WKUTM – Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Hukum (UKMFH) Dunia Ekspresi Seni Anak Fakultas Hukum (DESAH) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), menyelenggarakan Pentas Perdana (Pena) 2021 setelah dua tahun lamanya vakum dari kegiatan pementasan lantaran pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Acara ini mengusung tema "Kebangkitan Seni di Era New Normal" dan diadakan di lapangan futsal Maduraksa. Adapun tujuan dari kegiatan ini untuk menampilkan dampak buruk teknologi dan ambisi berlebih manusia (19/12).
Adapun ihwal pemilihan tema, Erika Alifia Fitriani, selaku Ketua Pelaksana (Ketupel) menuturkan bahwa, alasan di balik pemilihan tema tersebut sebagai simbol kebangkitan dari UKMFH DESAH setelah beberapa waktu lamanya tidak berkarya.
"Mengangkat tema kebangkitan karena UKMFH DESAH sudah dua tahun tidak berkarya," ungkap mahasiswa Fakultas Hukum tersebut (20/12).
Terkait susunan acara, pementasan ini dimulai dari pukul 20.30 WIB hingga pukul 22.20 WIB. Setelah pemberian sambutan oleh Erika Alifia Fitriani selaku Ketupel, Izzatul Afidah selaku Ketua Umum (Ketum), dan sambutan oleh Sumriyah selaku Pembina UKMFH DESAH, kemudian acara dilanjutkan dengan pertunjukan tari kontemporer pada pukul 20.42 WIB bertajuk "Throwback Hompimpa" serta teater bertajuk "Orde Tabung" pada pukul 20.48 WIB.
Pada kedua pertunjukan tersebut, Erika menjelaskan bahwa aktor dan koreografer yang terlibat mayoritas adalah perempuan dibandingkan laki-laki. Hal tersebut lantaran anggota UKMFH DESAH mayoritas perempuan. Sedangkan laki-laki bertugas menjadi crew dan pemain teater bagian intim.
"Ada laki-laki jadi crew. Pertunjukan tari ini pun bukan perempuan saja, kita yang main memang perempuan, tapi kita juga crosscheck. Kalau yang teater, menurut saya sebagai panitia, ada bagian dari laki-lakinya di bagian intim," jelas mahasiswa angkatan 2019 tersebut.
Lebih lanjut, untuk pembuatan naskah pertunjukan, dirinya membeberkan bahwa yang terlibat adalah anggota UKMFH DESAH angkatan 2019, 2020, dan 2021. Sedangkan terkait persiapan untuk pentas telah dilakukan sejak dua bulan sebelumnya.
"Angkatan 2019 ikut serta karena dua tahun terkena pandemi. Jadi angkatan 2019 tidak bisa pentas perdana. Persiapan untuk pentas dilakukan dua bulan, dan sering latihan di gedung pertemuan. Karena kondisi hujan kadang di indekos sama teman-teman gantian," bebernya.
Adapun setelah pertunjukan tari kontemporer dan teater selesai, pihak panitia sempat melaksanakan pengundian doorprize dan dilanjut dengan penutupan pentas secara resmi oleh Ketupel dan Ketum UKMFH DESAH pada pukul 22.20 WIB.
Mengenai harapan, Sumriyah selaku Pembina UKMFH DESAH, dalam sambutannya menyebutkan agar petugas yang berpentas dapat menampilkan yang terbaik.
"Semoga menampilkan yang terbaik dari apa yang kita miliki," ujar Sumriyah (19/20). (Frd/Tal)
