Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Persiapan UTM Terhadap Adanya Wacana Luring

Senin, 19 April 2021 | 06.00.00 WIB Last Updated 2021-04-19T13:24:57Z

 

Universitas Trunojoyo Madura. Foto: Hom

WKUTM-Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yaitu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), pemerintah akan melaksanakan pembelajaran secara Luar Jaringan (Luring).  Terkait hal ini, Universitas Trunojoyo Madura (UTM) belum melakukan persiapan secara maksimal.

 

Ningwar selaku Kepala Biro Umum dan Keuangan (BUK) sekaligus Kepala Satuan Tugas (Satgas) penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) UTM  mengungkapkan jika persiapan yang sudah dilakukan oleh UTM masih sebatas menyiapkan tempat cuci tangan dengan jumlah yang belum merata, sehingga dia berencana akan melakukan penambahan fasilitas tempat cuci tangan.

 

”Saya sesuaikan dengan peraturan pemerintah daerah, sampai saat ini belum ada informasi untuk luring,” ungkapnya.

 

Nigwar menambahkan, meskipun pemerintah pusat sudah melakukan upaya untuk memaksimalkan pembelajaran luring semester depan, namun terkait penerapan kuliah luring bergantung pada perizinan pemerintah daerah.

 

”Jika Bupati mengatakan `aman`, maka pembelajaran untuk semester depan dapat dilakukan secara luring dengan memperhatikan protokol kesehatan,” tutur pria asal Bangkalan tersebut.

 

Terkait sistem pembelajaran dari fakultas, Lailatul Qadariyah, selaku Wakil Dekan (Wadek) I Fakultas Keislaman, mengungkapkan jika seluruh Wadek I, Koordinator Prodi (koorprodi), dan kepala Jurusan (kajur) Fakultas Se-Universitas telah melakukan koordinasi berkaitan dengan persiapan pembelajaran untuk semester gasal.

 

”Ada dua wacana yaitu bisa luring 100% dan luring 50%,” ungkapnya.

 

Lailatul Menambahkan jika pihak fakultas telah mempersiapkan fasilitas untuk menunjang penerapan protokol kesehatan seperti alat pengukur suhu dan tempat cuci tangan.

 

”Untuk ruangan pembelajaran sendiri sudah diatur dengan cara jaga jarak,” imbuhnya.

Berbeda dengan Lailatul yang mengungkapkan masih ada dua opsi, Kurniyati Indahsari selaku kepala LP3MP (Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Mutu Pendidikan) mengungkapkan jika teknis pembelajaran tidak boleh 100% luring.

 

”Kita lihat prosedurnya seperti apa, karena kalau tidak nantinya akan menimbulkan cluster penyebaran covid-19 terbaru,” ungkapnya.

 

Yudha Dwi, dosen Fakultas Teknik (FT) mengungkapkan jika pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk pembelajaran luring seperti melakukan vaksinasi, memperbanyak stock masker, hand sanitizer, sekaligus alat pembelajaran luring.

 

”Saya rasa UTM sudah mulai mempersiapkan wacana tersebut salah satunya dengan mengikuti program pemerintah yaitu vaksinasi untuk pegawai dan dosen UTM,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Septiana Laraswati, selaku mahasiswa Program Studi (Prodi) Agroteknologi mengungkapkan bahwa dia belum banyak mempersiapkan diri seperti penyambutan wacana luring yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

 

”Mungkin 50 % persiapan, susahnya nanti karena akan menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

 

Mahasiswa asal Pamekasan ini berharap jika semester gasal dilakukan pembelajaran secara luring, maka kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

 

Semoga terlaksana dengan baik dan jika memang tidak bisa sepenuhnya luring tidak apa-apa tapi kouta pelajar harus  tetap berjalan,harapnya. (Iis/Jj)

×
Berita Terbaru Update