
Republik yang "Bagaimana". Pict : Rich
Manusia yang terpendam jalan
Temannya ilalang dan belalang
Api terkurung kaca menemani kulit tiap malam
Pada pagi, disampaikan kepada alam
Ibu-ibu meniup bulir-bulir padi
Bapak-bapak memegang perut buncit duduk di kursi
Anak-anak meniup kapas melayang di udara
Pada siang, disampaikan kepada hamba-hamba
Jari-jari manis berjanji meneteskan uang
Kata perkata telah terangkai pada tiap-tiap batang pohon
Kata hikayat, ini sebuah tanda
Tak ada kaki yang mau menepi
Semakin tertawa tak merasa
Hahahahaha
Kata penciptanya,
Pada sore, suara iqomah terdengar oleh hati yang tak mati
Membuka hati dan rindu akan senja
Mungkin deskripsi orang desa
Suara merdu dari mereka untuk gedung di sana
Harus terperangkam di dalam tanah
Termakan oleh cacing-cacing
Membusuk dengan sendirinya
Pada malam, tertulis pesan
Topi toga masih hanya bersama kopi yang panas
Hingga,
Kusimpulkan,
Ulfatur Rohmaniyah
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Trunojoyo Madura
