Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Apresiasi Rektor Tuai Berbagai Tanggapan

Kamis, 28 Oktober 2021 | 07.13.00 WIB Last Updated 2021-10-28T14:13:50Z

WKTUTM – Berbagai tanggapan disampaikan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan peserta program Hibah Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kepada pihak rektorium. Hal ini dikarenakan, dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang tak kunjung cair dan berimbas pada dana UKM dan dana Hibah Riset dan PKM UTM, namun Rektor melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan justru mengadakan program hadiah apresiasi bagi mahasiswa berprestasi.

Hal ini disampaikan, Dinda Mahar Putri, selaku mahasiswa Program Studi (Prodi) Agroteknologi yang mengikuti program Riset dan PKM UTM. Dirinya berpendapat bahwa ihwal membuat acara apresiasi bagi mahasiswa berprestasi memang baik, namun UTM tetap perlu menyiapkan hal tersebut dengan matang sehingga tidak ada kemunduran dalam pencairan dana hibah.

”Acara apresiasi mahasiswa tersebut sangat baik, namun harus mempersiapkan dengan matang agar tidak terjadi kemunduran atau dana untuk hibah belum cair,”ungkapnya (27/10). 

Putri Agil Nur Ashari, selaku Ketum Resimen Mahasiswa (Menwa), mengatakan apabila pihak kampus ingin menyediakan hadiah mahasiswa berprestasi, seharusnya dana DIPA diutamakan dikarenakan tidak semua UKM memiliki dana saving. 

”Jika pihak kampus ingin menjamin hadiah mahasiswa berprestasi, lebih baik dana DIPA diutamakan dikarenakan tidak semua UKM mempunyai dana saving,” ucapnya (26/10).

Adapun Nur Solihin Novianto, selaku Ketua Umum (Ketum) UKM Pramuka, menilai bahwa keputusan untuk memberikan apresiasi rektor terhadap mahasiswa berprestasi kurang tepat. Menurutnya, UTM seharusnya menuntaskan tanggungan yang belum agar tidak keteteran di belakang. Selain itu, jika dilihat dari keputusan surat audiensi di Instagram Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Solihin berpendapat hal itu menjadi penyebab kenapa apresiasi ini diputuskan. Salah satu isi audiensi tersebut lebih mendahulukan yang memiliki masa jabatan satu periode.

”Memberikan apresiasi rektor terhadap mahasiswa berprestasi kurang tepat karena masih ada yang belum dituntaskan,”ungkapnya (25/10).

Sementara itu, Ficky Dian Saputra, selaku Ketum Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) berpendapat bahwa setiap program kegiatan telah memiliki anggaran masing-masing, namun untuk mengimplementasikan anggaran tersebut seharusnya  bisa sama-sama dibagikan, termasuk Dana UKM yang sampai saat ini belum cair. 

”Anggaran harus sama-sama dibagikan termasuk dana UKM yang belum cair,”ungkapnya (25/10). 

Lebih lanjut, Ficky mengungkapkan keinginanya agar UTM bisa melaksanakan sosialisasi dan transparansi dana kepada mahasiswa, khususnya kepada Organisasi Mahasiswa atau UKM guna mempersiapkan adminitrasi apa saja yang perlu disiapkan, agar tidak ada keterlambatan dalam pencairan dana. 

Menanggapi hal ini, Supriyanto, selaku Ketua Biro Adminitrasi, Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan  Sistem Informasi (BAAKPSI) membenarkan bahwasanya dana yang digunakan untuk program apresiasi Rektor berasal dari DIPA. Pihaknya menambahkan jika untuk pencairannya masih perlu pengajuan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), dikarenakan uangnya masih belum ada di pihak Universitas tetapi masih di KPPN.

”Dana yang digunakan adalah dana DIPA namun masih perlu mengajukan dikarenakan uangnya masih ada di KPPN,” ungkapnya (26/10).

Adapun, Mohtazul Farid, selaku Ketua Panitia Apresiasi, mengungkapkan bahwa dana yang digunakan untuk program apresiasi berasal dari anggaran yang sudah ada, yaitu khusus untuk peningkatan prestasi mahasiswa dari Bidang Kemahasiswaan. 

”Menggunakan anggaran khusus untuk peningkatan prestasi mahasiswa dari Bidang Kemahasiswaan,” ungkapnya (25/10).

Farid juga menuturkan jumlah uang yang 
didapatkan oleh mahasiswa berprestasi akan bergantung pada berapa banyak yang mengajukan dan pagu anggaran Bidang Kemahasiswaan dengan cara mengisi link, direkap dan akan ditransfer ke rekening mahasiswa yang mengajukan tanpa ada proses seleksi. 

”Uang yang akan didapatkan oleh mahasiswa berprestasi akan disesusaikan dengan banyaknya mahasiswa yang mengajukan dan pagu anggaran Bidang Kamahasiswaan,” tuturnya. 

Sementara itu, Samsuki, selaku Penanggung Jawab kegiatan apresiasi mahasiswa, mengatakan bahwa dana untuk apresiasi berasal dari dana DIPA sedangkan untuk anggaran secara umum sekitar 80 juta kemudian nanti akan dibagi untuk yang mengajukan.

”Anggaran secara umum kurang lebih 80 juta untuk apresiasi, jadi nanti akan dibagi untuk mahasiswa yang mengajukan,”ungkapnya (27/10). 

Samsuki menambahkan jika ada mahasiswa yang masih belum mengajukan nanti akan dirapatkan di pimpinan, kemudian akan diputuskan apakah akan ada perpanjangan atau tidak.

”Jika nanti ada mahasiswa yang masih belum mengajukan akan dirapatkan dipimpinan apakah akan dilakukan perpanjangan atau tidak,”tambahnya. 

Sampai berita ini dibuat, Moh Syarif selaku Rektor dan belum memberikan pendapat apapun, sedangkan Agung Ali Fahmi, selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan  melempar kepada Mohtazul Farid, selaku Ketua Panitia Apresiasi, beralasan Agung masih berada di Jakarta.(Hom/J²)
×
Berita Terbaru Update