Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

UTM Segera Laksanakan KKNT Periode Semester Gasal 2021/2022

Rabu, 27 Oktober 2021 | 04.31.00 WIB Last Updated 2021-10-27T11:31:12Z

WKUTM - Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) semester gasal tahun akademik 2021/2022, akan dilaksanakan mulai 29 Oktober sampai dengan 25 Desember 2021. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengembangan kepada Masyarakat (LPPM) UTM dengan mengambil tema ”Indonesia Bangkit.” Berdasarkan buku panduan KKNT, hal ini dilakukan untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam menanggulangi wabah yang masih ada sampai sekarang, serta mendorong kebangkitan di seluruh bidang seperti pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya.

Tatag Handaka, selaku Ketua Pelaksana KKNT, mengungkap bahwa tema KKNT pada periode ini sesuai dengan regulasi pemerintah. Hal tersebut bertujuan agar UTM bisa membantu pemerintah dalam membangkitkan segala aspek kehidupan masyarakat di masa pandemi. 

”Dengan tema Indonesia Bangkit, yang sesuai dengan regulasi pemerintah agar KKNT UTM bisa membantu pemerintah dalam membangkitkan segala aspek kehidupan masyarakat di masa pandemi,” ungkapnya.

Dalam buku panduan dijelaskan bahwa, metode bimbingan antara Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa dapat dilakukan secara Dalam Jaringan (Daring) atau Luar Jaringan (Luring). Namun, untuk pembekalan dilakukan secara Daring, Tatag mengungkapkan mahasiswa bisa mengikuti melalui Youtube dan Zoom.

”Semua mahasiswa bisa ikut pembekalan. Jika tidak bisa bisa mengikuti Zoom, bisa melihat di Youtube,” ungkapnya.

Pihaknya juga menjelaskan jika KKNT pada periode ini diikuti oleh 977 mahasiswa yang tersebar di delapan provinsi dan 18 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. Adapun pembagian kelompok berdasarkan domisili atau tempat mahasiswa tersebut tinggal. Terkait lokasi KKN Tematik “Indonesia Bangkit” disesuaikan dengan asal daerah masing-masing. Bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah dan kesulitan untuk pulang, bisa menempati desa lokasi KKN sesuai dengan tempat di mana mahasiswa tinggal.

”Jika mahasiswa tidak bisa pulang dan ada di kos, maka bisa menempati lokasi KKN di desa sekitar kos. Jika mahasiswa tidak bisa pulang dan di rumah saudara, maka bisa menempati desa di daerah tersebut,” ujarnya.

Sedangkan perihal kendala, Tatag  menambahkan bahwa kendala pada KKNT di periode ini masih sama dengan KKNT periode kemarin. Koordinasi secara Daring masih menjadi kendala KKNT di masa pandemi seperti ini, apalagi jika mahasiswa tidak mendapatkan sinyal. 

”Kendalanya masih sama, masalah koordinasi secara Daring,” tambahnya.

Supriyanto, selaku  Ketua Biro Administrasi, Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Sistem Informasi (BAAKPSI), menjelaskan jika terkait jumlah anggota kelompok KKNT tidak harus sepuluh orang atau dengan jumlah tertentu. Hal ini dikarenakan bergantung pada daerah KKNT tersebut membutuhkan mahasiswa dari Program Studi (Prodi) tertentu untuk menyelesaikan masalah yang ada di daerah tersebut.

"Untuk perkelompoknya tidak harus sepuluh orang atau berapa. Bergantung, misal di daerah ini membutuhkan Prodi ini, Prodi itu untuk menyelesaikan masalah di daerah tersebut," ujarnya saat ditemui di ruangannya (26/10).

Dari pihak mahasiswa, Ety Ulumisty Faiyah, mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi (Ikom), yang juga merupakan peserta KKNT mengungkapkan, bahwa mahasiswa di luar Jawa Timur yang berdekatan dengan tempat tinggalnya dikelompokkan menjadi satu.

”Misal seperti saya yang berdomisili di Pati, dikelompokkan dengan mahasiswa Rembang kemudian Jakarta juga. Karena tidak mungkin hanya anak Jateng saja, yang satu provinsi hanya ada tiga orang,” ungkapnya.

Ajeng Putri Anisa, selaku mahasiswi Prodi Ikom, menuturkan bahwa dirinya belum mendapatkan kendala  yang berarti. Hanya keterlambatan proses surat pengantar dari UTM. Namun, beruntung desa tempatnya melaksanakan KKNT mengizinkan surat pengantarnya menyusul.

”Belum ada kendala karena KKNT masih belum dimulai, paling hanya terkait surat pengantar yang telat,” tuturnya.

Ajeng berharap agar Program Kerja  (Proker) yang dibentuk bisa terlaksana dan bermanfaat untuk desa tempat KKNT berlangsung.

”Semoga segala proker yang kelompok saya bentuk bisa terlaksana semua, berguna untuk desa, dan terus berkembang untuk desa” ujarnya via WhatsApp. (And/Tal)
×
Berita Terbaru Update