Notification

×

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Konsep Pengenalan UKM Dalam PPKMB Dinilai Tidak Efektif

Selasa, 01 September 2020 | 01.26.00 WIB Last Updated 2020-09-01T10:45:48Z

 

WKUTM - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengkritik konsep Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2020. Selain karena minimnya peran UKM dalam pelaksanaan PKKMB, konsep pengenalan UKM juga dinilai kurang efektif.

Hal tersebut diungkap Bernadus Syuita Kuncoro, Ketua Umum UKM PSHT yang mengatakan jika peran pengenalan UKM pada PKKMB saat ini sangat terbatas.


”Untuk PKKMB tahun ini, saya rasa peran UKM terbatas dalam melakukan pengenalan UKM kepada camaba,” ujar mahasiswa Fakuktas Hukum tersebut.


Bahkan, Muhammad Irsyad Nurzain, Ketua Umum UKM Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) Ghubatras 2019, mengatakan jika PKKMB 2020 sangat tertutup jika dibandingkan dengan tahun lalu. Menurutnya, UKM bekerja secara gaib, karena hanya sekedar mengirim video perkenalan, tanpa adanya ruang untuk berinteraksi langsung dengan camaba.


”Pelaksanaan PKKMB tahun lalu sudah tertutup, sekarang lebih tertutup lagi. Ya, kerja UKM sangat terlihat, tapi secara gaib. Bagaimana tidak, tahun ini UKM hanya bisa mengirimkan video perkenalan, tanpa melakukan interaksi secara langsung,” ujar mahasiswa asal Bogor tersebut.


Ketika disinggung mengenai keefektifan video pengenalan UKM, Irsyad berujar kalau pengenalan UKM melalui video layaknya seperti iklan televisi, mudah dihiraukan.


”Mengenai video pengenalan UKM, itu mirip seperti iklan televisi, mau dilihat silahkan, tidak juga bodo amat. Karena sampai saat ini, teknis acaranya belum jelas,” tambahnya.


Yashri Ardhi Alfian, selaku Komandan UKM Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) tahun 2019 menilai UKM tidak diberi ruang yang cukup pada pelaksanaan PKKMB tahun ini. Ia juga mengkritisi teknis pengenalan UKM dengan hanya menampilkan video dan poster yang hanya sekedar dilihat sama halnya dengan membuang-buang waktu.


”Saya sangat kurang mendukung jika perkenalan UKM melalui video, hal tersebut membuat UKM seolah tidak dilibatkan dalam pelaksanaan PKKMB serta tidak diberikan ruang yang cukup, UKM hanya diminta untuk membuat video dan pamflet yang hanya sekedar dilihat camaba, apabila camaba tidak melihat video tersebut, tentu pengenalan UKM tidak efektif dan hanya membuang-buang waktu” ungkapnya.


Keluhan serupa juga dilontarkan Lusiana Wahyu Eka, Ketua Umum UKM Capoeira, ia menjelaskan jika perkenalan UKM hanya menggunakan video sangat tidak efektif karena sulit dalam perekrutan anggota baru.


”Jika melalui video, saya khawatir UKM akan kesulitan dalam melakukan perekrutan. Hal ini disebabkan karena rata-rata camaba masih malu atau ada juga yang malas mencari tahu. Jika hal ini dibiarkan terus terjadi, mungkin UKM tidak akan memiliki penerus lagi,” jelas mahasiswa prodi Akuntansi tersebut.


Kekhawatiran dalam melakukan perekrutan camaba juga dirasakan oleh Bagusdwi, Ketua Umum UKM Tiga Serangkai. Selain karena penayangan video yang menurutnya tak lebih seperti iklan, terbatasnya ruang gerak yang disediakan panitia untuk UKM juga kian mempersulit UKM pengenalan dan perekrutan anggota UKM.


”Penayangan video UKM itu seperti iklan, kecil kemungkinan camaba tertarik dengan UKM. Hal inilah yang mempersulit UKM. Karena, kita tidak memiliki ruang gerak di PKKMB,” ujar mahasiswa asal Jepara tersebut.


Sri Ratna Aprianti, Ketua Umum UKM Pramuka berpendapat jika UKM mestinya diberikan ruang untuk dapat berinteraksi langsung dengan camaba.


”Seharusnya dalam PKKMB ini UKM sebagai wadah dalam minat mahasiswa diberi celah untuk bisa komunikasi langsung dengan maba. Yah, setidaknya bisa melakukan pengenalan dan pendekatan secara langsung dengan maba,” ungkap mahasiswa asal Bojonegoro tersebut.


Ketua Pelaksana PKKMB, Selamet Hendra Riyadi, mengonfirmasi bahwa UKM hanya menjadi salah satu pengisi dari sekian rentetan acara PKKMB.


”Peran UKM sebagai salah satu pengisi di rentetan acara PKKMB,” ujar mahasiswa program studi sosiologi tersebut.


Hal serupa juga dijelaskan oleh Khairul Amin, selaku Presiden Mahasiswa, selain pengisi rentetan acara, UKM akan fokus pada acara virtual yang diarahkan sie acara dan kaderisasi UKM masing-masing.


Mengenai keikutsertaan UKM pada PKKMB 2020, Slamet Hendra Riyadi hanya berkata kalau pihaknya sudah melakukan proses perekrutan anggota panitia.


”Setahu saya, kepanitiaan itu direkrut bukan dituntut. Dulu kami juga sudah melakukan proses perekrutan panitia PKKMB, lalu kenapa baru sekarang, teman-teman UKM menanyakan hal tersebut,” ujarnya.


Saat disinggung perihal tuntutan UKM mengenai minimnya peran UKM dalam PKKMB kali ini, dirinya tidak tahu menahu. Menurutnya, panitia telah melakukan koordinasi dengan UKM guna membahas mengenai teknis acara pengenalan UKM kepada calon mahasiswa baru (camaba).


”Yang saya tahu, panitia sudah melakukan koordinasi dengan pihak UKM. Dalam rapat itu kami membahas mengenai teknis pengenalan UKM kepada camaba tahun 2020," tukasnya. (Pamb/Wid).


×
Berita Terbaru Update