Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wisuda Luring XXIX UTM Timbulkan Kerumunan

Senin, 29 Maret 2021 | 09.25.00 WIB Last Updated 2021-03-29T16:46:41Z

 

Kerumunan Keluarga Wisudawan di Area UTM. Foto: Rah

WKUTMRangkaian pelaksanaan wisuda XXIX Universitas Trunojoyo Madura (UTM)  hari kedua yang digelar secara Luar Jaringan (luring) pada (28/03), menyisakan permasalahan, yakni terkait timbulnya kerumunan dari keluarga para wisudawan.

 

Supriyanto, selaku Ketua Pelaksana Wisuda XXIX mengungkapkan jika kerumunan yang terjadi merupakan kerumunan dari keluarga wisudawan. Selain itu dia juga menjelaskan bahwa kerumunan yang terjadi di luar lingkungan UTM merupakan hal yang di luar tanggung jawab pihak UTM.

 

”Kerumunan tersebut memang tidak bisa dihindari, karena mereka merupakan keluarga para wisudawan. Sedangkan yang berada di luar area UTM, bukanlah wewenang kami,” jelas pria asal Nganjuk tersebut.

 

Senada dengan Supriyanto, Ningwar, selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas)  Covid-19 UTM juga mengakui adanya kerumunan pada acara wisuda kemarin. Namun, dirinya tidak bisa berbuat banyak, karena memang kerumunan tersebut berasal dari keluarga para wisudawan.

 

Dirinya berdalih, bahwa wisuda luring kali ini telah mengantongi izin dari Satgas Covid-19 Kabupaten Bangkalan. Seperti halnya dengan adanya aturan, wisudawan yang hanya diperbolehkan membawa orang tua dalam acara wisuda, ruangan wisuda yang hanya diperbolehkan berisi 70 orang, hingga pembatasan jarak aman.

 

”Wisudawan hanya diperbolehkan membawa orang tua saja. Jadi, misalkan mereka membawa anggota keluarga lebih dari dua, mereka tidak diperkenankan untuk masuk ke area wisuda,” ungkap pria asal Bangkalan tersebut.

 

Anas Utoyo, selaku salah satu Komandan Satuan Pengamanan (Satpam) UTM mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan dengan memberikan teguran kepada orang-orang yang berkerumun, namun tetap saja ditemukan adanya kerumunan di beberapa titik.

 

”Saya sudah mencoba untuk memberikan teguran kepada orang-orang yang membuat kerumunan, dan saya rasa semua orang juga sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk menghindari penyebaran virus Covid-19,” ungkap pria asal Bangkalan tersebut.

 

Genggo Nur Panji Adil, selaku wisudawan dari Program Studi Sastra Inggris mengaku bahwa dia menyayangkan tingkat keamanan dari acara wisuda yang dinilai kurang maksimal. Dia mengkhawatirkan jika kerumunan tersebut dapat menimbulkan penyebaran virus Covid-19.

 

”Tentu terdapat keresahan tersendiri bagi saya, terlebih lagi banyak orang tua atau wali wisudawan yang (maaf) sudah berumur, mungkin imunitasnya juga berkurang. Karena itu saya merasa khawatir dan kasihan jika sampai terpapar Covid-19,” ungkapnya. (Cha/Why)

×
Berita Terbaru Update