![]() |
| Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua UTM. Foto: Cim. |
WKUTM - Universitas
Trunojoyo Madura (UTM) menggelar vaksinasi gelombang kedua (22/03) untuk 1156 orang
meliputi karyawan UTM, dosen, security, dan cleaning service.
Vaksinasi ini dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dilaksanakan pada tiga tempat
yaitu di gedung pertemuan, gedung cakra, dan gedung graha utama.
Ningwar, selaku Satuan Tugas (Satgas) Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)
UTM menjelaskan jika pada gelombang kedua ini, bisa menjadi gelombang pertama
bagi mereka yang belum sempat melakukan vaksinasi pada pekan sebelumnya.
"Karena terdapat dosen yang sudah tua atau memang tidak sempat
melakukan vaksinasi, maka gelombang
vaksinasi kali ini menjadi tahap yang pertama bagi mereka, namun bagi yang
sudah melakukan vaksinasi sebelumnya, ini menjadi tahap yang kedua," papar
Ningwar.
Perihal vaksinasi mahasiswa, Ningwar
menuturkan jika belum ada kepastian putusan terkait vaksinasi bagi mahasiswa
UTM. Pihaknya berharap jika vaksinasi di UTM ini bisa efektif mengatasi pandemi
dan bisa menjadi jalan untuk bisa memberlakukan pembelajaran Luar Jaringan
(Luring).
"Semoga kedepannya semoga dengan adanya
vaksinasi ini, bisa menjadi jalan kita untuk bisa Luring," harapnya.
Khairul Anam, selaku salah satu
dokter yang memberikan penyuntikan vaksin memaparkan bahwa efek samping yang
biasa dialami oleh pasien pasca vaksinasi Covid-19 adalah lapar, nyeri di
bagian luka suntik dan pusing ringan.
"Biasanya hanya lapar, nyeri di bagian
luka suntik, dan pusing ringan," papar pria asal Makasar tersebut.
Anam menjelaskan jika antara vaksinasi
pertama ataupun kedua, tidak terdapat perbedaan karena keduanya sama berasal
dari vaksin Sinovac. Selain itu, kendala yang terjadi pada proses vaksinasi
pertama dan kedua hanya sebatas penundaan vaksinasi.
"Kemarin sempat ada yang ditunda
vaksinasinya karena ada sesak napas tidak terkontrol, tekanan darah tinggi, dan
beberapa penyakit lain," jelasnya.
Muhammad Halili, selaku Kepala
Program Studi Sastra Inggris yang juga melakukan vaksinasi mengaku jika efek
samping yang pihaknya rasakan hanyalah lapar.
"Dari vaksin pertama hingga
kedua ini efek samping yang saya rasakan hanya lapar," akunya.
Pihaknya menjelaskan jika beberapa
dosen masih memilih mengisi jam kuliahnya terlebih dahulu sebelum melakukan
vaksinasi. Dia berharap jika pandemi ini segera berakhir dan bisa segera
menerapkan sistem pembelajaran tatap muka.
"Semoga segera bisa menerapkan pembelajaran Luring," harapnya. (K/Cim).

