Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perawatan Toilet UTM Belum Sepenuhnya Terlaksana

Rabu, 21 April 2021 | 08.58.00 WIB Last Updated 2021-04-21T15:58:26Z

 

Toilet Sekber UTM Rusak. Foto: Gi

WKUTM – Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), perawatan toilet Universitas Trunojoyo Madura (UTM) direncanakan rampung pada awal bulan April, namun hingga menjelang bulan Mei 2021 rencana ini belum terlaksana secara total. Kondisi beberapa toilet di fakultas keislaman, fakultas ilmu pendidikan, fakultas ilmu sosial dan ilmu budaya, gedung cakra, dan toilet sekretariat bersama (Sekber) mahasiswa, masih dalam keadaan rusak.

 

Budi Jaya Sugiarto, selaku Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) memaparkan bahwa perawatan toilet dilakukan secara berkala. Saat ini, beberapa toilet yang telah direhabilitasi terlebih dahulu adalah toilet di laboratorium terpadu dan laboratorium sosial. Perawatan  toilet di kedua gedung ini didahulukan, lantaran saat ini gedung tersebut sering digunakan, seperti untuk Ujian Berbasis Komputer (UTBK).

 

”Perawatan toilet yang didahulukan, misalnya gedung untuk UTBK dan sekber, karena itu yang dibutuhkan segera,” papar pria asal Bangkalan tersebut.

 

Namun, berdasarkan pengamatan tim Lembaga Pers Spirit Mahasiswa (LPM SM), dari toilet di lantai dua, toilet lantai tiga, dan toilet di lantai empat gedung laboratorium sosial, masih ditemukam banyak pintu dengan tulisan 'toilet rusak' dan air pada wastafel tidak mengalir.

 

Adapun perihal dana, tertulis pada SIRUP LKPP bahwa, UTM telah menganggarkan dana sebesar 200 juta rupiah untuk perawatan toilet. Menanggapi hal tersebut, Ningwar selaku Kepala Biro Umum dan Keuangan (BUK) mengaku belum menerima laporan program perawatan toilet, pihaknya belum menerima detail laporan untuk program perawatan tersebut.

 

”Saya tidak tahu dan belum mendapat kontrak detilnya seperti apa, berapa pengeluarannya, apa yang perlu diperbaiki. Walaupun, di SIRUP LKPP itu dipasang dana tertinggi (pagu),” akunya.

Muhammad Badar Rizki Darmawan selaku mahasiswa program studi (Prodi) hukum bisnis syariah pernah menyinggung perihal toilet di fakultas keislaman yang kurang memadai saat rapat dengan kepala Prodi dan jajarannya sebagai salah satu perwakilan dari mahasiswa. Namun, ia mengaku belum mengetahui bagaimana penindaklanjutan dari keluhannya.

 

”Untuk ditanggapi atau tidaknya, itu kita memang kurang tahu karena adanya pandemi. Jadi saya sebagai komting juga tidak mengetahui secara pasti,” singgungnya.

 

Senada dengan Badar, Muhammad Hilhamdi Romadhon selaku mahasiswa Prodi Teknik Informatika mengaku juga mengalami kesulitan sebab toilet sekber tidak berfungsi dengan baik. Adapun keadaan toilet sekber antara lain pintu toilet yang rusak, tidak adanya air yang mengalir, dan keadaan toilet yang kering dan kotor.

 

”Karena keadaan ini, saya sering pergi ke masjid lama UTM untuk mencari toilet alternatif,” akunya.

 

Mahasiswa asal Bangkalan tersebut berharap agar toilet sekber segera diperbaiki sehingga toilet tersebut segera dapat digunakan. (Ang/Ahr)

×
Berita Terbaru Update