Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua UTM

Senin, 22 Maret 2021 | 13.24.00 WIB Last Updated 2021-03-22T20:25:58Z

 

Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua UTM. Foto: Cim.

WKUTM - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar vaksinasi gelombang kedua (22/03) untuk 1156 orang meliputi karyawan UTM, dosen, security, dan cleaning service. Vaksinasi ini dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dilaksanakan pada tiga tempat yaitu di gedung pertemuan, gedung cakra, dan gedung graha utama.

 

Ningwar, selaku Satuan Tugas (Satgas)  Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) UTM menjelaskan jika pada gelombang kedua ini, bisa menjadi gelombang pertama bagi mereka yang belum sempat melakukan vaksinasi pada pekan sebelumnya.

 

"Karena terdapat dosen  yang sudah tua atau memang tidak sempat melakukan vaksinasi, maka  gelombang vaksinasi kali ini menjadi tahap yang pertama bagi mereka, namun bagi yang sudah melakukan vaksinasi sebelumnya, ini menjadi tahap yang kedua," papar Ningwar.

 

Perihal vaksinasi mahasiswa, Ningwar menuturkan jika belum ada kepastian putusan terkait vaksinasi bagi mahasiswa UTM. Pihaknya berharap jika vaksinasi di UTM ini bisa efektif mengatasi pandemi dan bisa menjadi jalan untuk bisa memberlakukan pembelajaran Luar Jaringan (Luring).

 

 "Semoga kedepannya semoga dengan adanya vaksinasi ini, bisa menjadi jalan kita untuk bisa Luring," harapnya.

 

Khairul Anam, selaku salah satu dokter yang memberikan penyuntikan vaksin memaparkan bahwa efek samping yang biasa dialami oleh pasien pasca vaksinasi Covid-19 adalah lapar, nyeri di bagian luka suntik dan pusing ringan.

 

"Biasanya hanya lapar, nyeri di bagian luka suntik, dan pusing ringan," papar pria asal Makasar tersebut.

 

Anam menjelaskan jika antara vaksinasi pertama ataupun kedua, tidak terdapat perbedaan karena keduanya sama berasal dari vaksin Sinovac. Selain itu, kendala yang terjadi pada proses vaksinasi pertama dan kedua hanya sebatas penundaan vaksinasi.

 

"Kemarin sempat ada yang ditunda vaksinasinya karena ada sesak napas tidak terkontrol, tekanan darah tinggi, dan beberapa penyakit lain," jelasnya.

 

Muhammad Halili, selaku Kepala Program Studi Sastra Inggris yang juga melakukan vaksinasi mengaku jika efek samping yang pihaknya rasakan hanyalah lapar.

 

"Dari vaksin pertama hingga kedua ini efek samping yang saya rasakan hanya lapar," akunya.

 

Pihaknya menjelaskan jika beberapa dosen masih memilih mengisi jam kuliahnya terlebih dahulu sebelum melakukan vaksinasi. Dia berharap jika pandemi ini segera berakhir dan bisa segera menerapkan sistem pembelajaran tatap muka.

 

"Semoga segera bisa menerapkan pembelajaran Luring," harapnya. (K/Cim).

×
Berita Terbaru Update