WKUTM - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah mengumumkan pelaksanaan wisuda secara Luar Jaringan (Luring) ke-XXXI melalui Surat Pengumuman Nomor B/ 818/UN46.1.1/ WA.00.00/2022. Adapun surat pengumuman tersebut berisi jadwal pelaksanaan wisuda lulusan semester gasal tahun akademik 2021/2022 pada tanggal 29 hingga 30 Maret 2022 mendatang, serta persyaratan untuk mengikuti proses wisuda yakni kewajiban vaksinasi atau swab.
Supriyanto selaku Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI) menuturkan setiap peserta wisuda maupun tamu undangan diwajibkan membawa bukti vaksinasi pertama atau kedua, serta bagi yang belum melakukan vaksinasi dapat melampirkan bukti swab.
”Wajib membawa surat vaksin, baik itu yang pertama ataupun kedua, kalau tidak punya surat vaksin tidak diperbolehkan masuk ruang pelaksanaan wisuda. Bagi yang belum vaksin bisa melampirkan bukti swab. Swab hanya berlaku untuk satu hari,” tuturnya (21/03).
Lebih lanjut, Supriyanto menjelaskan jika nantinya terdapat kerumunan di luar kampus yang tidak menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), pihaknya tidak dapat membatasi, namun lain halnya jika di dalam lingkup kampus, pihaknya masih dapat melarang.
”Kita kalau di dalam kampus masih bisa melarang, tapi kalau di luar kampus kita tidak bisa membatasi. Pihak kampus tidak bisa melarang,” jelas pria asal Nganjuk tersebut.
Sementara itu terkait pelaksanaan wisuda, Supriyanto memberikan keterangan nantinya akan dibagi menjadi empat sesi secara keseluruhan. Dengan pembagian tiap sesinya berisi 200 hingga 215 peserta wisudawan.
”Satu sesi diperkirakan sebanyak sekitar 210 peserta wisuda. Keseluruhan peserta wisuda sebanyak 840, yang sudah daftar 838, sisa duanya belum daftar,” tuturnya saat ditemui di ruangannya.
Adapun Ningwar, selaku Satuan Tugas (Satgas) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) UTM, mengonfirmasi persyaratan yang diatur oleh BAAKPSI tersebut dan mengucapkan bahwa untuk peralatan Prokes akan disiapkan oleh pihaknya.
”Syaratnya sesuai dengan aturan BAAKPSI, nanti saya selaku Satgas akan menyiapkan peralatan Prokes di sana, yang menghadiri harus cuci tangan dan mengenakan masker,” ungkap pria asal Bangkalan tersebut (21/03).
Dedi Pangestu, calon wisudawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), mengaku merasa antusias dengan diadakannya pelaksanaan wisuda secara Luring untuk semester ini. Selain itu, pihaknya juga telah mengetahui dan menerima persyaratan yang diatur untuk peserta wisuda.
”Bagus, sebagai antisipasi seumpama ada yang terjangkit virus, karena bahaya juga,” ungkap mahasiswa asal Kediri tersebut (21/03).
Adapun Rizka Shofi Hidayat, selaku calon wisudawan lainnya mengungkapkan bahwa pihaknya juga mendukung persyaratan yang diatur bagi peserta wisuda dan tamu undangan tersebut dengan alasan dapat menunjang keselamatan dalam bentuk pencegahan penyebaran Covid-19.
”Kalau sudah vaksin otomatis Insyallah aman untuk ikut masuk ke dalam gedung pelaksanaan wisuda nanti. Kalau ada teman-teman yang belum vaksin harus vaksin dahulu, demi keselamatan bersama,” ungkap mahasiswa asal Sumenep tersebut.
Rizka berharap penerapan persyaratan ke depannya diperketat, salah satunya dengan memaksimalkan penjagaan di pintu masuk gedung pelaksanaan wisuda. Dirinya berharap tidak ada mahasiswa yang berlama-lama berkerumun baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus.
”Kalau masih di luar area kampus menurut saya tidak apa-apa, tapi jangan berlama-lama. Biasanya ada teman-teman yang berkerumunnya lama, setelah foto-foto lama masih saja tetap di tempat. Jadi kalau acaranya selesai, seharusnya meninggalkan area itu,” harapnya. (KDR/FRD)
