Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pembatasan Kegiatan di Sekber Tuai Keluhan dari Beberapa UKM

Rabu, 23 Maret 2022 | 08.24.00 WIB Last Updated 2022-03-24T00:30:03Z
WKUTM – Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) nomor 318/UN46/HK.02/2021, kegiatan kemahasiswaan selama masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dibatasi hingga pukul 15.00 WIB. Terkait hal ini, beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (UKM-KM) berkeluh lantaran waktu kegiatan di Sekretariat Bersama (Sekber) berkurang, serta peminjaman gedung untuk kegiatan yang terbatas.

Moh. Anis, selaku Ketua Umum UKM Seni Nanggala mengungkapkan jika pembatasan waktu menjadikannya tidak leluasa dalam berkegiatan di Sekber untuk persiapan lomba. Bahkan, menurutnya pembatasan kegiatan UKM di Sekber  telah menjadi  salah satu kendala untuk meraih juara.

”Proses persiapan lomba Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) dibatasi sampai jam lima sore kemudian apabila ingin melakukan kegiatan lebih dari jam tersebut harus meminta izin dan tidak leluasa,” ungkap mahasiswa asal Pamekasan tersebut (21/03).

Lebih lanjut, Anis membeberkan jika dirinya kesulitan untuk meminta izin latihan di Sekber, sedangkan jika berlatih di luar Kampus, barang-barangnya yang digunakan untuk latihan sangat berat.

”Kegiatan lomba terhambat karena dibatasi dan pada saat latihan di luar Sekber kesulitan dikarenakan barang-barang yang berat,” bebernya.

Sementara itu, Nosia Khosyiana, Ketua Umum UKM Creative Computer Club (Triple C) mengungkapkan jika kendala utama yang dihadapinya adalah peminjaman gedung tidak diperbolehkan sampai malam selama masa pandemi. Saat ini, lanjutnya, peminjaman gedung dibatasi sekitar sampai pukul 15.00 WIB atau 16.00 WIB.

”Permasalahan yang dihadapi terkait peminjaman gedung sampai jam malam, kalau dulu masih diperbolehkan, namun sekarang tidak bisa. Meskipun dipersulit setidaknya diperbolehkan, tapi sekarang hanya sampai jam tiga atau jam empat sore,” ungkapnya (21/03).

Nosia berpendapat, saat ini kegiatan perlombaan memang belum banyak diikuti, tetapi hal ini juga sangat penting demi kemajuan UKM, mengingat program kerja dari tiap UKM sudah mulai berjalan.

”Jika terkait perlombaan masih belum tapi hal ini juga sangat penting dikarenakan program kerja tiap UKM sudah berjalan,” pungkasnya.

Gangsar Setiyo Aji, Ketua Umum Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Ghubatras mengaku, UKM yang dipimpinnya belum banyak menggunakan waktu di Sekber untuk latihan. Sejauh ini, menurut keterangannya UKM Ghubatras paling lama menggunakan Sekber hingga pukul 19.00 WIB. Dirinya mengaku tidak mempermasalahkan pembatasan waktu di Sekber.

”Kalau Latihan Gabungan (Latgab) kita masih di luar kampus latihannya, kalo acara di kampus seperti web seminar masih membutuhkan penyewaan gedung, dan kalau lomba sementara ini masih lewat online,” ungkapnya (23/03).

Menanggapi pembatasan waktu ini, Supriyanto, selaku Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Sistem Informasi (BAAKPSI) mengungkapkan tidak ada pengawasan langsung untuk kegiatan di Sekber sehingga mahasiswa bisa saja tidak menjaga jarak atau berkerumunan ketika ada kegiatan di Sekber UKM.
 
”Kalau Perkuliahan Tatap Muka (PTM) di kelas masih bisa diatur, namun kalau di Sekber tidak ada yang mengatur,” ungkapnya (21/03).

Supriyanto menambahkan bahwa mahasiswa masih bisa menggunakan Sekber UKM hingga pukul 17.00 WIB dan masih diperbolehkan untuk menggunakan Sekber UKM dengan izin yang tertulis dari Wakil Rektor III dan diserahkan kepada Satuan Pengaman (Satpam).
 
”Sebetulnya latihan diperbolehkan sampai jam lima, kalau terkait surat izin ke Wakil Rektor III terlebih dahulu kemudian disetorkan ke Satpam,” tuturnya. (RYZ/HMS).

×
Berita Terbaru Update