![]() |
| Kerumunan Keluarga Wisudawan di Area UTM. Foto: Rah |
WKUTM – Rangkaian
pelaksanaan wisuda XXIX Universitas Trunojoyo Madura (UTM) hari kedua yang digelar secara Luar Jaringan
(luring) pada (28/03), menyisakan permasalahan, yakni terkait timbulnya kerumunan dari keluarga para wisudawan.
Supriyanto, selaku
Ketua Pelaksana Wisuda XXIX mengungkapkan jika kerumunan
yang terjadi
merupakan
kerumunan dari keluarga wisudawan. Selain itu dia juga menjelaskan
bahwa kerumunan yang terjadi di luar lingkungan UTM merupakan hal yang di luar
tanggung jawab pihak UTM.
”Kerumunan tersebut
memang tidak bisa dihindari, karena mereka merupakan keluarga para wisudawan.
Sedangkan yang
berada di luar area UTM, bukanlah wewenang kami,” jelas pria asal Nganjuk
tersebut.
Senada dengan Supriyanto, Ningwar, selaku Ketua Satuan Tugas
(Satgas) Covid-19 UTM juga mengakui
adanya kerumunan pada acara wisuda kemarin. Namun, dirinya tidak bisa berbuat
banyak, karena memang kerumunan tersebut berasal dari keluarga para wisudawan.
Dirinya berdalih, bahwa wisuda luring kali ini telah mengantongi izin
dari Satgas Covid-19 Kabupaten Bangkalan. Seperti halnya dengan adanya aturan, wisudawan
yang hanya
diperbolehkan membawa orang tua dalam acara wisuda, ruangan wisuda yang
hanya diperbolehkan berisi 70 orang, hingga pembatasan
jarak aman.
”Wisudawan hanya
diperbolehkan membawa orang tua saja. Jadi, misalkan mereka membawa
anggota keluarga lebih dari dua, mereka tidak diperkenankan
untuk masuk
ke area wisuda,”
ungkap pria asal Bangkalan tersebut.
Anas Utoyo,
selaku salah satu Komandan Satuan Pengamanan (Satpam) UTM mengungkapkan bahwa
pihaknya telah mengambil tindakan dengan memberikan
teguran kepada orang-orang yang berkerumun, namun tetap saja
ditemukan adanya kerumunan
di beberapa titik.
”Saya sudah
mencoba untuk memberikan teguran
kepada orang-orang yang membuat
kerumunan, dan
saya rasa semua orang juga sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk
menghindari penyebaran virus Covid-19,” ungkap pria asal Bangkalan tersebut.
Genggo Nur Panji
Adil, selaku wisudawan dari Program Studi Sastra Inggris mengaku
bahwa dia menyayangkan tingkat keamanan dari acara wisuda yang dinilai
kurang maksimal.
Dia mengkhawatirkan jika kerumunan tersebut dapat menimbulkan penyebaran virus
Covid-19.
”Tentu terdapat keresahan tersendiri bagi saya, terlebih lagi banyak orang tua atau wali wisudawan yang (maaf) sudah berumur, mungkin imunitasnya juga berkurang. Karena itu saya merasa khawatir dan kasihan jika sampai terpapar Covid-19,” ungkapnya. (Cha/Why)

