Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aksi Protes Pihak UKM-KM pada Panitia PKKMB UTM 2022

Selasa, 02 Agustus 2022 | 08.55.00 WIB Last Updated 2022-08-02T15:56:30Z


WKUTM – Beberapa perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan aksi protes kepada panitia acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Sakera 2022. Aksi tersebut terjadi pada hari kedua pelaksanaan PKKMB (02/08) pukul 13.30 WIB dan diikuti sekitar 40 peserta dari perwakilan UKM. Adapun tujuan dari aksi ini adalah untuk menyampaikan keluhan kepada panitia, yang dinilai kurang melibatkan UKM dalam kegiatan PKKMB Sakera 2022.  

Rifaiz Febryananto, Ketua Umum UKM Taruna Jaya, menjelaskan tuntutan yang dikeluhkan oleh para perwakilan UKM yakni tidak adanya pengarahan dari panitia PKKMB kepada Mahasiswa Baru (Maba) untuk mengunjungi stan yang telah didirikan oleh masing-masing UKM.

“Kalau hanya mengandalkan waktu ketika Maba jalan ke masjid atau sedang istirahat dengan kelompoknya saya rasa tidak maksimal dan kurang efisien, setiap UKM juga butuh dikunjungi,” jelas Rifaiz (02/08).

Lebih lanjut, Rifaiz mengungkapkan UKM hanya diberikan jadwal hari terakhir PKKMB berupa hasil screenshoot foto rundown acara ketika rapat, dan tidak diberi kejelasan mengenai jadwal dan sistematika kegiatan PKKMB. Hal tersebut mengakibatkan UKM tidak mengetahui waktu ketika akan menata dan membubarkan stan. 

“Semisal kita diberi rundown secara keseluruhan, jadi kita tahu kapan harus bersiap-siap. Untuk mengetahui jadwal kapan tepatnya Maba datang ke stan, kemudian sistematikanya seperti apa? Apakah semua Maba diarahkan ke stan UKM atau dijadwalkan bergantian?” ujarnya.

Sementara itu, mengenai hasil pertemuan dengan panitia Seksi (Sie) Acara dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Rifaiz menuturkan bahwa pihak panitia menyanggupi dan beriktikad baik. 

“Tinggal kita tunggu saja iktikad baiknya, entah akan terlaksana atau tidak,” pungkas pria asal Lamongan tersebut.

Ihwal hasil protes kepada panitia, Dwiky Gita Rizky Faizal Fahmi, salah satu pihak yang tergabung dalam aksi protes menjelaskan bahwa pengenalan UKM rencananya akan dilakukan pada hari ketiga. UKM dipersilakan untuk membawakan penampilan dan kemudian Maba akan diarahkan untuk mengunjungi stan dari UKM saat waktu Istirahat, Salat dan Makan (Ishoma).

“Jadi hari ketiga besok dikhususkan untuk UKM, kalau durasi waktu saya kurang tahu berapa lama karena tidak diberi rundown,” jelasnya.

Dwiky mengaku sudah pernah menghubungi Community Organizer (CO) sie acara pada H-1 acara, namun CO tersebut tidak dapat ditemui sehingga pihaknya hanya dapat berbicara pada anggota sie acara. Menurut keterangannya, bahkan CO sie acara baru dapat ditemui hari ini. 

“Bahkan sekarang CO acarnya keluar dari grup WhatsApp. Jadi, semisal kita mau konfirmasi harus menemui langsung terus? Bahkan, CO baru dapat ditemui hari ini, dan itu pun karena dipaksa,” tutur pria asal Nganjuk tersebut.

Selain Rifaiz dan Dwiky, Ahmad Hidayat yang juga tergabung dalam aksi protes tersebut mengungkapkan keluhannya perihal tidak adanya Maba yang mampir ke stan akibat tidak ada arahan dari pihak panitia. Hal tersebut membuatnya merasa miris sebab para anggota UKM telah bergotong royong untuk mempersiapkan stan.

“Kemarin perihal kurangnya penyediaan tenda stan sudah kami maklumi, kemudian perihal Maba tidak mampir ke stan itu, kami kan sudah persiapan dari lama untuk rekruitmen regenerasi angkatan, kasihan anak-anak UKM yang udah capek angkat-angkat barang untuk stan,” ungkap Dayat (02/08).

Adapun terkait masalah penyediaan waktu Ishoma, Dayat menuturkan bahwa pihak panitia memberikan penjelasan alasan keterlambatan pada hari pertama PKKMB adalah pemateri yang datang terlambat. Pihaknya berharap agar di PKKMB yang akan datang, ada delegasi dari masing-masing UKM untuk menjadi panitia. Hal tersebut bertujuan agar pihak UKM mengetahui jalannya acara PKKMB dengan jelas.

“Kalau alasannya karena pemateri terlambat, panitia seharusnya bisa lebih tegas lagi. Meskipun sekelas dosen juga harus diberi pengertian. Kemudian di tahun depan saya berharap ada delegasi dari masing-masing UKM untuk menjadi panitia,” harap pria asal Bangkalan tersebut.

Adapun harapan lain juga datang dari Rifaiz terkait penyelenggaraan PKKMB agar nantinya tidak ada miskomunikasi sehingga dapat berkoordinasi dengan baik antara panitia PKKMB dengan pihak UKM sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

"Kita kan membutuhkan regenerasi di setiap UKM, jadi kita bisa lebih maksimal mengenalkan UKM kita, sedangkan kalau sudah di serahkan ke fakultas kan tidak bisa leluasa lagi," harap Rifaiz. 

Hingga berita ini terbit, Mokhtazul Farid selaku Ketua Pelaksana PKKMB Sakera 2022 tidak dapat ditemui dan pihak sie acara tidak memberikan tanggapan ketika dihubungi melalui WhatsApp. Adapun saat ditemui secara langsung di tempat acara, CO sie acara yakni Moh. Efendi menolak untuk memberikan keterangan. 

"Saya masih ada perlu, tidak bisa wawancara," ungkapnya. (GIE/AML)
×
Berita Terbaru Update