Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rencana Sosialisasi Satgas PPKS UTM

Kamis, 10 Maret 2022 | 07.35.00 WIB Last Updated 2022-03-10T16:19:00Z
WKUTM – Peraturan Rektor (PR) tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah ditandatangani Rektor pada 6 Desember 2021. Namun, meski telah dibentuk, Satuan Tugas (Satgas) PPKS yang bernama Sahabat Trunojoyo ini belum melaksanakan sosialisasi kepada mahasiswa karena masih dalam tahap menyesuaikan dan kendala pada anggaran dana.

Hal tersebut dituturkan oleh Sumriyah, selaku Kepala Sahabat Trunojoyo. Kegiatan sosialisasi yang pada mulanya direncanakan secara Luar Jaringan (Luring) menjadi Dalam Jaringan (Daring) karena belum adanya anggaran dana. Kegiatan sosialisasi tersebut rencananya akan diadakan pada tanggal 19 sampai 20 Maret 2022. 

”Kemarin keinginan tim Sahabat Trunojoyo dan Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan diadakan secara Luring. Namun, karena memang anggarannya belum ada, jadi tim sepakat ingin diadakan secara Daring,” tuturnya (09/03). 

Sumriyah menambahkan, sosialisasi tersebut akan mendatangkan narasumber dokter dari klinik UTM untuk memberikan materi mengenai reproduksi serta Dekan Fakultas Keislaman, Shofiyun Nahidloh memberikan pandangan dari kaca agama. Adapun dirinya akan menyampaikan materi mengenai PPKS, diskriminasi, dan transparansi nilai akademik. 

”Sebenarnya kita kemarin ada tawaran dari Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), untuk sosialisasi juga. Jadi, nanti mereka mengadakan acara sosialisasi terkait tiga peraturan tadi dari Sahabat Trunojoyo yang mengisi materinya,” imbuhnya.

Sejauh ini, Satgas Sahabat Trunojoyo telah mengadakan sosialisasi melalui media sosial dan Wakil Dekan (Wadek) III Bidang Kemahasiswaan di masing-masing fakultas. Ihwal media sosial, tim yang dikepalai oleh Sumriyah tersebut telah membuat akun Instagram bernama @sahabat.trunojoyo.

”Peraturan Rektor itu sudah disampaikan ke Wadek III masing-masing fakultas. Contohnya Wadek Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), yang kalau tidak salah telah melakukan sosialisasi,” jelasnya.

Sumriyah menambahkan, Satgas Sahabat Trunojoyo kedepannya akan menjadi bagian Pengembangan Pendidikan Karakter Mahasiswa (PPKM) untuk Mahasiswa Baru (Maba). Nantinya, materi dari Sahabat Trunojoyo akan masuk sebagai kurikulum meskipun tidak terhitung dalam Sistem Kredit Semester (SKS). 

”Satgas ini masih pertama, sehingga prosesnya bertahap dan menyesuaikan. Kita mulai menyusun PR dan Surat Keputusan (SK) itu di akhir tahun 2021. Jadi, kami masih menyesuaikan,” ungkap dosen Ilmu Hukum tersebut.

Adapun Sumriyah menuturkan tim internal Sahabat Trunojoyo telah mengadakan Training of Trainer (ToT) pada tanggal lima dan enam Maret kemarin. ToT tersebut dihadiri oleh 13 peserta tim Sahabat Trunojoyo yang terdiri dari dosen, Tenaga Kependidikan (Tendik) dan mahasiswa. 

”Paling tidak kami satu pemahaman, jadi nanti punya inisiatif mengadakan ToT sendiri. Jangan sampai tim ingin mengadakan ToT ke mahasiswa, tapi kami sendiri tidak tahu,” lanjut Sumriyah.

Saat ini Sahabat Trunojoyo sedang melakukan open recruitment untuk Konselor Sebaya yang selanjutnya akan dilaksanakan tiga bulan sekali. Nantinya, anggota dari Konselor Sebaya akan mendapatkan sertifikat yang diharapkan bisa digunakan untuk melamar pekerjaan dan menyelesaikan masalah di masyarakat. Namun, Sumriyah menambahkan, tidak semua anggota dapat lulus. Akan ada presensi dan penugasan bagi anggota. 

”Biasanya sertifikat kegiatan itu hanya tertera sebagai peserta. Hanya begitu saja dan tidak ada bobot materinya,” tuturnya.

Sementara itu, ASY, selaku salah satu mahasiswi UTM yang tidak ingin disebut namanya, mengungkapkan keberadaan Satgas PPKS di UTM merupakan hal penting. Hal tersebut dikarenakan di lingkungan mahasiswa yang tidak semuanya berasal dari Madura dan jauh dari keluarga, bukan tidak mungkin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pelecehan seksual.

”Jadi harapannya ada naungan yang menjamin keamanan untuk melindungi mahasiswa dari permasalahan tersebut,” ungkapnya (10/03). 

Selama ini, ASY mengaku mengetahui adanya Sahabat Trunojoyo bukan melalui sosialisasi melainkan berdasarkan postingan WhatsApp yang dibagikan oleh teman sesama mahasiswa berkenaan dengan kasus panggilan video eksibisionis sebulan yang lalu.

”Saya baru tahu Satgas Sahabat Trunojoyo dari salah satu berita yang dibagikan teman melalui status WhatsApp,” ujarnya.

ASY berharap agar Sahabat Trunojoyo dapat melakukan sosialisasi yang mengedukasi tentang pelecehan seksual. Dia juga berharap Sahabat Trunojoyo ini mampu menaungi dan melindungi hak asasi manusia dari ancaman pelecehan seksual.

”Mungkin nanti bisa dilakukan semacam seminar atau sosialisasi edukasi tentang langkah yang diambil korban jika terjadi pelecehan seksual,” pungkasnya. (GI/J2)
×
Berita Terbaru Update