTM menuju akreditasi A untuk Program Studi (Prodi) setidaknya 60% dari keseluruhan dalam waktu dekat bisa terakreditasi A dan kemudian menuju ke akreditasi internasional,” tuturnya.
Safi’ menjelaskan bahwa banyak sekali tantangan yang akan dihadapi untuk mewujudkan programnya. Beberapa tantangannya adalah tidak seimbangnya jumlah guru besar dengan total dosen di UTM yang mana guru besar sebanyak tujuh menuju sembilan tidak berbanding dengan jumlah dosen sekitar 600 hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) UTM yang masih tergolong kecil serta berbanding terbalik dengan beban dan kegiatan yang dilaksanakan.
”Ada banyak tantangan yang harus dihadapi dan harus diselesaikan agar UTM bisa tumbuh cepat,” jelasnya.
Muh. Syarif selaku rektor UTM yang masih menjabat berharap kepada Safi’ sebagai rektor terpilih periode 2022-2026 agar melakukan peningkatan pada bagian kemahasiswaan nantinya ketika telah menjabat. Pihaknya juga mengungkapkan pelaksanaan pemilihan rektor hari ini merupakan pemilihan paling aman, dan cepat se-Indonesia bahkan dunia.
”Harapan saya mampu meningkatkan prestasi mahasiswa dan kesejahteraan mahasiswa semakin meningkat,” pungkasnya (15/11). (SHA/FRD)
