Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Demonstrasi GEMA UTM : Tuntut Perihal Dana DIPA, KIPK dan SK Rektor Semester Gasal

Jumat, 05 November 2021 | 09.16.00 WIB Last Updated 2021-11-05T16:24:05Z

WKUTM - Gerakan Mahasiswa (GEMA) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Graha Utama pukul 09.30 WIB (05/11). Aksi yang dihadiri kurang lebih 200 peserta tersebut menuntut pihak rektorium untuk memenuhi tuntutan yang terdiri atas: kepastian pencairan dana Daftar Isian Pelaksanaan Acara (DIPA), kejelasan pengembalian bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK), dan Pembaruan Surat Keterangan (SK) Rektor Semester Gasal 2021/2022.

Fikry Rolly Gunawan, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) menuturkan bahwa aksi demonstrasi tersebut dihadiri oleh berbagai bagian mahasiswa, baik dari pihak Organisasi Mahasiswa (Ormawa) maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat Universitas hingga Fakultas.

”Peserta aksi dari seluruh mahasiswa UTM yang merasa resah akan keadaan UTM sekarang. Dan juga dari Ormawa UTM baik itu ranah fakultas maupun universitas,” tuturnya (05/11).

Sedangkan untuk tujuan dari aksi demonstrasi, Fikry mengungkapkan untuk menyampaikan berbagai tuntutan yang telah disampaikan melalui press release GEMA UTM (04/11)  kepada pihak Rektorium pada saat aksi demonstrasi tersebut.

“Tujuan dari aksi ini telah kami sampaikan melalui press release GEMA UTM,” ungkap mahasiswa fakultas teknik tersebut.

Adapun jawaban yang disampaikan Muh. Syarif, selaku Rektor UTM terkait tuntutan yang disampaikan yaitu pihak pimpinan UTM akan segera mungkin melakukan pemenuhan tuntutan. Yakni pertama terkait penyelesaian dana DIPA telah memasuki tahap penetapan, sehingga hanya perlu menunggu pencairan dana. Kedua perihal kepastian bantuan UKT KIPK akan dirapatkan kembali oleh kepala Biro UTM mengenai mekanismenya sembari menunggu kebijakan dari pemerintah pusat dan ketiga pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) masih akan dikaji kembali mekanismenya.

”Pertama untuk dana DIPA kendala kita bermacam-macam, baik itu refocusing, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), hingga adanya kampus yang belum menyelesaikan laporan keuangannya sehingga berdampak pada UTM. Kedua, tidak ada bantuan UKT yang turun ke kita, tidak tahu sebabnya kenapa, insyaallah semua terkait kebijakan pusat. Untuk PTM nanti kita pikirkan bagaimana mekanismenya, karena hampir semua kampus hanya satu atau dua mata kuliah yang (melaksanakan) luar jaringan,” jelasnya di depan peserta aksi (05/11).

Sedangkan dari pihak Rektorium lainnya, Agung Ali Fahmi, selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan mengapresiasi aksi yang dilakukan tersebut. Agung, menuturkan bahwa aksi yang dilakukan itu merupakan bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi lingkup kampus.

”Hanya mereka yang sensitif pada kondisi lingkup kampus, lainnya tidak,” tuturnya (05/11).

Lebih lanjut, Agung, berpesan agar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) segera menyelesaikan revisi Lembar Pertanggung Jawaban (LPJ), dikarenakan tenggat waktunya yang diberikan hanya sampai 29 November 2021 mendatang. Hal tersebut ditetapkan untuk mencegah kemoloran sebelum dilakukannya penutupan kas negara, atau tutup buku pada 22 Desember 2021 nanti.

”Revisi kedua sudah disetujui, jadi yang harus disiapkan teman-teman UKM adalah LPJ, agar lebih cepat jangan sampai ketinggalan,” ungkapnya.

Adapun Supriyanto, selaku Kepala Biro Akademik, Administrasi, Kemahasiswan, Perencanaan Dan Sistem Informasi (BAAKPSI) menilai bahwa aksi yang dilakukan tersebut adalah wajar. Terutama terkait pencairan dana DIPA yang memang belum adanya kejelasan, serta sudah mendekati masa penutupan kas negara.

”Karena memang belum ada kejelasan, waktunya mepet. Kemarin saya ngomong diblokir itu karena uangnya tidak ada, ada tapi hanya sedikit. Akhirnya tadi malam ini sudah bisa diakses,” tuturnya (05/11).

Mengonfirmasi hal tersebut, Prasetyo Nugroho, Ketua Perencanaan Anggaran mengungkapkan bahwa pengajuan revisi kedua telah mencapai penetapan oleh Direktorat Jenderal Anggaran pada 19.00 WIB, 04 November 2021.

”Tadi malam pukul 19.00 WIB,” ungkapnya (05/11). 

Adapun aksi hari ini bubar sekitar pukul 11.00 WIB setelah tuntutan terjawab secara memuaskan oleh Rektor UTM.

”Alhamdulillah tuntutan kita terjawab dengan jelas oleh Rektor. Dan semua massa aksi merasa puas dengan jawabannya,” ungkap Fikry. (Fdr/Ahr)

×
Berita Terbaru Update